INFO PENYAKIT


Encephalitis



Encephalitis adalah penyakit akibat infeksi virus yang menyebabkan peradangan otak. Kondisi parah atau sampai mengancam jiwa dari penyakit ini jarang terjadi. Namun, kasus encephalitis diyakini angkanya cukup tinggi. Tapi mungkin karena gejalanya ringan, banyak kasus yang tak diketahui.

Ada dua jenis encephalitis, yaitu primer dan sekunder. Untuk encephalitis terjadi kaena infeksi virus langsung pada otak dan saraf tulang belakang. Sementara untuk encephalitis sekunder, infeksi virus pertama terjadi di mana saja di dalam tubuh dan kemudian menjalar ke otak.

Segera ke dokter dan menjalani perawatan sebab pergerakan encephalitis tak dapat diprediksi.

Gejala

Kebanyakan orang yang terkena infeksi virus encephalitis mengalami gejala ringan, seperti gejala flu dan rasa sakit di badan tak tak berlangsung lama. Dalam beberapa kasus, penderita encephalitis tak menunjukkan gejala apapun. Gejala yang biasa timbul antara lain:  

• Sakit kepala

• Cepat marah

• Kelelahan

• Demam

• Sakit persendian

Infeksi lebih serius dapat menyebabkan:

• Linglung dan halusinasi

• Perubahan kepribadian

• Penglihatan ganda

• Kejang

• Otot lemah

• Mati rasa dan kelumpuhan di bagian tubuh tertentu

• Menggigil

• Ruam pada kulit

• Hilang kesadaran

• Benjolan di kepala pada bayi

Diagnosis encephalitis meliputi:

• Penyedotan. Salah satu cara untuk mendiagnosis encephalitis adalah menganalisis cairan otak dan tulang belakang. Jarum dimasukkan ke bagian bawah tulang belakang, yakni di sekitar pinggang, dan mengambil sampel cairan untuk tes laboratorium. Ini untuk mengetahui adanya infeksi atau meningkatnya sel darah putih, yang menandakan sistem kekebalan tubuh sedang memerangi infeksi.   

• Electroencephalography (EEG). Prosedur ini untuk mengukur gelombang listrik yang dihasilkan otak. Ini sering digunakan untuk mendiagnosis dan mengatasi kelainan kejang. Hasil EEG yang abnormal kemungkinan mengarah pada encephalitis, meski hasil normal juga tak menutup kemungkinan mengalami penyakit ini.

• Pemindaian otak. Pemindaian computerized tomography (CT) atau magnetic resonance imaging (MRI) dapat mengetahui adanya infeksi pada otak. Cara ini juga dapat mengetahui kondisi lain dengan tanda-tanda dan gejala yang mirip dengan encephalitis, seperti kebingungan atau linglung.

• Biopsi otak. Jika diagnosis herpes simplex encephalitis tak memungkinkan menggunakan metode DNA atau CT dan MRI, dokter bisa saja mengambil sedikit sampel jaringan otak. Tapi cara ini sangat jarang dilakukan. Sampel jaringan otak ini kemudian dianalisis di laboratoriumuntuk mengetahui  keberadaan virus.

• Tes darah. Dokter akan mengatahui adanya virus West Nile dalam tubuh setelah menganalisis sampel darah di laboratorium. Jika di tubuh terdapat virus West Nile, dalam analisis sampel darah akan menunjukkan peningkatan antibodi terhadap virus.

Penyebab & Faktor Risiko

Penyebab encephalitis kebanyakan karena infeksi virus. Beberaba contohnya antara lain:

• Virus Herpes

• Arbovirus yang ditularkan lewat nyamuk, kutu dan serangga lainnya

• Rabies ditularkan melalui gigitan binatang seperti anjing dan monyet

Encephalitis dibagi dalam dua jenis, didasarkan pada cara virus menyerang otak:

• Encephalitis primer. Hal ini terjadi jika virus langsung menyerang otak dan saraf tulang belakang. Serangan virus ini bisa terjadi pada manusia kapan saja (encephalitis sporadis), atau terjadi karena adanya epidemi (encephalitis epidemis).

• Encephalitis sekunder (pascainfeksi). Kasus ini terjadi ketika virus pertama menyerang bagian lain di tubuh dan kemudian infeksi itu menyebar ke otak.

Penularan bakteri seperti penyakit Lyme juga kadang-kadang memicu terjadinya encephalitis. Berikut ini beberapa penyebab umum dari encephalitis:

Virus Herpes

Beberapa virus herpes yang menyebabkan infeksi umum juga dapat memicu terjadinya encephalitis, antara lain:

• Herpes simplex virus. Ada dua tipe infeksi herpes simplex virus (HSV). HSV tipe 1 (HSV-1) biasanya menyebabkan rasa sakit ketika badan kedinginan dan melepuh pada bagian mulut saat demam tinggi. HSV tipe 2 (HSV-2) lebih sering menyebabkan herpes pada alat kelamin.

• Varicella-zoster virus. Virus ini menyebabkan cacar air dan dapat mengakibatkan encephalitis pada orang dewasa dan anak-anak, meski kecenderungannya ringan.

• Epstein-Barr virus. Virus herpes ini menyebabkan infeksi mononukleosis (mono). Jika terjadi encephalitis biasanya ringan, tapi dalam sedikit kasus berakibat fatal.

Infeksi pada masa kanak-kanak Encephalitis sekunder kadang terjadi setelah pemberian vaksin unuk mencegah infeksi virus, seperti:

• Campak (rubeola)

• Gondok

• Campak Jerman  (rubella)

Pada kasus-kasus itu, encephalitis mungkin sebagai akibat dari hipersensitivitas, yaitu reaksi berlebihan dari sistem kekebalan tubuh terhadap zat asing.

Arbovirus Virus yang menulari melalui gigitan nyamuk dan kutu yang memiliki (arbovirus). Nyamuk menjadi vektor dalam pemindahan encephalitis dari binatang lainnya, biasanya burung dan hewan pengerat ke manusia. 

Kondisi encephalitis parah dapat menyebabkan:

• Kejang

• Gangguan pernapasan

• Koma

• Kematian

Bagi mereka yang mengalami encephalitis parah, beberapa masalah atau gangguan yang dapat hilang dalam setahun atau lebih adalah:

- Kelelahan

- Badan lemah

- Depresi

- Perubahan kepribadian

- Daya ingat menurun

Beberapa komplikasi kemungkinan permanen, seperti hilang ingatan, ketidakmampuan berbicara dengan jelas, koordinasi otot berkurang, lumpuh, atau kerusakan pada pendengaran dan penglihatan.

Kapan Harus ke Dokter ?

Segera pergi ke dokter jika Anda atau putra Anda mengalami gejala yang mengarah pada encephalitis, karena meski jarang tapi penyakit ini bisa serius dan mengancam jiwa.

Tanda-tanda dan gejala encephalitis pada anak-anak dan orang dewasa meliputi:

• Hilang kesadaran dan halusinasi

• Otot lemah atau mati rasa

• Kejang

• Gangguan mental

Pada bayi, tanda-tanda utama yang harus segera mendapatkan perawatan medis meliputi:

• Badan kaku

• Menangis terus-menerus

• Muntah-muntah

• Benjolan di ubun-ubun

Pencegahan

Cara terbaik untuk mencegah encephalitis adalah menghindari virus yang dapat menyebabkan penyakit ini. Itu artinya, mulai melakukan pencegahan terhadap vius herpes. Juga penting untuk menjalani imunisasi untuk melawan virus penyebab encephalitis, seperti cacar air, campak (rubeola), gondok dan campak Jerman (rubella).

Untuk melindungi Anda dan keluarga Anda dari serangan nyamuk pembawa virus penyebab encephalitis, lakukan pencegahan seperti:

• Menggunakan pakaian panjang. Baju lengan panjang dan celana panjang wajib dipakai saat senja atau fajar.

• Pakai cairan pengusir nyamuk. Obat pengusir nyamuk ini cukup efektif melindungi kulit dari gigitan nyamuk dan serangga lainnya. Tapi hati-hati jika menggunakannya pada tangan anak kecil karena takut tangan masuk mulut dan mata. Juga hindari menggunakan obat pengusir nyamuk pada bayi. Lebih baik lindungi bayi Anda dengan menggunakan kelambu di tempat tidurnya.

• Hindari nyamuk. Jika tak perlu, hindari beraktivitas di luar rumah saat menjelang fajar dan menjelang petang, karena di waktu-waktu ini nyamuk paling aktif.

• Jaga agar nyamuk tak masuk rumah. Tutup lubang udara di rumah dengan kasa nyamuk, demikian juga dengan jendela dan pintu agar dilengkapi dengan pintu kasa.

  • Musnahkan barang bekas yang dapat menampung air. Segera musnahkan barang-barang tak terpakai yang dapat menampung air, yang dapat digunakan nyamuk untuk bertelur.

2017 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check