INFO PENYAKIT


Sindroma Hiperstimulasi Ovarium



Sindroma hiperstimulasi ovarium (Ovarian hyperstimulation syndrome/OHSS) biasanya terjadi sebagai akibat dari penggunaan obat hormonal yang merangsang perkembangan telur dalam ovarium wanita. Obat-obat kesuburan suntik dapat diberikan kepada pasien untuk mengobati infertilitas. Pada sindrom hiperstimulasi ovarium, ovarium menjadi bengkak dan sakit.

Sekitar seperempat dari perempuan yang menggunakan obat kesuburan suntik mengalami bentuk ringan dari sindrom hiperstimulasi ovarium, yang biasanya hilang setelah seminggu. Jika perempuan menjadi hamil setelah menggunakan obat kesuburan, maka gejala sindrom hiperstimulasi ovarium dapat berlangsung selama beberapa minggu. Sebagian kecil dari wanita yang menggunakan obat keseburan mengalami sindrom hiperstimulasi ovarium yang lebih parah. Hal ini mengakibatkan kenaikan berat badan dalam waktu yang cepat, sakit perut, muntah, dan sesak napas.

Gejala

Dalam banyak kasus, gejala OHSS dimulai dalam waktu 10 hari setelah menggunakan obat untuk merangsang ovulasi. Tingkat keparahan gejala OHSS bervariasi, dan gejala dapat memburuk atau membaik seiring waktu.

OHSS ringan

  • Sakit perut ringan yang mungkin datang dan pergi
  • Perut kembung atau ketebalan perut meningkat
  • Mual
  • Muntah
  • Diare
  • Daerah ovarium anda menjadi lebih lembut

OHSS parah

  • Kenaikan berat badan dalam waktu yang sangat cepat, seperti peningkatan 5 sampai 10 kg dalam satu atau dua hari, atau kenaikan lebih dari 10 kg dalam tiga hari atau lebih
  • Sakit perut yang parah
  • Rasa mual yang parah, dan muntah secara persisten
  • Penurunan frekuensi urin
  • Urin yang gelap
  • Sesak napas
  • Perut mengetat atau membesar
  • Pusing
Penyebab & Faktor Risiko

Sindrom hiperstimulasi ovarium akan muncul setelah menggunakan obat kesuburan yang bekerja langsung pada ovarium, merangsang ovarium untuk memproduksi sejumlah telur. Cara pengobatan ini lebih mungkin menyebabkan gejala hiperstimulasi ovarium dibandingkan dengan pendekatan lain yang lebih umum untuk mendorong terjadinya ovulasi – seperti pengobatan dengan clomiphene atau obat yang diberikan dalam bentuk pil.

Dokter mungkin akan meresepkan obat oral pada awalnya, sebelum menggunakan obat suntikan karena obat-obatan orang lebih mudah dikonsumsi dan lebih murah.

Jenis obat hormonal yang berkaitan dengan perkembangan OHSS di antaranya:

  • Follicle-stimulating hormone (FSH), yang merangsang pembentukan beberapa kista yang berisi cairan (folikel) pada ovarium.
  • Luteinizing hormone (LH), yang mendorong pematangan sel telur dan memicu ovulasi.
  • Human menopausal gonadotropin (HMG), yang mengandung LH dan FSH.
  • Human chorionic gonadotropin (HCG), tahap lanjutan dari LH, melalui siklus alami akan menyebabkan folikel untuk melepaskan telur.

OHSS biasanya terjadi setelah fase stimulasi folikel dari terapi kesuburan, yakni ketika Anda menerima suntikan HCG untuk memicu ovulasi. Biasanya, tanda-tanda dan gejala akan muncul pada 10 hari pertama setelah suntikan, ketika pembuluh darah ovarium menimbulkan reaksi abnormal terhadap hormon dan mulai mengeluarkan cairan. Cairan ini dapat membuat ovarium menjadi bengkak dan kadang-kadang bergerak dalam jumlah besar ke arah perut.

Sejumlah wanita bisa mengalami OHSS selama kehamilan setelah terjadinya induksi ovulasi, karena kehamilan itu sendiri menyebabkan peningkatan alami HCG.

Faktor risiko

Faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko perkembangan OHSS meliputi:

  • Sindrom ovarium polikistik – yakni gangguan reproduksi yang menyebabkan periode menstruasi menjadi tidak teratur, pertumbuhan rambut secara berlebihan, serta penampilan indung telur yang tidak biasa ketika dilakukan pemeriksaan USG.
  • Folikel dalam jumlah yang besar.
  • Berat badan rendah.
  • Peningkatan estradiol (estrogen) secara tajam sebelum dilakukan suntikan HCG.
  • Pernah mengalami OHSS sebelumnya.
  • Sakit kepala migraine.
  • Kehamilan kembar atau lebih.

Perempuan yang berusia lebih muda dengan sindrom ovarium polikistik yang mengandung banyak folikel berisiko sangat tinggi untuk terkena sindrom hiperstimulasi ovarium. Akan tetapi faktor-faktor risiko ini tidak selalu menjadi penentu dari berkembangnya OHSS, karena kadang-kadang sindrom ini juga mempengaruhi wanita yang tidak memiliki faktor risiko.

Komplikasi

Sekitar 1 sampai 2 persen dari perempuan yang menjalani stimulasi ovarium mengalami bentuk parah dari sindrom hiperstimulasi ovarium. Komplikasi yang dapat ditimbulkan OHSS dapat berupa:

  • Tumpukan cairan pada perut (ascites) dan kadang-kadang juga di dada.
  • Gangguan elektrolit (natrium, kalium dll).
  • Gumpalan darah di pembuluh besar, biasanya di kaki.
  • Gagal ginjal.
  • Torsi ovarium.
  • Pecahnya kista pada ovarium, hingga menyebabkan perdarahan serius.
  • Masalah pernapasan (sindrom pernapasan akut).

Beberapa jenis komplikasi dapat mengancam jiwa, tapi OHSS cenderung tidak berakibat fatal. OHSS yang parah dapat meningkatkan kemungkinan keguguran, baik karena keguguran itu sendiri atau karena komplikasi.

Kapan Harus ke Dokter ?

Jika memiliki gejala sindrom hiperstimulasi ovarium, segera beritahu dokter, bahkan jika hanya mengalami bentuk ringan dari sindrom ini. Jika gejala yang parah berlangsung lebih lama dari seminggu atau semakin memburuk, segera cari bantuan medis.

Gaya Hidup & Perawatan di Rumah

Sindrom hiperstimulasi ovarium biasanya hilang dengan sendirinya dalam waktu satu atau dua minggu, atau mungkin lebih lama (jika sedang hamil). Pengobatan ditujukan untuk menjaga agar pasien merasa nyaman, mengurangi aktivitas ovarium dan menghindari komplikasi.

OHSS sedang

Jika gejala memburuk dengan cepat atau berlangsung lebih dari seminggu, segera hubungi dokter. Pengobatan untuk OHSS tingkat sedang dapat berupa:

  • Obat anti-mual atau obat penghilang rasa sakit ataupun keduanya.
  • Melakukan tes fisik dan tes USG secara berkala.
  • Mengukur berat badan setiap hari ataupun mengukur lingkar perut disertai dengan mencatat setiap perubahan.
  • Mengukur keluaran urin setiap hari.
  • Melakukan tes darah untuk memantau dehidrasi, ketidakseimbangan elektrolit, serta masalah lainnya.
  • Minum banyak cairan, seperti minuman olahraga.
  • Mengeringkan kelebihan cairan, dapat dilakukan dengan menggunakan jarum yang dimasukkan ke dalam rongga perut.
  • Tetap aktif dan gunakan stoking untuk mencegah penggumpalan darah

OHSS tingkat berat

Jika mengalami tanda-tanda atau gejala OHSS yang berat, pasien mungkin perlu dirawat di rumah sakit untuk pemantauan dan pengobatan yang lebih agresif, termasuk dengan menggunakan cairan intravena (IV). Komplikasi serius mungkin akan memerlukan perawatan lebih lanjut, seperti operasi untuk pecahnya kista ovarium atau perawatan intensif untuk hati atau komplikasi paru-paru. Pengobatan juga dapat menyertakan obat antikoagulan untuk mengurangi risiko pembekuan darah di kaki.

Gaya hidup dan pengobatan di rumah

Kebanyakan wanita yang mengalami OHSS dapat tetap menjalani kegiatan/rutinitas harian mereka. Untuk OHSS ringan, ikuti rekomendasi ini:

  • Untuk meringankan ketidaknyamanan pada perut, gunakan obat penghilang rasa sakit biasa (non resep) seperti acetaminophen atau ibuprofen.
  • Hindari hubungan seksual, karena mungkin akan terasa menyakitkan dan dapat menyebabkan kista di ovarium pecah.
  • Mempertahankan tingkat aktivitas fisik yang ringan, dan menghindari aktivitas berat atau berdampak tinggi.
  • Timbang berat badan dan ukur bagian perut setiap hari, beritahu dokter mengenai kenaikan berat badan, atau pertambahan lingkar perut dalam waktu yang singkat.
  • Hubungi dokter jika tanda-tanda atau gejala semakin buruk.
Pencegahan

Untuk mengurangi kemungkinan mengembangkan sindrom hiperstimulasi ovarium, dokter dapat membuat rencana individual pada obat kesuburan – dengan memperhitungkan faktor risiko yang dimiliki. Dokter juga akan secara hati-hati memonitor setiap siklus pengobatan dengan tes USG (setiap hari atau sesering mungkin) untuk melihat perkembangan folikel, juga tes darah untuk memeriksa tingkat estradiol.

Dokter juga mungkin menggunakan beberapa strategi untuk membantu mencegah sindrom hiperstimulasi ovarium:

  • Menyesuaikan dosis obat. Dokter akan menggunakan gonadotropin dalam dosis serendah mungkin untuk merangsang ovarium dan memicu ovulasi.
  • Coasting. Jika kadar estradiol tinggi atau Anda memiliki sejumlah besar folikel, dokter mungkin akan menghentikan suntikan gonadotropin dan menunggu beberapa hari sebelum memberikan HCG (untuk memicu ovulasi). Hal ini dikenal sebagai “coasting”.
  • Menghindari penggunaan HCG. Karena OHSS berkembang hanya setelah HCG diberikan, alternatif lain untuk memicu ovulasi selain HCG sedang diteliti (sebagai cara untuk mencegah OHSS).

Penghapusan foliker dan pembekuan seluruh embrio. Bagi wanita yang menjalani IVF, seluruh folikel (matang dan dewasa) dapat dihapus (disedot) untuk mengurangi kemungkinan terjadinya OHSS. Folikel matang dibuahi kemudian dibekukan, sehingga ovarium diizinkan untuk beristirahat selama satu atau dua siklus. Embrio yang diinginkan kemudian akan ‘dicairkan’ dan ditransfer kembali ke rahim. Prosedur ini sedikit mengurangi potensi kehamilan dan cukup mahal, tetapi dalam menghilangkan risiko OHSS.

2018 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check