INFO PENYAKIT


Adenomyosis



Adenomyosis muncul ketika jaringan endometrial, yang seharusnya berada sejajar dengan rahim. Adenomyosis berbeda dengan endometriosis – kondisi di mana dinding rahim berada di luar rahim – meskipun wanita dengan adenomyosis biasanya juga mengalami endometriosis. 

Penyebab adenomyosis masih belum diketahui, tapi penyakit ini biasanya akan menghilang setelah menopause. Untuk wanita yang memiliki penyakit ini dan merasa tidak nyaman, beberapa perawatan dapat membantu, namun histerektomi (pengangkatan rahim) adalah jalan satu – satunya untuk penyembuhannya.  

Gejala

Kadang – kadang, adenomyosis diam, jadi tanpa gejala dan tanda, atau hanya sekadar terasa tidak nyaman. Dalam kasus lain adenomyosis bisa berupa gejala seperti: 

  • Perdarahan saat menstruasi dalam jumlah yang banyak. 
  • Menderita kram perut yang parah, dan rasa seperti ditusuk pisau di bagian perut saat haid (dismenorea).
  • Kram saat menstruasi hingga akhir masa menstruasi dan semakin memburuk seiring bertambahnya umur.
  • Nyeri pada saat berhubungan badan.
  • Terdapat gumpalan darah selama menstruasi.
  • Rahim bisa menjadi dua hingga tiga kali lebih besar. Meskipun Anda tidak mengetahui bila rahim membesar, hal itu bisa dikenali bila perut bawah terlihat lebih besar.

Tes dan Diagnosis

Dokter akan menduga adanya adenomyosis berdasarkan:

  • Tanda dan gejala
  • Tes panggul yang akan menunjukkan pembesaran di rahim
  • Rekam suara dari rahim. 
  • Magnetic resonance imaging (MRI) di dalam rahim

Dalam beberapa kasus, dokter akan melakukan biopsi terhadap jaringan endometrial – contoh sampel dari jalur kemih untuk dites – untuk memverifikasi bahwa perdarahan yang tidak biasanya ini tidak berhubungan dengan kondisi kesehatan lainnya. Bagaimanapun, tes biopsi tidak akan membantu dokter mendiagnosis adenomyosis. Cara satu satunya untuk dipertimbangkan adalah dengan menguji sel rahim menggunakan mikroskop setelah pengangkatan rahim. 

Banyak wanita memiliki penyakit yang berhubungan dengan rahim yang menyebabkan tanda dan gejala mirip dengan adenomyosis, yang membuat adenomyosis sulit didiagnosis. Seperti penyakit tumor rahim (leiomyosis), sel rahim yang berkembang di luar rahim (endometriosis), dan pertumbuhan di garis rahim (endometrial polyps).  Dokter akan mendiagnosis adenomyosis hanya setelah ia sudah menentukan tidak ada penyebab lain untuk penyakit ini. 

Penyebab & Faktor Risiko

Penyebab adenomyosis belum diketahui. Namun para ahli menduga sejumlah hal yang bisa menjadi penyebabnya kemungkinan:

Serangan jaringan pertumbuhan.  Beberapa ahli percaya bahwa adenomyosis adalah akibat dari serangan langsung jaringan endometris dari permukaan rahim menuju otot yang melalui dinding kemih. Pembedahan rahim dilakukan selama operasi seperti operasi cesar yang bisa mengakibatkan serangan langsung sel endometris menuju ke rahim. 

Asal usul perkembangannya. Para ahli lainnya berspekulasi bahwa adenomyosis berasal dari otot rahim dari jaringan endometrium yang disimpan sejak awal terbentuknya rahim dalam tubuh wanita. Peradangan rahim saat melahirkan.  Teori lainnya yang menghubungkan antara adenomyosis dengan kelahiran. Peradangan dari saluran kemih selama masa pasca persalinan bisa menyebabkan kerusakan di batas normal sebuah sel yang ada di rahim. 

Terlepas dari bagaimana adenomyosis terbentuk, pertumbuhannya tergantung dari sirkulasi hormon estrogen di tubuh wanita. Ketika produksi estrogen meningkat pada masa menopause, adenomyosis akan pergi dengan sendirinya.  

Faktor Risiko

Faktor risiko untuk adenomyosis antara lain: 

  • Pembedahan utama rahim, seperti operasi cesar
  • Melahirkan
  • Umur paruh baya
Kapan Harus ke Dokter ?

Jika Anda memiliki tanda atau gejala dari adenimyosis, seperti kram perut dan perdarahan yang sangat banyak selama masa menstruasi dan berkepanjangan, dan terjadi berulang kali, segera hubungi dokter.

Gaya Hidup & Perawatan di Rumah

Adenomyosis biasanya hilang setelah menopause, jadi perawatannya akan tergantung pada seberapa dekatnya tahapan penyakit tersebut dengan umur Anda. Pilihan pengobatan untuk adenomyosis termasuk: 

  • Obat anti-peradangan. Jika sudah mendekati usia menopause, dokter akan member obat anti-peradangan, seperti ibuprofen untuk mengontrol rasa sakit. Dengan mengonsumsi obat anti-peradangan dua hingga tiga hari sebelum menstruasi datang dan melanjutkan konsumsinya, perdarahan dan nyeri akan berkurang.
  • Pengobatan hormon. Mengontrol siklus haid melalui kombinasi kontrasepsi estrogen – progestin atau melalui penambahan hormon atau dengan cara pemakaian cincin di vagina akan mengurangi perdarahan dan nyeri yang disebabkan oleh adenomyosis
  • Histerektomi. Jika rasa nyeri terus terjadi dan masa menopause sudah lewat beberapa tahun, dokter akan melakukan pengangkatan rahim (histerektomi). 
2019 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check