Pertolongan Mengatasi Mimisan

Pertolongan Mengatasi Mimisan

01 Aug 2020

Dokterdigital.com - Mimisan atau dalam bahasa kedokteran disebut epistaksis merupakan gejala yang sangat sering dijumpai pada anak-anak. Meski demikian banyak orangtua yang ketakutan dan bingung bila anaknya kedapatan sedang mimisan.

Mimisan sendiri bukan merupakan suatu penyakit tetapi merupakan gejala dari suatu penyakit, itu artinya mimisan bisa terjadi karena bermacam sebab dari yang ringan sampai yang berat.

Mimisan merupakan gejala keluarnya darah dari hidung yang dapat terjadi akibat sebab kelainan lokal pada rongga hidung ataupun karena kelainan yang terjadi di tempat lain dari tubuh. Kelainan lokal dapat berupa trauma misalnya mengorek hidung, terjatuh, terpukul, benda asing di hidung, dan iritasi gas yang merangsang.

Sebab lokal yang lain adalah infeksi hidung dan organ sekitarnya, tumor baik yang jinak maupun ganas, perubahan lingkungan yang mendadak misalnya perubahan tekanan atmosfir yang mendadak pada penerbang dan penyelam, benda asing yang masuk ke hidung tanpa permisi, dan penyebab yang lain yang belum diketahui dengan pasti.

Sedangkan kelainan di bagian tubuh yang lain yang bisa menyebabkan mimisan antara lain, penyakit jantung dan pembuluh darah seperti tekanan darah tinggi dan kelainan pembuluh darah, kelainan darah seperti turunnya kadar trombosit, gangguan pembekuan darah, leukimia. Kelainan lain yang menyebabkan mimisan yaitu, infeksi seluruh tubuh seperti demam berdarah, gangguan hormonal dan kelainan bawaan.

Memang penyebab mimisan seperti yang dijabarkan di atas sangat banyak dan kompleks, baik yang merupakan penyebab yang ringan (tidak memerlukan penanganan lebih lanjut) maupun yang merupakan penyebab yang berat alias harus mendapatkan penanganan khusus. Maka dari itu perlu dilakukan pemeriksaan yang cermat pada pasien dengan mimisan untuk diobati dengan cermat dan tepat.

Prinsip penanganan mimisan ada tiga yaitu menghentikan perdarahan, mencegah komplikasi dan mencegah terulangnya mimisan. Untuk perdarahan yang ringan, menghentikan perdarahan dapat dilakukan dengan menekan kedua cuping hidung ke tengah selama beberapa menit. Untuk perdarahan yang hebat dan penghentian perdarahan dengan menekan cuping hidung gagal maka pasien perlu segera dibawa ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Untuk mencegah perdarahan ulang setelah perdarahan berhenti, usahakan untuk tidak membungkuk sampai beberapa jam setelah peristiwa mimisan. Posisi kepala lebih tinggi ketimbang tingkat hati Anda.

Komplikasi yang sering terjadi pada pasien dengan mimisan adalah syok dan anemia. Kedua komplikasi ini terjadi akibat perdarahan yang banyak yang tidak tertanggulangi atau terlambat mendapatkan penanganan. Komplikasi yang lain adalah turunnya tekanan darah akibat dari kehilangan darah yang banyak.

Menurut para ahli 90% mimisan akan berhenti sendiri dengan segera, sedangkan yang 10% memerlukan tindakan khusus. Asal tidak terlambat mendapatkan penanganan maka komplikasi yang berat tidak terjadi.

Menurut Mayoclinic.com, carilah perawatan medis segera jika:
1. Perdarahan ini berlangsung selama lebih dari 20 menit.
2. Mimisan ini mengikuti sebuah kecelakaan, jatuh atau luka pada kepala, termasuk pukulan dalam menghadapi bahwa mungkin telah mematahkan hidung.
3. Jika Anda sering mengalami mimisan, buatlah janji dengan dokter.

 

Disclaimer :
Informasi ini tidak dimaksudkan sebagai pengganti petunjuk medis profesional, perawatan darurat, atau pertlongan pertama formal. Jangan menggunakan informasi ini untuk mendiagnosa atau mengembangkan rencana pengobatan untuk masalah kesehatan atau suatu penyakit tanpa berkonsultasi dengan penyedia layanan kesehatan yang profesional. Jika anda berada dalam situasi medis yang mengancam jiwa atau darurat,carilah bantuan medis segera.
2020 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check