Pertolongan Pertama Mengatasi Hipotermia

Pertolongan Pertama Mengatasi Hipotermia

04 May 2018

Dokterdigital.com - Bila terkena suhu dingin, terutama karena angin dingin dari dataran tinggi serta kelembaban tinggi, atau berada dalam lingkungan yang dingin dan lembab untuk waktu yang lama, mekanisme kontrol tubuh mungkin saja gagal untuk menjaga suhu tubuh tetap normal.

Ketika banyak panas hilang dari tubuh, kita dapat terkena hipotermia, yang didefinisikan sebagai suhu tubuh internal yang kurang dari 95 derajat F (35 derajat C).

Pakaian yang basah atau tidak memadai, jatuh/tercebur ke dalam air dingin atau tidak menutupi kepala selama terpapar cuaca dingin dapat meningkatkan peluang terkena hipotermia.

Tanda dan gejala dari hipotermia di antaranya menggigil, bicara melantur, pernapasan abnormal dan lambat, kulit dingin dan pucat, kehilangan koordinasi, kelelahan, kelesuan, atau bersikap apatis, kebingungan atau kehilangan memori, kulit merah terang dan dingin (pada bayi).

Tanda dan gejala-gejala ini biasanya berkembang secara perlahan. Orang dengan hipotermia biasanya mengalami kehilangan ketajaman mental secara bertahap dan kemampuan fisiknya akan berkurang, sehingga mereka mungkin tidak menyadari bahwa mereka membutuhkan perawatan medis darurat.

Orang dewasa, bayi, anak-anak, dan orang yang sangat kurus (ramping) berada pada risiko tertentu untuk terkena hipotermia. Orang lain yang lebih berisiko terkena hipotermia juga termasuk mereka yang memiliki gangguan mental, penyakit Alzheimer, dan orang-orang yang mabuk, tunawisma, atau orang yang terjebak dalam cuaca dingin karena kendaraan mereka rusak. Kondisi lain yang mungkin memengaruhi seseorang untuk terkena hipotermia adalah kekurangan gizi, penyakit jantung, dan tiroid (hipotiroid).

Merawat seseorang dengan hipotermia bisa dilakukan dengan sejumlah petunjuk berikut:
• Hubungi bantuan medis darurat. Sambil menunggu bantuan datang, pantau pernapasan orang tersebut. jika pernapasan terhenti atau tampak melambat atau dangkal, mulai lakukan CPR (resusitasi).
• Pindahkan orang tersebut dari udara dingin. Jika tidak mungkin membawa orang tersebut ke dalam ruangan, usahakan untuk melindungi orang tersebut dari angin, tutupi kepalanya, dan lindungi ia dari tanah yang dingin.
• Lepaskan pakaian yang basah. Ganti pakaian yang basah dengan pakaian/selimut hangat kering.
• Jangan menerapkan panas secara langsung. Jangan gunakan air panas, bantal pemanas, atau lampu pemanas untuk menghangatkan orang tersebut. Sebaliknya berikan kompres hangat ke pusat tubuh , yaitu kepala, leher, dada, dan pangkal paha. Jangan mencoba untuk menghangatkan kaki dan tangan. Panas yang diterapkan pada lengan dan kaki akan memaksa darah dingin kembali ke paru-paru, jantung, dan otak, hingga menyebabkan suhu tubuh inti menurun. Hal ini dapat berakibat fatal.
• Jangan memberikan alkohol. Tawarkan minuman hangat non-alkohol, kecuali jika orang tersebut muntah-muntah.
• Jangan memijat atau menggosok tubuhnya. Kita harus menangani orang dengan hipotermia secara lembut karena kulit mereka mungkin membeku, dan menggosok jaringan kulit yang membeku dapat menyebabkan kerusakan kulit yang parah.

 

Disclaimer :
Informasi ini tidak dimaksudkan sebagai pengganti petunjuk medis profesional, perawatan darurat, atau pertlongan pertama formal. Jangan menggunakan informasi ini untuk mendiagnosa atau mengembangkan rencana pengobatan untuk masalah kesehatan atau suatu penyakit tanpa berkonsultasi dengan penyedia layanan kesehatan yang profesional. Jika anda berada dalam situasi medis yang mengancam jiwa atau darurat,carilah bantuan medis segera.
Newsletter
Daftarkan alamat email anda untuk mendapatkan informasi terkini tentang kesehatan.
2018 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check