Luka Kronis Lebih Cepat Sembuh dengan Cara Ini

Luka Kronis Lebih Cepat Sembuh dengan Cara Ini

16 Sep 2020

Dokterdigital.com - Luka kronis seperti ulkus (borok) kaki diabetik dan ulkus tekanan dapat sembuh lebih cepat jika dibersihkan lebih sering.

Pembersihan luka itu termasuk membuang jaringan yang mati atau terinfeksi dan setiap benda asing atau bakteri dari luka yang lambat sembuh, seperti dengan krim khusus atau pisau bedah.

Hal ini dilakukan secara tradisional ketika pasien pertama datang dengan luka, kata Dr Robert Kirsner, dokter kulit dan peneliti luka dari University of Miami Miller School of Medicine. "Pertanyaan sebenarnya adalah, seberapa sering Anda harus melakukan ini?" tambah Kirsner, yang ikut menulis sebuah komentar yang diterbitkan dalam studi baru.

Hampir tujuh juta orang Amerika setiap tahun memiliki luka kronis, akibat diabetes atau penyebab lainnya.

Sejumlah penelitian kecil telah menunjukkan beberapa jenis luka cenderung lebih cepat sembuh dengan sering dibersihkan.

Untuk laporan mereka, James Wilcox dari Healogics - sebuah perusahaan yang menjalankan pusat perawatan luka - dan rekan-rekannya mencoba untuk memperluas data tersebut dengan meninjau catatan dari sekitar 155.000 pasien yang dirawat di salah satu dari 525 pusat luka.

Antara tahun 2008 dan 2012, pasien dirawat untuk total 313.000 luka, termasuk kaki diabetik dan ulkus tekanan, luka bedah dan luka akibat kecelakaan atau trauma lainnya. Rata-rata luka itu dibersihkan dua kali.

Para peneliti menemukan bahwa waktu penyembuhan bervariasi tergantung jenis luka, tetapi biasanya lebih cepat sembuh dengan lebih sering dibersihkan.

Ulkus kaki diabetik, misalnya, sembuh dalam rata-rata 21 hari ketika dibersihkan setidaknya mingguan dan rata-rata dalam 76 hari saat dibersihkan sekali setiap dua minggu atau lebih. Luka traumatik rata-rata sembuh dalam 14 hari, dengan sering dibersihkan dan dalam 49 hari ketika dibersihkan kurang sering.

Waktu penyembuhan lebih lama juga untuk luka yang lebih dalam dan lebih luas, demikian catatan tim peneliti dalam JAMA Dermatology.

Bakteri dapat tumbuh dari luka di koloni yang disebut biofilm, kata Kirsner. Sama seperti menyikat gigi Anda mencegah biofilm bertumbuh, pembersihkan dapat mencegah pembentukan koloni bakteri pada luka.

Tapi pembersihan luka tidaklah semudah dan sepele seperti menyikat gigi. "Ada upaya dalam melakukan itu, misalnya terkait biaya dan secara teori mungkin ada rasa sakit yang terkait dengan itu," kata Kirsner kepada Reuters Health. "Ketika Anda melakukan prosedur pembedahan, selalu ada risiko infeksi. Anda tidak akan ingin melakukan pembersihkan jika memang tak dibutuhkan.”

Ia mengatakan, pasien dalam penelitian yang lukanya dibersihkan lebih sering mungkin juga telah lebih baik menjalankan rekomendasi perawatan lain - jadi tidak jelas waktu penyembuhan lebih cepat adalah karena semata-mata untuk pembersihan tambahan. Atau, ada kemungkinan bahwa jika Anda pergi ke pusat luka khusus setiap minggu dan mendapat banyak perawatan termasuk pembersihan, tindakan pembersihan luka mungkin bukan satu-satunya hal penting yang dilakukan selama pengobatan itu.

Namun, Kirsner mengatakan, bukti yang menunjuk ke arah manfaat dari pembersihan lebih sering. Dan memiliki luka yang lambat sembuh untuk dievaluasi secara teratur merupakan hal penting, imbuhnya, untuk memastikan luka itu sembuh dengan cepat.

Terutama di kalangan penderita diabetes dan hilangnya sensasi di kaki, luka yang tidak sembuh  dapat menjadi gangren dan memaksa dilakukan amputasi.

 

Disclaimer :
Informasi ini tidak dimaksudkan sebagai pengganti petunjuk medis profesional, perawatan darurat, atau pertlongan pertama formal. Jangan menggunakan informasi ini untuk mendiagnosa atau mengembangkan rencana pengobatan untuk masalah kesehatan atau suatu penyakit tanpa berkonsultasi dengan penyedia layanan kesehatan yang profesional. Jika anda berada dalam situasi medis yang mengancam jiwa atau darurat,carilah bantuan medis segera.
2020 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check