Waspadai 'Silent Stroke' Begini Cara Kenali Tandanya

Waspadai 'Silent Stroke' Begini Cara Kenali Tandanya

17 Oct 2020

Dokterdigital.com - Apakah Anda atau orang dekat pernah mengalami stroke? Lantas, bagaimana Anda bisa tahu kalau itu stroke?

Stroke adalah berhentinya pasokan darah ke bagian otak secara tiba-tiba. Beberapa orang memiliki stroke tanpa pernah menyadarinya. Ini disebut stroke diam (silent stroke), tidak memiliki gejala atau ada gejalanya tapi tidak mudah dikenali. Stroke menyebabkan kerusakan permanen pada otak.

Apabila seseorang pernah mengalami silent stroke lebih dari sekali, mungkin ada masalah berpikir dan kemampuan mengingat pada otak. Silent stroke ini bisa memicu kejadian stroke yang lebih parah, demikian menurut Webmd.com.

Mendeteksi silent stroke

Seseorang yang pernah mengalami stroke diam kemungkinan besar tidak mengetahuinya, kecuali ia melakukan pemindaian otak dan terlihat kerusakan mulai muncul.  Mereka yang pernah mengalami silent stroke mungkin memiliki masalah memori ringan atau sedikit kesulitan mengingat. Dokter mungkin dapat melihat tanda-tanda stroke diam ini tanpa tes.

Seperti kebanyakan stroke biasa, silent stroke disebabkan oleh pembekuan darah yang tidak larut di otak.

Peringatan stroke, dikenal sebagai TIA (transient ischemic attacks/serangan iskemik transien), disebabkan oleh penggumpalan darah yang larut sendiri dalam durasi 5 menit atau kurang. Tidak seperti stroke diam, TIA tidak secara permanen merusak otak.

Seseorang yang memiliki TIA, kemungkin akan memiliki beberapa gejala stroke khas ini:
• Salah satu sisi wajah terkulai atau mati rasa
• Kelemahan atau mati rasa di salah satu lengan atau kaki
• Cadel atau bicaranya sulit dipahami
• Kesulitan memahami pembicaraan
• kebingungan mendadak
• Hilangnya keseimbangan atau koordinasi mendadak
• Sakit kepala parah datang tiba-tiba

Jika memiliki gejala-gejala tersebut, segera hubungi telepon darurat rumah sakit, bahkan jika gejala itu hilang setelah beberapa menit. Seperti stroke, TIA adalah keadaan darurat medis, dan penting untuk merawatnya dengan cepat.

Silent stroke ternyata hal yang umum. Sebuah studi dari orang berusia paruh baya dengan tanda-tanda jelas stroke ditemukan bahwa sekitar 10% memiliki kerusakan otak di satu bagian.

Tekanan darah tinggi dan detak jantung tidak teratur meningkatkan risiko stroke. Kerusakan yang terjadi akibat stroke bersifat permanen, tapi terapi dapat membantu mendapatkan kembali fungsi yang mungkin telah dilemahkan, menggunakan bagian lain dari otak.

Cegah stroke dengan kebiasaan baik

Kebiasaan sehat ini dapat membantu menurunkan risiko penyakit stroke dan jantung:
• Memantau dan mengontrol tekanan darah.
• Memantau dan mengontrol kolesterol.
• Memastikan gula darah terkendali.
• Berhenti merokok.
• Makan makanan yang sehat, mencakup buah-buahan segar, sayuran, dan biji-bijian, serta mengurangi lemak, garam, dan gula.
• Berolahraga secara teratur.
• Jaga berat badan yang sehat.

 

Disclaimer :
Informasi ini tidak dimaksudkan sebagai pengganti petunjuk medis profesional, perawatan darurat, atau pertlongan pertama formal. Jangan menggunakan informasi ini untuk mendiagnosa atau mengembangkan rencana pengobatan untuk masalah kesehatan atau suatu penyakit tanpa berkonsultasi dengan penyedia layanan kesehatan yang profesional. Jika anda berada dalam situasi medis yang mengancam jiwa atau darurat,carilah bantuan medis segera.
2020 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check