Menolong Korban Keracunan Makanan

Menolong Korban Keracunan Makanan

23 Aug 2018

Dokterdigital.com - Keracunan makanan menjadi hal yang kadang tak terelakkan. Penyebab keracunan makanan bisa macam-macam, antara lain karena makan makanan yang telah terkontaminasi oleh kuman yang bersifat parasit dan mengeluarkan racun yang menyebabkan seseorang keracunan.

Bakteri paling mungkin muncul di makanan mentah, daging mentah, produk unggas atau makanan laut mentah paling mungkin terkontaminasi.

Buah semacam tomat atau kubis, selada, juga rentan kontaminasi. Biasanya kontaminasi terjadi antara produksi dan penyiapan produk tersebut.

Mereka yang lebih rentan keracunan makanan adalah golongan anak-anak, ibu hamil, orang tua atau orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah.  Gejala yang muncul akibat keracunan makanan ini mirip flu perut dan bisa bertahan berhari-hari atau bahkan minggu.

Gejala yang mungkin muncul akibat keracunan makanan antara lain mual, kram perut, muntah, diare (mungkin mengandung darah), demam, dehidrasi. Sedangkan untuk gejala yang berat kemungkinan akan muncul gejala napas dalam (sulit bernapas), denyut yang cepat, kulit pucat, sakit di dada, menggigil.

Keracunan yang parah kemungkinan bisa menuntun pada sindroma uremik hemolitik pada anak. Pada komplikasi yang parah, korban bisa saja meninggal.

Bagaimana pertolongan pertama pada kasus keracunan makanan? Untuk kasus yang ringan ditolong dengan minum air yang banyak, baik diminum atau lewat infus. Pada kasus yang berat, korban sebaiknya dirujuk ke rumah sakit.

Untuk mencegah keracunan makanan, langkah pencegahan yang perlu dilakukan antara lain:

1. Cuci tangan sebelum menyiapkan makanan

2. Bersihkan dapur dan area terkait sebelum memasak

3. Masaklah air sesuai dengan suhu yang disarankan untuk membunuh bakteri/kuman

4. Makanan beku butuh proses memasak setidaknya dua jam

5. Kondisikan kulkas tidak terlalu padat agar sirkulasi udara terjaga.

Disclaimer :
Informasi ini tidak dimaksudkan sebagai pengganti petunjuk medis profesional, perawatan darurat, atau pertlongan pertama formal. Jangan menggunakan informasi ini untuk mendiagnosa atau mengembangkan rencana pengobatan untuk masalah kesehatan atau suatu penyakit tanpa berkonsultasi dengan penyedia layanan kesehatan yang profesional. Jika anda berada dalam situasi medis yang mengancam jiwa atau darurat,carilah bantuan medis segera.
Newsletter
Daftarkan alamat email anda untuk mendapatkan informasi terkini tentang kesehatan.
2018 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check