Menangani Demam pada Anak

Menangani Demam pada Anak

05 Mar 2019

Dokterdigital.com - Setiap anak demam, apalagi jika demam cukup tinggi, orangtua, khususnya ibu pasti cemas. Padahal demam merupakan suatu mekanisme yang terjadi di dalam tubuh dalam mengatasi infeksi.

Yang perlu kita tahu, demam tidak membahayakan asalkan tidak menimbulkan dehidrasi, kesadaran menurun ataupun kejang. Jadi tak usah disikapi secara berlebihan.

Demam dapat sebagai tanda pertahananan tubuh yang terjadi dikarenakan adanya benda asing dalam sistem tubuh, misalnya saja anak anda demam setelah diberikan imunisasi . Ini merupakan kondisi yang tidak memerlukan penanganan medis.

Orangtua tidak perlu cemas ketika anak demam. Yang penting, orangtua tahu apa penyebab demam pada anak, misalnya demam pasca-vaksinasi. Untuk kasus ini, tak perlu buru-buru memberikan obat.

Lantas, bagaimana langkah-langkah yang bisa dilakukan orangtua untuk menangani demam pada anak?

Berikut caranya:

1. Perhatikan gejalanya

Demam dapat disebabkan karena infeksi virus, salah satu tandanya anak terlihat lesu dan tidak mempunyai gairah untuk bermain. Infeksi virus ditandai dengan batuk, pilek atau diare tanpa darah.

Ciri khas infeksi demam yang disebabkan oleh virus adalah demam yang tinggi pada hari 1-2 hari, biasanya pada hari ke 4-5 naik tetapi tidak setinggi pada hari pertama, umumnya pada hari ke 6-7 akan pulih sesuai dengan kondisi sebelumnya, sehingga dalam penanganan demam yang terinfeksi virus tidak memerlukan antibiotika atau periksa darah.

2. Kompres air hangat

Apabila demam timbul akibat infeksi virus, ibu dapat memberikan pertolongan pertama dengan cara mengompres menggunakan air hangat. Air hangat dapat langsung pada pusat tubuh sehingga akan menurunkan suhu secara otomatis.

Ada yang menyarankan kompres alkohol atau air dingin. Namun sejatinya langkah ini tidak tepat karena penggunaan kompres alkohol berbahaya, khususnya jika uapnya terhirup oleh bayi. Ibu juga bisa menggunakan cara praktis untuk menurunkan demam dengan menggunakan plester kompres yang banyak dijual bebas.

3. Cek suhu tubuh

Biasakan mengecak suhu tubuh anak dengan thermometer. Suhu tubuh normal di kisaran 36-37 derajat Celsius. Nah, apabila suhu anak sedikit di atas itu, berikan minum air putih sehingga anak anda tidak mengalami kekurangan cairan.

4. Kapan mesti ke dokter

Bagaimana jika langkah di atas sudah dilakukan namun demam tak kunjung reda? Ibu biasanya menggunakan obat penurun panas parasetamol. Obat ini danggap memiliki efek samping yang rendah pada tubuh bayi. Namun, tetap lebih baik disarankan untuk menemui dokter atau petugas kesehatan jika bayi panas melebihi 37,5 erajat Celsius.

Apabila anak demam disertai urin kental dan kakinya sering digerak-gerakkan, bisa jadi ia mengalami infeksi saluran kemih.

Jika demam tidak kunjung turun selama 3 hari aau lebih, disertai dengan mimisan atau bintik merah, segera bawa anak ke dokter untuk menjalani tes kesehatan.

Disclaimer :
Informasi ini tidak dimaksudkan sebagai pengganti petunjuk medis profesional, perawatan darurat, atau pertlongan pertama formal. Jangan menggunakan informasi ini untuk mendiagnosa atau mengembangkan rencana pengobatan untuk masalah kesehatan atau suatu penyakit tanpa berkonsultasi dengan penyedia layanan kesehatan yang profesional. Jika anda berada dalam situasi medis yang mengancam jiwa atau darurat,carilah bantuan medis segera.
2019 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check