Haid Tak Teratur Bisa Jadi Gangguan Penyakit Serius

Haid Tak Teratur Bisa Jadi Gangguan Penyakit Serius

12 Jun 2019

Dokterdigital.com - Remaja yang mengalami haid tidak teratur tampaknya lebih cenderung kelebihan berat badan dan gendut. Selain itu, haid tidak teratur juga mengindikasikan tanda-tanda diabetes dan penyakit jantung dibandingkan mereka yang haidnya teratur.

Meskipun hubungan antara haid tidak teratur dan penyakit jantung juga diabetes sudah diketahui pada perempuan usia lanjut, namun temuan terbaru menekankan dokter mungkin dapat mengidentifikasi risikonya jauh lebih dini dan mencoba melakukan sesuatu mengenai hal ini.

"Kemungkinan ada salah pengertian pada pengobatan remaja, khususnya pada mereka yang mengalami haid tidak teratur,” kata Dr. Charles Glueck, salah satu penulis studi dari Cholesterol and Metabolism Center di Jewish Hospital, Cincinnati.

Bahkan pada remaja, siklus haid yang sangat tidak teratur bukanlah hal yang normal dan sebaiknya hal ini tidak diabaikan, kata Glueck seperti dilansir Reuters Health.

Glueck dan koleganya mengikuti 370 remaja putri mulai usia 14 sebagai bagian studi lebih besar yang diinisiasi oleh National Heart, Lung, and Blood Institute.

Setiap tahunnya, para gadis itu ditanyai berapa lama mendapatkan haid terakhirnya. Para peneliti juga secara periodik mengukur kadar perbedaan hormonal, glukosa dan insulin (penanda risiko diabetes) dan tekanan darah. Mereka juga mengoleksi informasi tentang tinggi, berat badan dan lingkar pinggang para partisipan.

Para peneliti menentukan siklus haid tidak teratur yang belangsung lebih dari 42 hari, yaitu haid berikutnya dimulai lebih dari 42 hari setelah haid terakhir, sebuah kriteria yang berhasil mengumpulkan 2% gadis masuk ke dalam kelompok tersebut.

Antara usia 14-19 sebanyak  269 gadis melaporkan siklus haid setiap kunjungan tahunan. Sebanyak 74 dari mereka hanya melaporkan satu kali haid tidak teratur, 19 gadis melaporkan dua kali dan 8 gadis mengatakan setidaknya baru mendapatkan haid lagi setelah 42 hari.

Hasil studi yang dipublikasikan di Fertility and Sterility, menunjukkan bahwa para gadis yang melaporkan periode haid yang tidak teratur cenderung lebih berat dibandingkan gadis sebaya mereka di usia 14, mendapatkan pertambahan berat badan dan lingkar pinggang selama studi berlangsung.

Pada usia 14, para gadis yang mengalami haid tidak teratur memiliki kadar testosteron lebih tinggi, sebuah hormon seks yangdikaitkan dengan karakteristik laki-laki.

Pada usia 25, mereka yang tidak melaporkan haid yang tidak teratur memiliki ideks massa tubuh (BMI) rata-rata 26,8, dipertimbangkan sedikit kelebihan berat badan. Sebagai pembanding, partisipan yang melaporkan haid tidak teratur pada tiga pertemuan atau lebih memiliki Bmi rata-rata 37,8, mengdindikasikan kegemukan. Para gadis yang melaporkan mengalami haid teratur sekali atau dua kali, BMI-nya berada di tengah-tengah.

Laporan haid tidak teratur juga dikaitkan dengan lebih tingginya kadar gula darah dan isulin di usia 25.

Hasil studi menunjukkan bahwa haid tidak teratur kemungkinan menjadi peringatan bahwa metabolisme tubuh tidak bekerja sebaik yang seharusnya.

"Hubungan ini, yang terlihat jelas pada remaja putri dan kemungkinan juga pada perempuan dewasa, memiliki hubungan yang sama dengan dua atau tiga dekade selanjutnya dalam hal perkembangan panyakit kardiovaskular, penyakit jantung dan diabetes tipe 2,” kata Glueck.

Haid tidak teratur mungkin juga sebagai penanda polycystic ovary syndrome (PCOS), sebuah kelainan hormon yang juga dikaitkan dengan infertilitas dan kegemukan.

Glueck mengatakan para gadis yang mengalami haid tidak teratur harusnya menjadi ‘bendera peringatan’ bagi para dokter, yang bisa melakukan pencegahan awal dalam mengukur diabetes, kegemukan dan penyakit jantung.

2019 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check