mashable

Google Glass Bisa Bantu Penyandang Autis Baca Ekspresi Wajah

20 Aug 2013

Dokterdigital.com, Jakarta - Bayangkan, jika Anda ingin, namun tidak memiliki kemampuan untuk membaca emosi seseorang - tidak bisa membaca gerakan bibir, apakah hal itu tak membikin frustrasi? Sementara, orang melihat wajah Anda mungkin cenderung tanpa ekspresi. Tapi itu salah satu tantangan utama yang dihadapi orang-orang dengan gangguan spektrum autisme (ASD).

Dan itu adalah tantangan yang diputuskan oleh salah seorang mahasiswa Universitas Stanford untuk diatasi dengan bantuan teknologi terbaru Google, Google Glass.

Banyak orang  yang merasa diuntungkan dengan adanya  Google Glass, peluang kacamata retro-futuristik tampaknya hampir tak terbatas. Catalin Voss, 18-tahun dari Heidelberg, Jerman sedang menguji batas-batas tersebut dalam sebuah proyek baru yang disebut Sension.

Didirikan bersama dengan Jonathan Yan selama tahun pertama pasangan itu di Stanford, Sension akan memungkinkan orang dengan ASD untuk “mengunci wajah seseorang” dan membiarkan Google Glass menentukan emosi seseorang melalui perangkat webcam.

Teknologi eye-tracking untuk mendiagnosis autisme bukanlah prosedur baru. Dokter sering menguji tatapan bayi yang baru lahir untuk melihat seberapa cepat ia merespon dan apakah ia merasa nyaman dengan beradu pandang dengan orang lain, sebuah titik kesulitan bagi banyak penyandang ASD.

Sension, yang masih dalam tahap percobaan, mengambil teknologi selangkah lebih maju. Orang dengan ASD tidak akan berjuang untuk membaca wajah lawan bicara mereka, melainkan mereka dapat membaca display wajah,  dan langsung melihat kata "bahagia”, “terkejut” atau “kecewa”.

Sension dapat membaca wajah seseorang, melalui webcam, dan melaporkan kepada pengguna emosi.  "Apa pun yang dapat digunakan untuk memudahkan pemahaman sosial pada orang dengan autis berpotensi menguntungkan," kata Derek Ott, profesor di UCLA David Geffen School of Medicine seperti dilansir Wired. Ott, yang tidak terlibat dengan Sension, bekerja di Divisi Psikiatri universitas dan secara teratur bertemu dengan  pasien autis.

Voss dan Yan mengatakan inspirasi untuk Sension datang setelah terlalu banyak kursus teknik gagal mempertahankan minat mereka. Mereka ingin cara untuk membuat pembelajaran online lebih efisien, dan seperti Google Glass mulai meroket, duo ini menyadari bahwa penggunaan webcam adalah salah satu cara.

"Kami menyadari harus ada cara yang lebih baik untuk melakukan pembelajaran secara online," kata Voss. "Kami ingin menciptakan pengalaman pendidikan yang lebih interaktif dengan menggunakan webcam."
 

2019 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check