Terapi Alternatif Redakan Sakit Kepala Kronis

Terapi Alternatif Redakan Sakit Kepala Kronis

24 Jan 2021

Dokterdigital.com - Sakit kepala harian kronis menjadi hal sangat mengganggu, tidak saja produktivitas kerja, namun juga hubungan sosial.

Sementara obat dari dokter bisa meredakan gangguan ini, namun banyak orang yang memilih terapi alternatif untuk meredakan sakit kepala membandel. Namun demikian perlu diingat bahwa penggunaan terapi alternatif sebagai salah satu bentuk pengobatan sakit kepala masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

Mayoclinic.org merangkum sejumlah terapi alternatif yang mungkin dapat dipertimbangkan untuk meredakan gangguan sakit kepala kronis sebagai berikut:
 
1. Akupuntur. Teknik kuno ini menggunakan jarum tipis yang dimasukkan ke dalam beberapa bidang kulit pada titik-titik yang ditentukan. Penelitian telah menunjukkan bahwa akupuntur membantu mengurangi frekuensi dan intensitas sakit kepala kronis.

2. Biofeedback. Biofeedback mungkin bermanfaat untuk mengobati sakit kepala. Melalui biofeedback, kita dapat belajar untuk mengontrol sakit kepala dengan menjadi lebih berhati-hati dan kemudian belajar mengubah respon tubuh tertentu seperti ketegangan otot, denyut jantung, dan suhu kulit.

3. Meditasi. Berlatih meditasi dapat membantu relaksasi secara fisik dan membuat mental menjadi lebih tenang. Praktik ini menciptakan keadaan sangat tenang di mana pernapasan melambat dan otot menjadi rileks, sehingga dapat membantu mengatasi rasa sakit dan mengurangi stres.

4. Pijat. Pijatan dapat mengurangi stres, menghilangkan rasa sakit dan menimbulkan relaksasi. Meskipun pijatan mulai tidak dipertimbangkan sebagai pengobatan sakit kepala, pijat akan sangat membantu jika Anda memiliki nyeri pada bagian otot di belakang kepala, leher, dan bahu.

5. Herbal, vitamin, dan mineral.  Penelitian membuktikan bahwa beberapa jenis bumbu dan herbal dapat mencegah migrain atau mengurangi keparahannya. Riboflavin (Vitamin B-2) dalam dosis tinggi dapat mencegah migrain dengan memperbaiki kerusakan pada sel-sel otak. Suplemen koenzim Q-10 mungkin juga dapat membantu, sementara suplemen magnesium sulfat (oral) dapat juga mengurangi frekuensi sakit kepala pada beberapa orang –meskipun tidak semua peneliti sepakat akan hal ini. Tanyakan pada dokter mengenai pengobatan paling tepat untuk Anda. Umumnya riboflavin (vitamin B-12) atau herbal tak disarankan pada wanita hamil.

6. Stimulasi listrik saraf oksipital. Sebuah elektroda baterai bertenaga kecil ditanam melalui pembedahan di dekat saraf oksipital (yang berada di pangkal leher). Elektroda mengirimkan pulsa energi yang terus menerus ke saraf untuk meringankan rasa sakit. Pendekatan ini telah diteliti dan telah menunjukkan beberapa berhasil baik, walaupun bukan merupakan terapi yang umum dilakukan.

Perlu diingat, jika Anda ingin mencoba terapi komplementer atau alternatif, diskusikan dengan dokter mengenai manfaat dan risiko yang mungkin diperoleh.

 

2021 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check