Angka Penderita Katarak di Indonesia Tertinggi di Asia Tenggara

Angka Penderita Katarak di Indonesia Tertinggi di Asia Tenggara

27 Feb 2014

Dokterdigital.com - Katarak merupakan salah satu gangguan kesehatan mata, yang jika tak diobati bisa menyebabkan kebutaan dan mengganggu kualitas hidup penderita.

Sayangnya, penderita katarak di Indonesia merupakan yang tertinggi di kawasan Asia Tenggara. Dikatakan Yeni Dwi Lestari, Ketua Seksi Penanggulangan Buta Katarak Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (SPBK-Perdami), setiap tahunnya muncul sebanyak 210 ribu kasus katarak baru di Tanah Air. Ini menjadikan Indonesia berada di posisi teratas untuk kasus kebutaan di Asia Tenggara.

Yeni mengatakan sepertinya penanggulangan katarak belum menjadi prioritas dari Kementrian Kesehatan, sehingga mengalami banyak kendala.

Dia menambahkan, jumlah penderita katarak di Indonesia diperkirakan sekitar 1,5 persen dari jumlah seluruh penderita katarak di dunia. "Karenanya kebutuhan akan layanan operasi katarak dengan harga yang terjangkau sangat diperlukan," ujar Yeni di Jakarta, baru-baru ini.

Katarak merupakan kekeruhan pada lensa mata yang menyebabkan gangguan penglihatan. Jika sudah parah, selaput katarak dapat menghalangi masuk cahaya secara total, sehingga mengakibatkan kebutaan.

Untuk mengobatinya, penderita harus melakukan pembedahan dengan mengeluarkan lensa yang keruh, dan menggantinya dengan lensa tanam buatan. "Operasi katarak dapat dilakukan dengan mikroskop dan mesin fako-emulsifikasi, yang memanfaatkan getaran ultrasonik untuk menghancurkan selaput katarak," ujarnya.

Yeni menambahkan, katarak tak bisa dihindari, karena terkait dengan pertambahan usia seseorang, khususnya mereka di usia di atas 50 tahun. Namun di Indonesia banyak yang usia 40 tahun banyak yang sudah menderita katarak.

Yeni berbagi tip untuk menghindari katarak, antara lain:

1. Hindari paparan matahari secara langsung.

2. Gunakan alat pelindung saat beraktivitas di luar ruang, misalnya sedang berjemur.

3. Biasakan menjaga pola hidup sehat, dengan mengonsumsi makanan sehat dan berolahraga.

4. Hindari hal-hal yang bisa memicu timbulnya penyakit diabetes melitus (kencing manis), karena penyakit tersebut berpotensi timbulnya katarak.

5. Bila sudah terkena katarak, sebaiknya sejak dini diperiksakan ke dokter dan dilakukan tindakan, misalnya operasi.

2021 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check