Mari Kenali Penyebab Produksi Keringat Kurang

Mari Kenali Penyebab Produksi Keringat Kurang

06 Dec 2018

Dokterdigital.com - Anhidrosis, alias produksi keringat kurang, terjadi ketika kelenjar keringat berhenti bekerja. Hal ini dapat terjadi karena beberapa alasan, yaitu:

1. Kerusakan saraf
Sistem saraf otonomik mengatur kegiatan tubuh involunter (spontan/tanpa disengaja) seperti pencernaan, detak jantung, tekanan darah dan suhu tubuh. Munculnya cedera pada saraf yang mengendalikan sistem ini dapat memengaruhi fungsi kelenjar keringat Anda.

Banyak penyakit yang dapat merusak saraf otonom, termasuk:

• Sindroma Ross, yakni sebuah gangguan saraf perifer

• Diabetes

• Alkoholisme

• Penyakit Parkinson

• Beberapa  jenis atropi sistem, yakni gangguan neurodegeneratif yang cukup progresif

• Amiloidosis, disebabkan oleh penumpukan zat yang disebut protein amiloid pada organ anda

• Sindrom Sjogren, yang menyebabkan mata dan mulut yang kering

• Sel kecil kanker paru-paru

• Gangguan metabolisme langka, seperti penyakit Fabry

• Sindrom Horner, yang merusak saraf pada wajah dan mata

2. Kerusakan pada kulit

• Tersumbatnya saluran. Penyakit kulit atau kondisi yang menghambat saluran keringat (oklusi poral) adalah penyebab paling umum dari anhidrosis.

• Cedera kulit. Cedera fisik pada kulit anda, terutama akibat luka bakar yang parah, dapat merusak kelenjar keringat anda secara permanen.

3. Obat-obatan tertentu

• Banyak jenis obat resep - termasuk beberapa obat untuk jantung, tekanan darah, kontrol kandung kemih, mual dan kondisi kejiwaan - dapat mengurangi jumlah keringat.

• Keringat biasanya kembali normal ketika penggunaan obat tersebut dihentikan.

• Jika Anda mengembangkan anhidrosis ketika memulai jenis pengobatan baru, beritahukan dokter Anda.

4. Faktor genetik

• Beberapa kelainan genetik dapat menyebabkan disfungsi kelenjar keringat.

Hypohidrotic ectodermal dysplasia, yaitu kelainan bawaan yang menyebabkan tubuh menghasilkan kelenjar keringat dalam jumlah yang sangat sedikit.

5. Dehidrasi
Hal ini terjadi ketika tubuh tidak memiliki cukup cairan untuk menjalankan fungsi normal tubuh. Dalam kasus yang paling parah, dehidrasi dapat mengganggu kemampuan tubuh untuk berkeringat.

Dehidrasi dapat disebabkan oleh kombinasi diare dan muntah yang intens, demam yang sangat tinggi, berkeringat berlebihan tanpa adanya pengganti dari cairan yang hilang, peningkatan buang air kecil – sering kali ditimbulkan sebagai akibat dari diabetes mellitus atau diabetes insipidus (beser, sering buang air kecil) yang tidak terdiagnosis atau tidak terkontrol, alkohol dan obat-obatan tertentu seperti diuretik, antihistamin, obat tekanan darah, dan beberapa obat psikiatris.

Anhidrosis yang mempengaruhi sebagian kecil tubuh biasanya tidak menjadi masalah dan tidak memerlukan pengobatan. Tapi jika daerah yang mengalami penurunan keringat cukup luas, maka hal ini bisa mengancam jiwa. Pengobatan mungkin tersedia untuk mengatasi faktor penyebab anhidrosis, demikian Mayoclinic.org.
 

2018 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check