theguardian

Efek Negatif Insomnia yang Perlu Diketahui

25 Aug 2015

Dokterdigital.com, Jakarta - Tidak bisa tidur di malam hari? Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Sleep pada 2009 telah menemukan bahwa orang yang menderita insomnia mengalami kenaikan tekanan darah malam hari, yang dapat menyebabkan masalah jantung.

Penyelidikan, yang mengukur tekanan darah 24 jam penderita insomnia dibandingkan dengan mereka yang tertidur nyenyak, dilakukan oleh para peneliti dari Université de Montréal, Hôpital du Sacré-Cœur de Montréal Sleep Disorders Centre dan Université Laval.

"Selama bertahun-tahun, insomnia kronis dapat memiliki efek negatif pada jantung orang yang sehat," kata penulis Paola A. Lanfranchi, seorang profesor di Fakultas Kedokteran Université de Montréal dan peneliti di Hopital du Sacré-Cœur de Montréal Sleep Disorders Centre. "Sementara  tekanan darah menurun pada mereka yang tidur teratur dan memberikan kesempatan jantung istirahat, insomnia memprovokasi tekanan darah malam hari lebih tinggi yang dapat menyebabkan risiko kardiovaskular jangka panjang dan merusak jantung.”

Temuan ini penting mengingat bahwa insomnia, yang merupakan kesulitan kronis untuk mengantuk atau tidur,  memengaruhi hingga 48 persen dari populasi di beberapa titik dalam hidup mereka. Sebagai bagian dari studi ini, tim ilmiah merekrut 13 penderita insomnia kronis yang sehat dan 13 orang dengan kualitas tidur yang baik. Subyek menghabiskan 40 jam di laboratorium tidur: dua malam untuk adaptasi dan satu untuk pemantauan diikuti oleh hari intervensi.

"Siklus tekanan darah terutama terkait dengan siklus bangun-tidur," kata rekan penulis Jacques Montplaisir, seorang profesor di Departemen Psikiatri Université de Montréal dan direktur Hôpital du Sacré-Cœur de Montréal Sleep Disorders Centre. "Karena tekanan darah meningkat di kalangan penderita insomnia, orang dengan penyakit jantung yang jelas sangat berisiko untuk perkembangan penyakit."

Penelitian ini didanai oleh Institut Penelitian Kesehatan Kanada, Yayasan Jantung dan Stroke Québec dan the Fonds de Recherche en Sante du Québec, demikian dilansir ScienceDaily.
 

2020 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check