Bagi yang Mampu, Vaksinasi Covid-19 Bayar Sendiri

Bagi yang Mampu, Vaksinasi Covid-19 Bayar Sendiri

25 Nov 2020

Dokterdigital.com - Vaksin merupakan salah satu cara yang dilakukan untuk menahan laju penularan COVID-19. Pemerintah saat ini tengah mempersiapkan program vaksinasi ini, dan menjamin bahwa perjalanan pelaksanaan vaksinasi COVID-19 nanti bakal transparan. 

 

Ketua Pelaksana Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Erick Thohir, mengatakan, Sejak awal, pemerintah terus melakukan sosialisasi dan juga pertemuan-pertemuan dengan para pakar seperti, ITAGI, juga IDI. “Semua kita libatkan, karena ini merupakan faktor terpenting dalam penanganan COVID-19 yaitu penyelamatan terhadap manusia. Dalam rangka transparansi pelaksanaan vaksinasi COVID-19, pemerintah juga menyiapkan infrastuktur sistem satu data,” kata Erick dalam acara webinar dengan tema “Kesiapan Infrastruktur Data Vaksinasi COVID-19” yang berlangsung Selasa (24/11).

 

Terdapat lima tujuan utama dalam membangun sistem informasi pelaksanaan vaksin COVID-19, yaitu:

1. Mengintegrasikan data dari berbagai sumber menjadi satu data. 

2, Menyaring data individu penerima vaksin prioritas.

3. Membangun aplikasi pendaftaran vaksin baik program pemerintah maupun program mandiri. 

4. Memetakan suplai dan distribusi vaksin dengan lokasi vaksin.

5. Memonitor hasil pelaksanaan vaksinasi.

 

“Proses dari ujung ke ujung pelaksanaan vaksinasi COVID-19 ini bukan perkara mudah, karena ini mungkin pertama kalinya kita melakukan hajatan sebesar ini terutama di bidang pelayanan kesehatan,” ujar Direktur Digital Healthcare PT Bio Farma (Persero), Soleh Ayubi. “Proses ini akan melibatkan banyak pihak, apalagi melihat alur waktu dan jumlah yang akan divaksinasi itu luar biasa besar.”

 

Namun demikian dipastikan semua proses ini akan mengikuti berbagai regulasi seperti, regulasi Kementerian Kesehatan, Badan Pengawas Makanan dan Obat (BPOM), Kementerian Komunikasi dan Informasi, serta dukungan aparat keamanan. Dalam hal ini pemerintah akan memanfaatkan teknologi untuk mengotomatisasi pelaksanaan vaksinasi COVID-19 ini. Tujuannya untik menghindari kesalahan serta mempercepat proses.

 

Seluruh data penerima vaksin COVID-19 prioritas, kini sedang dalam tahap pencocokan dan pengintegrasian antar kementerian dan lembaga terkait. “Kita sedang mengintegrasikan data dari berbagai sumber seperti, BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, Kementerian Kesehatan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, TNI, dan Polri.  “Sistem ini nanti akan bisa memberikan data baik untuk program vaksin COVID-19 pemerintah maupun program mandiri. Apabila sudah terdaftar dalam satu sistem, nanti tidak bisa terduplikasi atau terdaftar dalam sistem lainnya, sehingga mengurangi kemungkinan duplikasi dan memberikan vaksin lebih tepat sasaran”, imbuh Direktur Digital Bisnis PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk, Fajrin Rasyid.

 

Sistem satu data ini telah disimulasikan sebanyak dua kali di tempat terpisah. Simulasi pertama dilakasanakan di Puskesmas Tanah Sareal, Kota Bogor pada Rabu (18/11), simulasi kedua dilakukan di Puskesmas Cikarang, Bekasi pada Kamis (19/11).

 

Sementara itu Bio Farma dan anak perusahaannya mendapat mandat untuk melakukan pengadaan, pengemasan, dan pendistribusian vaksin COVID-19. “Bio Farma ditugaskan melakukan distribusi sampai ke Dinas Kesehatan Provinsi. Dan mungkin juga akan dilibatkan ke dalam proses yang lain. Berkaitan dengan vaksin mandiri, tujuh BUMN farmasi nantinya juga akan membuka layanan vaksinasi.

 

Pemerintah telah menyiapkan dua skema vaksinasi yaitu, skema vaksinasi bantuan pemerintah untuk tenaga kesehatan, pelayanan publik, TNI, Polri, Satpol PP, Aparat Hukum, dan Peserta BPJS Penerima Bantuan Iuran, kedua adalah skema vaksinasi mandiri, yaitu vaksinasi yang biayanya ditanggung oleh masyarakat secara perorangan.  “Kontribusi masyarakat yang mengikuti vaksinasi mandiri ini tidak kalah pentingnya, melihat penduduk Indonesia yang sangat besar, sehingga tentu kelompok masyarakat yang mempunyai kemampuan ekonomi lebih, sudah seyogyanya membantu pemerintah dengan membayar vaksinasi sendiri,” tandas Erick.

2021 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check