Sariawan atau Kanker Mulut? Kenali Tanda dan Gejalanya

Sariawan atau Kanker Mulut? Kenali Tanda dan Gejalanya

20 Nov 2020

Dokterdigital.com - Kanker mulut memang masih terbilang jarang terjadi di Indonesia, namun bukan berarti lantas kita menjadi lengah. Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, kanker mulut tercatat 5,6 persen dari total kasus kanker. Akan tetapi, diperkirakan angkanya akan meningkat 21,5 persen di tahun 2020 akibat kurangnya deteksi dini dan gejala yang kerap diabaikan. 

 

Banyak orang mungkin sulit membedakan antara kanker mulut dan sariawan. Sariawan tidak termasuk penyakit mulut yang serius dan tidak berbahaya, sehingga perawatannya kerap dianggap sepele. “Hal ini berbeda dengan kanker mulut,” demikian dikatakan dokter spesialis penyakit mulut, Rusmawati, dari RS Mitra Keluarga Bintaro, dalam acara media webinar yang digelar Kalbe Farma, baru-baru ini.

 

Beberapa hal yang merupakan gejala kanker mulut antara lain sariawan yang tidak kunjung sembuh (lebih dari 1 bulan), rasa sakit di rongga mulut yang tidak sembuh, pembengkakan pada dagu akibat bengkaknya kelenjar limfa submandibular, rasa mengganjal di tenggorakan yang tidak hilang, kesulitan mengunyah dan menelan, gigi goyang/tanggal di sekitar tumor, benjolan pada leher, penurunan berat badan dan bau mulut.

 

Cara membedakan sariawan dengan kanker mulut juga bisa dengan memperhatikan bentuknya. Lesi dalam mulut bisa disebut sariawan atau bukan, bila memenuhi lima indikator. Mulai dari berbentuk bulat atau oval, membentuk kawah atau cekungan, diikuti rasa sakit, dasar luka berwarna putih kekuningan, dan pinggiran merah karena peradangan. 

 

Sariawan dengan kanker mulut juga bisa melalui perubahan warnanya. Sariawan atau stomatitis aftosa memiliki ciri pinggiran merah dan dasar luka berwarna putih atau kekuningan. Bila pinggiran sariawan mengalami perubahan, misalnya engeras atau menggulung yang tidak menimbulkan rasa sakit perlu dicurigai, apalagi bila sariawan berbentuk bintil-bintil.

 

Sariawan umumnya akan mereda dan hilang dalam waktu satu atau dua minggu. “Blla sariawan disertai perdarahan, sulit bicara, ada peruvahan pada suara dan rahang terasa sakit, curigai itu bukan sariawan biasa. Segera periksa ke dokter,” saran  Rusmawati.

 

Dokter spesialis penyakit mulut ini menyarankan setiap orang melakukan  pemeriksaan mulut secara mandiri melalui gerakan Samuri (Periksa Mulut Sendiri). Samuri dilakukan dengan langkah berikut ini: Cuci tangan hingga bersih, berdiri di depan cermin, periksa bibir bagian atas dan bawah, periksa gusi atas dan bawah, periksa pipi bagian kanan dan kiri, periksa lidah bagian atas dan bawah, periksa rongga mulut atas dan bawah, periksa lidah sisi kanan dan kiri serta periksa kelincahan, kekakuan dan pergerakan lidah. Jika menemukan kejanggalan, jangan tunda untuk menemui dokter untuk diagnosis lebih lanjut.

Newsletter
Daftarkan alamat email anda untuk mendapatkan informasi terkini tentang kesehatan.
2020 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check