Ilmuwan Ingatkan Bahaya Pemberian Antibiotik di Bawah 2 Tahun

Ilmuwan Ingatkan Bahaya Pemberian Antibiotik di Bawah 2 Tahun

17 Nov 2020

Dokterdigital.com - Dalam studi kasus retrospektif, peneliti Mayo Clinic telah menemukan bahwa antibiotik yang diberikan kepada anak-anak di bawah 2 tahun dikaitkan dengan beberapa penyakit atau kondisi yang sedang berlangsung, mulai dari alergi hingga obesitas, demikian menurut temuan yang telah dipublikasikan di Mayo Clinic Proceedings.

 

Menggunakan data catatan kesehatan dari Rochester Epidemiology Project, sebuah kolaborasi penelitian berbasis populasi di Minnesota dan Wisconsin, para peneliti menganalisis data lebih dari 14.500 anak. Sekitar 70% dari anak-anak telah menerima setidaknya satu pengobatan dengan antibiotik untuk penyakit sebelum usia 2 tahun. Anak-anak yang menerima berbagai pengobatan antibiotik lebih mungkin untuk mengalami berbagai penyakit atau kondisi di kemudian hari di masa kanak-kanak mereka.

 

Studi menemukan, jenis dan frekuensi penyakit bervariasi tergantung usia, jenis obat, dosis dan jumlah dosis. Ada juga beberapa perbedaan antara anak laki-laki dan perempuan. Kondisi yang terkait dengan penggunaan awal antibiotik termasuk asma, rinitis alergi, masalah berat badan dan obesitas, alergi makanan, gangguan memusatkan perhatian, penyakit celiac, dan dermatitis atopik. 

 

Para penulis berspekulasi bahwa meskipun antibiotik mungkin hanya mempengaruhi mikrobioma sementara, kumpulan mikroba dalam tubuh, ini mungkin memiliki konsekuensi kesehatan jangka panjang. "Kami ingin menekankan bahwa studi ini menunjukkan hubungan — bukan penyebab — dari kondisi ini," kata Nathan LeBrasseur, Ph.D., seorang peneliti di Robert and Arlene Kogod Center on Aging dari Mayo Clinic dan penulis senior studi tersebut. 

 

"Temuan ini menawarkan kesempatan untuk menargetkan penelitian di masa depan untuk menentukan pendekatan yang lebih andal dan lebih aman untuk waktu, dosis dan jenis antibiotik untuk anak-anak dalam kelompok usia ini,” imbuhnya.

 

Sementara data terbaru menunjukkan peningkatan beberapa kondisi masa kanak-kanak yang terlibat dalam penelitian ini, para ahli tidak yakin mengapa bisa terjadi demikian. Selain masalah resistensi beragam obat, antibiotik dianggap aman oleh sebagian besar dokter anak. 

 

Para peneliti mengatakan bahwa tujuan akhirnya adalah memberikan pedoman praktis bagi dokter tentang cara teraman menggunakan antibiotik di awal kehidupan, demikian MedicalXpress.

 

Logo Artikel
Artikel Terkait

Newsletter
Daftarkan alamat email anda untuk mendapatkan informasi terkini tentang kesehatan.
2020 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check