Mengenal Manfaat Imunomodulator untuk Perkuat Sistem Kekebalan Tubuh

Mengenal Manfaat Imunomodulator untuk Perkuat Sistem Kekebalan Tubuh

29 Oct 2020

Dokterdigital.com - Berbagai patogen, bakteri, virus, jamur, parasit ditemukan dalam lingkungan hidup. Mikroorganisme itu dapat masuk ke dalam tubuh kita dan menimbulkan penyakit. Sistem kekebalan tubuh yang kuat umumnya dapat membantu tubuh melawan penyakit. Namun jika imunitas lemah, maka imbasnya tubuh menjadi gampang sakit.

 

Di masa pandemi seperti sekarang ini, imunitas harus dijaga agar dapat optimal menjaga kekuatan tubuh. Untuk itulah kita butuh bantuan imunomodulator, yaitu zat yang berfungsi memperkuat sistem imun tubuh, sehingga mampu melindungi tubuh secara optimal dari infeksi atau mikroorganisme patogen (yang bersifat merugikan).

 

Menurut Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI) Inggrid Tania, imunomodulator bekerja dengan menstimulasi mekanisme pertahanan spesifik (satu jenis antigen) dan non-spesifik (berbagai macam antigen). Selain itu, imunomodulator juga berperan sebagai imunostimulan, yaitu senyawa yang dapat meningkatkan mekanisme pertahanan tubuh. "Konsumsi imunomodulator untuk tingkatkan daya tahan tubuh sangat penting, terlebih saat ini masyarakat sedang menghadapi ancaman virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19," kata Inggrid di acara temu media daring yang dihelat Deltomed Laboratories, baru-baru ini.

 

Masyarakat dapat memperoleh zat imunomodulator dengan mengonsumsi tanaman herbal, seperti meniran, daun kelor, kunyit juga echinacea, baik dalam bentuk segar maupun produk siap minum. Dikatakan Inggrid, konsumsi imunomodulator alami yang berasal dari ketiga herbal tersebut dapat digunakan dalam jangka waktu panjang dan tanpa batas durasi maksimal. Pasalnya meniran, daun kelor dan kunyit secara umum tidak memiliki kontra indikasi yang membahayakan tubuh. "Meski begitu, penggunaan imunomodulator yang sifatnya imunostimulan kuat sebaiknya dibatasi selama 6-8 minggu atau dengan konsultasi dokter, sebab dikhawatirkan dapat mencetuskan penyakit autoimun dan memperparah alergi," ujar Inggrid.

 

Dalam paparannya, Inggrid menjelaskan manfaat dan kekuatan tanaman herbal sebagai imunomodulator:

 

1. Echinacea (Echinacea purpurea)

 

Bersifat imunostimulasi mempercepat penyembuhan selesma dan infeksi saluran pernapasan atas. Maksimal pemakaian selama 8-16 minggu berturut-turut. Kontra-indikasi untuk penyakit autoimun.

 

2. Meniran (Phyllanthus niruri)

 

Bersifat imunostimulasi. Mempercepat penyembuhan infeksi virus cacar air. Aman untuk pemakaian jangka panjang. Hasil uji klinis ekstrak meniran menunjukkan bahwa ekstrak meniran 50 mg 3 kali sehari secara signifikan meningkatkan regulasi respons imun oleh sel-sel imun seperti leukosit dan limfosit Th-2 (Radityawan,2005). Ekstrak Meniran menghambat peradangan pada uji klinis double-blind,randomized, placebo-controlled pada subjek dengan tuberkulosisl  sedang-berat (Halim and Saleh, 2005). Pada studi in-vitro diperoleh hasil bahwa ekstrak meniran memicu proliferasi sel mononuklear pada darah perifer, meningkatkan pelepasan nitrit oksida, dan meningkatkan fagositosis oleh makrofag. 

 

3. Kunyit (Curcuma longa)

 

Bersifat imunostimulasi, bersifat anti-radang, memelihara dan memperbaiki sistem pencernaan, aman untuk pemakaian jangka panjang

 

4. Daun kelor (Moringa oleifera)

 

Bersifat imunostimulasi. Sumber nutrisi: kalsium, zat besi, fosfor, kalium, zinc, protein, vitamin A, vitamin B, vitamin C, vitamin D, vitamin E, vitamin K, asam folat dan biotin. Aman untuk pemakaian jangka panjang

 

Membangun daya tahan tubuh yang prima melalui konsumsi herbal juga dianjurkan oleh BPOM dalam Buku Saku Obat Tradisional untuk Daya Tahan Tubuh dan Pedoman Penggunaan Herbal dan Suplemen Kesehatan dalam Menghadapi COVID-19. Pilihlah imunomodulator yang produksi dengan standar Good Manufacturing Practices (GMP) dan Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB) sehingga produk tersebut memiliki kualitas yang baik, berkhasiat, dan aman, bersertifikat halal yang dapat dikonsumsi semua kalangan.

 

Newsletter
Daftarkan alamat email anda untuk mendapatkan informasi terkini tentang kesehatan.
2020 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check