Bunda, Probiotik Bisa Kurangi Kolik pada Bayi Lho

Bunda, Probiotik Bisa Kurangi Kolik pada Bayi Lho

29 Apr 2018

Dokterdigital.com - Menyediakan probiotik (bakteri baik) untuk bayi sehat tak lama setelah mereka lahir dapat mengurangi perkembangan gangguan gastrointestinal dan episode menangis berkepanjangan di kemudian hari, demikian menurut sebuah studi baru di Italia.

Dalam studi tersebut, bayi yang baru lahir yang menerima dosis harian probiotik Lactobacillus reuteri hanya memiliki sedikit episode tangisan (kolik), sembelit dan regurgitasi (refluks) pada usia tiga bulan dibandingkan dengan bayi yang baru lahir yang diberi plasebo.

Penggunaan probiotik juga memiliki manfaat dalam hal mengurangi biaya perawatan kesehatan, seperti uang yang dihabiskan untuk kunjungan gawat darurat, atau uang yang hilang ketika orangtua mengambil cuti kerja. Rata-rata, keluarga dengan bayi yang mengambil probiotik menghemat sekitar US$ 119 per anak (setara Rp 1,4 juta), kata para peneliti.

Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengonfirmasi temuan tersebut sebelum dapat direkomendasikan untuk bayi yang baru lahir, kata para ahli. Saat ini, dokter tidak menyarankan bahwa probiotik dapat digunakan secara rutin pada bayi, kata Dr William Muinos, direktur departemen gastroenterologi di Rumah Sakit Anak Miami, yang tidak terlibat dengan penelitian ini.

Dan meskipun pengobatan itu tidak berhubungan dengan peristiwa berbahaya dalam studi saat ini, penggunaan probiotik berpotensi menimbulkan risiko bagi bayi yang baru lahir, kata Muinos. Sebagai contoh, lapisan saluran usus bayi yang baru lahir kurang matang, dan lebih berpori, dibandingkan dengan anak yang lebih tua yang dapat menyebabkan beberapa bakteri untuk meresap ke dalam aliran darah. Risiko ini perlu dievaluasi dalam studi masa depan, kata Muinos.

Kolik bayi, gastroesophageal reflux dan sembelit, merupakan gangguan pencernaan yang paling umum yang membuat bayi mesti mengunjungi dokter pada bulan-bulan pertama kehidupannya.

Dalam studi baru tersebut, Dr Flavia Indrio dari University of Bari Aldo Moro di Italia dan rekan secara acak mengamati 554 bayi yang lahir cukup bulan untuk menerima tetes harian Lactobacillus reuteri yang dicampur dengan minyak, atau hanya campuran minyak (plasebo).
Baik orangtua maupun dokter tidak mengetahui perlakuan yang diterima anak-anaknya.

Orangtua diminta untuk mencatat episode muntah, buang air besar dan episode tangisan dalam sebuah jurnal harian, serta jumlah kunjungan dokter anak yang mereka buat.

Setelah tiga bulan, durasi rata-rata tangisan per hari sebanyak 38 menit bagi bayi yang menerima probiotik dibandingkan 71 menit bagi mereka yang menerima plasebo. Rata-rata jumlah regurgitasi per hari adalah 2,9 bagi mereka yang menerima probiotik dibandingkan 4,6 bagi mereka yang menerima plasebo, dan rata-rata jumlah buang air besar bagi mereka yang menerima probiotik adalah 4,2 dibanding 3,6 bagi mereka yang menerima plasebo.

Alasan yang tepat untuk efek menguntungkan dari probiotik pada bayi tidak diketahui, tetapi mikroba usus dikenal memainkan peran dalam penyerapan makanan, pergerakan usus dan banyak fungsi lainnya, kata Muinos.

Karena kondisi seperti kolik, sembelit dan gastroesophageal reflux dapat didefinisikan dalam berbagai cara, studi masa depan probiotik pada bayi harus secara jelas menentukan kriteria yang harus dipenuhi untuk (memenuhi syarat) bisa didiagnosis dengan penyakit ini, kata Muinos.

Dan karena tidak semua kolik berhubungan dengan gejala gastrointestinal, probiotik tidak selalu membantu dengan kondisi tersebut, tandas Muinos.

Dalam sebuah editorial yang menyertai penelitian, Dr Bruno Chumpitazi dan Dr Robert Shulman, keduanya dari Baylor College of Medicine, menyebut hasil itu “menjanjikan”.

"Namun, studi masa depan perlu mengikuti anak-anak selama beberapa tahun untuk menguji apakah ada konsekuensi jangka panjang dari menggunakan probiotik dalam masa pertumbuhan,” kata mereka.

Penelitian dan editorial yang diterbitkan dalam jurnal JAMA Pediatrics edisi 13 Januari 2013. Riset ini didanai oleh perusahaan Swedia BioGaia AB, yang membuat probiotik. Namun demikian perusahaan tidak memiliki peran dalam desain, analisis atau interpretasi penelitian, demikian Live Science.***

2019 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check