Hidden Hunger Mengintai di Masa Pandemi Covid-19

Hidden Hunger Mengintai di Masa Pandemi Covid-19

24 Oct 2020

Dokterdigital.com - Pandemi Covid-19 berdampak sangat luas terutama bagi banyak keluarga atau kelompok yang rentan. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)  mengkhawatirkan dampak pandemi pada status gizi dari mereka yang paling terdampak, terutama mereka yang dari keluarga miskin dan rentan. Pada awal krisis, diperkirakan 2 juta anak balita di Indonesia mengalami wasting (gizi kurang), 7 juta anak stunting (pendek) dan 2 juta lainnya kelebihan berat badan. 

 

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga menyoroti bahaya hidden hunger, yaitu rasa lapar yang tersembunyi akibat kekurangan vitamin dan mineral (gizi mikro) yang diperkirakan meningkat di tengah pandemi. Rasa lapar tersembunyi terjadi ketika kualitas makanan yang dimakan orang tidak memenuhi kebutuhan gizinya, sehingga makanan tersebut kekurangan zat gizi mikro seperti vitamin dan mineral yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang. Menurut WHO, tak kurang dari 2 miliar warga global menderita kekurangan vitamin dan mineral.

 

Wanita dan anak-anak dalam keluarga berpenghasilan rendah seringkali tidak mendapatkan cukup vitamin A, yodium dan zat besi, dan nutrisi penting lainnya. Kekurangan gizi mikro membatasi pertumbuhan, perkembangan, kesehatan dan kapasitas kerja. Dampak akibat terjadinya defisiensi gizi mikro  sangat banyak. Kekurangan zat besi, misalnya, anemia atau kurang darah yang membuat tubuh cepat lelah. Namun jika kondisinya semakin parah bisa menyebabkan kecacatan. Oleh karena itu memastikan setiap orang mendapatkan vitamin, mineral, dan nutrisi penting akan membantu mencegah malnutrisi.

 

Dokter spesialis gizi klinik Florentina M. Rahardja mengatakan zat gizi mikro adalah zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah sedikit, namun berperan sangat penting dalam pembentukan hormon, aktivitas enzim berbagai metabolisme dalam tubuh, termasuk kerja sistem imun. “Salah satu sumber vitamin dan mineral yang alami adalah buah-buahan,” ujar Florentina di sela diskusi daring #SunprideBuatKebaikan baru-baru ini.

 

Pada anak-anak, kekurangan gizi mikro dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan, menurunkan fungsi kognitif dan menurunkan imunitas. “Pada akhirnya anak yang kekurangan gizi mikro menjadi rentan terhadap infeksi dan berdampak pada prestasi di sekolah,” imbuh Florentina.

 

Mikronutrien (vitamin dan mineral) memiliki fungsi penting, di antaranya pembentukan hormon, aktivitas enzim dalam metabolisme, aktivitas neurotransmitter, replikasi sel dan DNA, produksi energi dalam tubuh, pertumbuhan dan perkembangan, imunitas, antioksidan.

 

Meningkatkan keragaman makanan dengan menyediakan makanan dengan jumlah mikronutrien yang memadai adalah salah satu cara paling efektif untuk mencegah kelaparan tersembunyi secara berkelanjutan. Pemenuhan kebutuhan gizi mikro pada bayi di bawah 1 tahun misalnya bisa dilakukan dengan pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) padat gizi.

 

Mengingat kekurangan gizi mikro  dapat berpengaruh terhadap tumbuh kembang dan masa depan anak, maka memenuhi asupannya sangat penting, misalnya dengan memberikan buah dan sayur sebagai sumber vitamin dan mineral alami.  “Buah dapat diberikan sejak usia 6 bulan sebagai makanan tambahan,” ujar Florentina seraya menambahkan berikan buah beragam agar vitamin dan mineral yang diperoleh bervariasi serta anak tidak bosan.

 

Florentina menambahkan, buah merupakan sumber gizi mikro alami yang langsung dapat dikonsumsi tanpa melalui pengolahan apapun.Buah mengandung serat larut dan tidak larut dengan  kandungan zat gizi tetap terjaga secara alami. Pisang adalah salah satu buah yang tinggi mikronutrien yaitu kalium, karbohidrat, serat, vitamin C dan lainnya. “Konsumsilah buah secara beragam dua hingga tiga porsi sehari. Di masa pandemi, untuk meningkatkan imunitas, konsumsi buah utuh bisa ditingkatkan,” jelas Florentina.

 

Dokter gizi klinis ini sepakat bahwa hidden hunger akibat kekurangan gizi mikro akan berdampak pada imunitas tubuh. “Sel imun akan tidak bekerja optimal jika kekurangan vitamin dan mineral,” bebernya.

 

Apakah hidden hunger bisa diperbaiki? “Tergantung tahapannya. Jika masih dalam tahap kekurangan masih bisa diperbaiki, namun jika sudah parah, misalnya pada kasus kekurangan vitamin A dalam waktu lama yang menyebabkan ulkus kornea, sifatnya tidak bisa kembali ,” tandas Florentina.

2020 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check