Wanita Muda Lebih Mungkin Menderita 'Long Covid'

Wanita Muda Lebih Mungkin Menderita 'Long Covid'

22 Oct 2020

Dokterdigital.com - Orang yang lebih tua, wanita dan mereka dengan berbagai gejala pada minggu pertama penyakit tampaknya paling mungkin mengembangkan “Long Covid”, menurut sebuah makalah pracetak yang diposting online oleh para peneliti di King's College London, Rabu (21/10).

 

Makalah ini mendefinisikan “Long Covid” sebagai gejala yang menetap selama lebih dari empat minggu, sementara durasi pendek Covid didefinisikan sebagai kurang dari 10 hari, tanpa kambuh di tahap berikutnya. Sekitar 1 dari 20 orang dengan Covid-19, atau 4,5%, cenderung mengalami gejala selama delapan minggu atau lebih, demikian ditunjukkan data aplikasi Covid Symptom Study. Analisis itu belum dipublikasikan dalam jurnal peer-review (ditinjau oleh sejawat).

 

Data dikumpulkan dari 4.182 pengguna aplikasi di Inggris yang dilaporkan positif terkena virus corona dan secara teratur mencatat informasi kesehatan mereka di aplikasi. Ketika sampai pada rangkaian gejala yang dilaporkan, penelitian mengidentifikasi dua kelompok utama penderita Covid yang berkepanjangan, yaitu kelompok 1 mengalami gejala gangguan pernapasan, seperti batuk dan sesak napas, kelelahan, dan sakit kepala, sedangkan kelompok 2 mengalami gejala "multi-sistem" di banyak bagian tubuh, seperti jantung berdebar-debar, masalah usus, kesemutan atau mati rasa, dan kabut otak (brain fog).

 

“Penting bagi kami untuk menggunakan pengetahuan yang diperoleh dari gelombang pertama pandemi untuk mengurangi dampak jangka panjang gelombang kedua. Ini akan membuka jalan bagi ujicoba intervensi awal untuk mengurangi efek jangka panjang,” tutur Dr. Claire Steves, akademisi klinis dan penulis senior dari King's College London.

 

Sementara sebagian besar orang dengan Covid-19 dalam penelitian tersebut melaporkan kembali normal dalam 11 hari atau kurang, sekitar 1 dari 7 melaporkan gejala yang berlangsung setidaknya selama empat minggu, sekitar 1 dari 20 selama setidaknya delapan minggu dan sekitar 1 dari 50. setidaknya selama 12 minggu.

 

Penderita Covid-19 juga dua kali lebih mungkin untuk melaporkan kekambuhan setelah mereka pulih dibandingkan dengan mereka yang memiliki  durasi ”Covid pendek" (16% vs 8,4%).

 

Studi menemukan, sekitar 1 dari 5 orang dewasa yang lebih tua dari 70, atau 21,9%, yang dites positif terkena virus corona mengembangkan Covid dalam durasi lama dibandingkan dengan sekitar 1 dari 10 orang berusia 18 hingga 49 tahun. Wanita lebih mungkin menderita Covid-19 dalam durasi lama daripada pria - yaitu 14,9% wanita dibandingkan dengan 9,5% pria - tetapi hanya pada kelompok usia yang lebih muda.

 

Orang yang mengembangkan Covid lama juga memiliki BMI rata-rata yang sedikit lebih tinggi daripada mereka yang menderita Covid pendek, menurut makalah itu. Para peneliti juga menemukan bahwa orang dengan asma lebih mungkin mengembangkan Covid dalam waktu lama, tetapi tidak menemukan hubungan yang jelas dengan kondisi kesehatan lain yang mendasari.

 

Analisis tersebut memiliki beberapa keterbatasan, di antaranya didasarkan pada informasi yang dilaporkan sendiri, dilakukan secara online melalui aplikasi, dan pengguna aplikasi tersebut tidak proporsional adalah perempuan dan lebih muda dari 70 tahun.

 

Para peneliti menggunakan informasi tersebut untuk mengembangkan model untuk memprediksi siapa yang paling berisiko terkena COVID-19 berdasarkan usia, jenis kelamin, dan jumlah gejala awal mereka. Uji statistik menunjukkan bahwa prediksi sederhana ini mampu mendeteksi lebih dari dua pertiga (69%) orang yang kemudian terkena “LongCovid” (sensitivitas), dan 73% efektif menghindari alarm palsu (spesifisitas).

 

Tim kemudian menguji model ini terhadap kumpulan data independen dari 2.472 orang yang melaporkan hasil tes antibodi virus corona positif dengan berbagai gejala dan menemukan bahwa model itu memberikan prediksi risiko yang serupa, demikian dilaporkan CNN.

2020 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check