Kunjungan Pasien Kanker ke RS Turun 45% Selama Pandemi Covid-19

Kunjungan Pasien Kanker ke RS Turun 45% Selama Pandemi Covid-19

21 Oct 2020

Dokterdigital.com - Kanker tercatat sebagai salah satu penyakit yang mematikan. Penyakit ini menjadi penyebab kematian ketiga terbanyak di Indonesia setelah jantung dan stroke. Kanker yang dominan terjadi pada wanita adalah kanker payudara dan serviks, sedangkan pada pria kanker paru dan kolorektal.  

 

Jumlah angka kematian dunia akibat kanker pada 2018 mencapai  9,6 juta. Data Kemenkes RI menyebut di tahun yang sama angka kematian kanker di Indonesia mencapai 207.210. Angka kematian itu kalau direfleksikan dengan pembiayaan kesehatan cukup tinggi. Besar pembiayaan Jaminan Kesehatan Nasional untuk kanker tahun 2018 sebesar Rp3,41 triliun. Umumnya 70 persen kasus di Indonesia diketahui setelah stadium lanjut, sehingga terlambat ditangani dan membutuhkan biaya perawatan besar.

 

Menurut Ketua Umum Perhimpunan Onkologi Radiasi Indonesia Prof. Dr. dr. Soehartati A. Gondhowiardjo, SpRad (K) OnkRad, penelitian terbaru memprediksikan bahwa lebih dari 575,000 kasus kanker akan ditemukan di Indonesia. “Artinya, hampir meningkat dua per tiga dari 350.000 kasus yang dilaporkan saat 2018,” ujar Prof. Soehartati dalam acara Webinar 'Radioterapi: Mengatasi Tantangan-Tantangan Pasien Melalui Inovasi' baru-baru ini. 

 

Radioterapi memiliki peran penting dalam menangani kanker, yang juga digunakan untuk mendiagnosis dan mengobati lebih dari setengah kasus kanker di Indonesia. “Radioterapi merupakan perawatan inti onkologi, yang melibatkan pemusnahan sel kanker  dengan cara mengeksposnya pada gelombang berintensitas tinggi. Radioterapi hanya menargetkan pada sel kanker,” imbuh Prof. Soehartati.

 

Seiring perkembangan teknologi, saat ini sudah ada berbagai macam perawatan untuk kanker berbasis teknologi dengan hasil yang lebih menjanjikan dibandingkan dengan teknologi konvensional. Kasus kanker di Indonesia diprediksikan mengalami peningkatan secara pesat pada dekade terakhir. Sehingga penting bagi negara untuk meningkatkan akses pada perawatan termutakhir untuk pasien kanker.

 

Direktur Utama RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo, Lies Dina Liastuti menjelaskan selama pandemi terjadi penurunan sampai 45% kunjungan pasien kanker. “Jadi hampir separuh pasien yang membutuhkan perawatan tetapi tidak bisa mengakses layanan di rumah sakit karena khawatir tertular Covid-19,” ujarnya. “Sebanyak 60%-70% pasien kanker memiliki daya tahan tubuh yang lemah. Khawatirnya kanker bisa menjadi penyakit komorbid yang meningkatkan angka kematian.”

 

Lies mengatakan sejalan dengan tingginya kasus kanker di RSCM dengan tingkat severitas yang beragam, RSCM melalui Instalasi Radiasi Onkologi yang menjadi bagian dari Pelayanan Kanker Terpadu (PKaT) RSCM telah dapat melayani masyarakat dengan tambahan alat radioterapi yang terbaru dengan kualitas terbaik dan teknologi mutakhir yang dibutuhkan pasien.

 

Berkat teknologi mutakhir, kini dapat dimungkinkan adanya kontrol yang lebih baik untuk sel kanker dengan risiko komplikasi. Teknologi inovatif radioterapi di Instalasi Pelayanan Terpadu Onkologi Radiasi (IPTOR) RSCM merupakan hasil kolaborasi dengan Varian. Instalasi Pelayanan Terpadu Onkologi Radiasi (IPTOR) RSCM telah mengenalkan sistem Halcyon Varian di awal 2020 dan sejauh ini telah digunakan untuk merawat sejumlah pasien. Halcyon diharapkan untuk dapat membantu memberikan pengobatan untuk kanker paru-paru, prostat, payudara, kepala dan leher, juga berbagai jenis kanker lainnya.

2020 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check