Ide Herd Immunity untuk Hentikan Pandemi Tuai Kecaman

Ide Herd Immunity untuk Hentikan Pandemi Tuai Kecaman

16 Oct 2020

Dokterdigital.com - Setelah berbulan-bulan berupaya membatasi penyebaran virus corona di Amerika Serikat, kekebalan kawanan telah muncul sebagai topik kontroversial. Selama panggilan telepon dengan wartawan, awal pekan ini, pejabat senior administrasi Gedung Putih membahas deklarasi kontroversial yang ditulis oleh beberapa ilmuwan yang menganjurkan untuk mengakhiri penguncian, membangun kekebalan dan mendorong mereka yang tidak rentan terhadap Covid-19 untuk melanjutkan kehidupan ‘normal’ di masa pandemi.

 

Deklarasi Great Barrington, demikian gagasan tentang kekebalan kawanan, sangat erat dengan apa yang dikatakan Presiden Trump selama berbulan-bulan - yang diklaim sangat melindungi orang tua yang berisiko tinggi dan rentan serta membuka sekolah dan membiarkan masyarakat agar kembali beraktivitas, demikian disampaikan seorang pejabat senior pemerintah selama panggilan telepon kepada awak media tersebut, awal pekan ini,

 

Namun banyak ahli memperingatkan bahwa gagasan untuk membiarkan virus corona baru beredar bebas - juga dikenal sebagai pendekatan kekebalan kelompok alias herd immunity merupakan gagasan berbahaya. Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia Tedros Adhanom Ghebreyesus bahkan menyebutnya tidak etis.

 

"Membiarkan virus berbahaya yang tidak sepenuhnya kita pahami untuk beredar bebas tidak etis," kata Tedros dalam sebuah penjelasan kepada media menanggapi gagasan kekebalan kawanan yang dilontarkan Gedung Putih.

 

Tedros menjelaskan bahwa kekebalan kelompok adalah konsep yang digunakan untuk vaksinasi, bukan pengendalian pandemi. "Dalam sejarah kesehatan masyarakat, kekebalan kawanan tidak pernah digunakan sebagai strategi untuk menanggapi wabah, apalagi pandemi. Ini bermasalah secara ilmiah dan etika," kata Tedros. "Membiarkan virus bersirkulasi tanpa terkendali, oleh karena itu, berarti membiarkan infeksi, penderitaan, dan kematian yang tidak perlu."

 

Sementara itu Dr. Anthony Fauci, Direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular, bereaksi terhadap gagasan perlindungan terfokus - yang dikemukakan dalam Deklarasi Great Barrington - mengatakan bahwa gagasan itu tidak masuk akal, dan ide membiarkan virus berkeliaran tanpa tindakan perlindungan apa pun itu merupakan hal konyol.

 

Menurut Fauci, deklarasi tersebut berisi beberapa hal yang menurutnya membodohi orang. Dia mengatakan bahwa agenda tersembunyi dalam deklarasi tersebut adalah implikasi bahwa jika membiarkan orang terinfeksi dan mencemaskan tentang melindungi mereka yang rentan, diperkirakan sekitar 30% populasi memiliki kondisi yang sudah ada (penyakit penyerta) yang membuat mereka lebih rentan untuk mendapatkan kejadian buruk dan akibat yang serius terkait Covid-19.

 

Fauci mengatakan gagasan bahwa AS memiliki kekuatan untuk melindungi yang rentan adalah “omong kosong" dan itu telah terbukti tidak terjadi dalam sejarah. “Berbicara dengan siapa pun yang memiliki penyakit menular atau pengalaman epidemiologi akan mengatakan bahwa itu (kekebalan kawanan) berisiko dan akan menyebabkan lebih banyak infeksi pada orang yang rentan yang akan menyebabkan rawat inap dan kematian,” beber Fauci.

 

Ahli epidemiologi  WHO, Maria Van Kerkhove, menggarisbawahi bahwa kekebalan kawanan adalah pendekatan yang berbahaya dalam memerangi pandemi virus corona. “Kekebalan kelompok, sebagai pendekatan, dengan membiarkan virus beredar, jelas berbahaya. Itu menyebabkan kasus yang tidak perlu terjadi, sebagaimana halnya dengan kematian,” ujarnya dilaporkan CNN.

 

“Ini bukan strategi untuk virus ini,” Van Kerkhove, seorang ahli epidemiologi penyakit menular yang merupakan pimpinan teknis virus corona di Program Kedaruratan Kesehatan WHO.

 

Vaksinasi Cara Terbaik

 

Vaksin masih merupakan cara terbaik untuk mengakhiri pandemi Covid-19, kata para ahli kesehatan, menambahkan bahwa mengejar kekebalan kawanan akan berbahaya. “Gagasan untuk membiarkan virus beredar tanpa terkendali melalui komunitas melewatkan poin dasar bahwa kita semua terhubung,” kata mantan direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS Dr. Thomas Frieden.

 

Frieden menanggapi upaya untuk mempromosikan kekebalan kawanan sebagai jawaban atas Covid-19. Gagasan tersebut didorong oleh mereka yang ingin menghentikan kerusakan ekonomi yang disebabkan oleh pandemi.

 

Virus corona telah menginfeksi lebih dari 7,9 juta orang dan menewaskan sedikitnya 216.872 orang di Amerika, menurut data dari Universitas Johns Hopkins.

 

Vaksin untuk melawan Covid-19 kemungkinan baru akan tersedia untuk beberapa kelompok pada akhir tahun. Tetapi beberapa politisi yang berharap untuk membalikkan malapetaka ekonomi dari pandemi telah menerima gagasan untuk membiarkan virus menyebar sampai cukup banyak orang yang terinfeksi dan mengembangkan kekebalan sehingga tidak ada tempat untuk menyebar selanjutnya.

 

Pejabat senior administrasi Gedung Putih, dalam panggilan telepon dengan wartawan pada hari Senin, membahas deklarasi kontroversial yang ditulis oleh para ilmuwan yang mengadvokasi pendekatan semacam itu. Tapi gagasan itu dikecam sebagai kesalahan berbahaya yang tidak didukung oleh bukti ilmiah - yang berisiko terhadap morbiditas dan mortalitas yang signifikan di seluruh populasi, tulis 80 ilmuwan dari seluruh dunia dalam sebuah surat terbuka.

 

“Setiap infeksi di mana pun berpotensi menjadi ancaman di tempat lain karena bahkan jika Anda merasa baik-baik saja dan mengatasinya tanpa masalah, tanpa konsekuensi jangka panjang, Anda mungkin menyebarkannya kepada seseorang yang meninggal karenanya. Dan itulah yang kami lihat semua. di seluruh negeri,” kata Frieden.

 

Tidak mungkin hanya mereka yang rentan terlindungi dari penyebaran, kata Frieden. Dan membiarkan virus merajalela kemungkinan akan menyebabkan epidemi berulang karena tidak ada bukti bahwa orang dilindungi dalam jangka panjang setelah mereka terinfeksi.  Cara terbaik untuk mencapai kekebalan secara luas, kata Frieden, adalah melalui vaksin.

 

Pendekatan baru Covid-19 di AS - jika itu benar akan dijalankan - tidak diragukan lagi akan menambah penderitaan di AS secara besar-besaran dalam waktu yang sangat singkat.

 

Kesalahan inti adalah keyakinan bahwa satu-satunya alternatif agar ekonomi berjalan kembali adalah membiarkan virus menyebar secara luas di masyarakat. Sebaliknya, sejumlah tindakan kesehatan masyarakat dasar sudah cukup, seperti yang telah ditunjukkan banyak negara lain, untuk mengendalikan penyebaran virus.

2020 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check