Kecerdasan Buatan Mampu Prediksi Risiko Penyakit Kardiovaskular Lebih Baik

Kecerdasan Buatan Mampu Prediksi Risiko Penyakit Kardiovaskular Lebih Baik

16 Oct 2020

Dokterdigital.com - Tim peneliti internasional telah mengembangkan cara menggunakan kecerdasan buatan untuk memprediksi risiko pasien terkena penyakit kardiovaskular. Pada makalah yang diterbitkan di jurnal Nature Biological Engineering, peneliti menjelaskan penggunaan pemindaian pembuluh darah retinal sebagai sumber data untuk sistem pembelajaran mendalam yang akan mengajarkan untuk mengenali tanda-tanda penyakit kardiovaskular pada manusia.

 

Selama lebih dari 100 tahun, dokter telah mengamati mata pasien untuk mencari perubahan pada pembuluh darah retina. Pembuluh darah di retina yang dapat mencerminkan dampak tekanan darah tinggi selama periode waktu tertentu. Dampak seperti itu dapat menjadi indikator penyakit kardiovaskular di masa yang akan datang. 

 

Seiring waktu, para ilmuwan medis telah mengembangkan instrumen yang memungkinkan dokter mata untuk melihat dengan lebih baik bagian mata yang paling rentan terhadap kerusakan akibat hipertensi dan menggunakannya sebagai bagian dari proses untuk mendiagnosis pasien yang kemungkinan besar akan terkena penyakit. Tetapi alat-alat seperti itu masih membutuhkan seorang profesional medis untuk membuat keputusan terakhir. Dalam upaya baru ini, para peneliti telah mengajarkan sistem Akecerdasan buatan untuk mengenali jenis gejala yang sama tanpa perlu campur tangan manusia.

 

Pekerjaan oleh tim tersebut melibatkan pelatihan sistem kecerdasan buatan untuk menemukan penanda penyakit kardiovaskular dengan mempelajari pemindaian pembuluh darah retinal (misalnya guna mencari derajat penyempitan arteriol retina) bersama dengan data yang menjelaskan penanda untuk pasien tertentu. Tetapi agar sistem seperti itu dapat melakukan pekerjaan ini, pertama-tama harus belajar mengenali penanda dengan mempelajari ribuan gambar bersama dengan data yang menyoroti penanda terkait untuk setiap pasien. Dalam kasus ini, para peneliti melatih sistem pada lebih dari 70.000 gambar semacam itu dari orang-orang dengan latar belakang yang beragam.

 

Untuk menguji keakuratan sistem, para peneliti membandingkan hasil dari sistem kecerdasan buatani tu dengan diagnosis yang diberikan oleh dokter yang menggunakan metode pengujian tradisional untuk mendiagnosis risiko penyakit kardiovaskular, misalnya, diabetes, obesitas, BMI (indeks massa tubuh), kolesterol, dan kadar hemoglobin terglikasi. Para peneliti mengklaim sistem mereka mengungguli para ahli berdasarkan pelacakan pasien setelah pengujian.

 

Para peneliti menyarankan bahwa sistem diagnostik berbasis kecerdasan buatan untuk memprediksi permulaan penyakit kardiovaskular dapat memberikan alat baru bagi dokter yang ingin ‘menangkap’ penyakit lebih dini pada pasien, sehingga mengurangi gejala dan mudah-mudahan mengurangi hasil yang fatal.

2020 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check