Kontrol Hipertensi: Ukur dengan Benar

Kontrol Hipertensi: Ukur dengan Benar

15 Oct 2020

Dokterdigital.com - Tekanan darah tinggi alias hipertensi adalah pembunuh senyap. Penyakit ini sering datang tanpa gejala yang jelas. Selain genetik, pilihan gaya hidup tertentu dapat membuat seseorang berisiko lebih besar terkena tekanan darah tinggi. Jika tidak dikelola, kerusakan yang disebabkan oleh tekanan darah tinggi pada sistem peredaran darah merupakan faktor yang berkontribusi signifikan terhadap serangan jantung, stroke, dan ancaman kesehatan lainnya.

 

Menurut Ketua Umum InaSH (Indonesian Society of Hypertension - Perhimpunan Dokter Hipertensi Indonesia ), dr. Tunggul D. Situmorang, Sp.PD-KGH, untuk mengetahui apakah seseorang mengalami hipertensi harus melalui pengukuran. “Pengukuran bisa dilakukan mandiri d rumah dan ber diksulang-ulang, menggunakan alat ukur yang tepat,” ujar Tunggul di sela diskusi daring yang dihelat OMRON Healthcare Indonesia, baru-baru. Alat yang tidak akurat bisa membahayakan, terutama dalam penanganan/pengobatan hipertensi,

 

Kapan seseorang dikatakan hipertensi? Angka tekanan darah kurang dari 120/80 mm Hg dianggap dalam kisaran normal.  Tekanan darah tinggi terjadi ketika pembacaan secara konsisten berkisar antara 120-129 sistolik dan diastolik kurang dari 80 mm Hg.  Sedangkan Hipertensi Stadium 1 adalah ketika tekanan darah secara konsisten berkisar antara 130-139 sistolik atau diastolik 80-89 mm Hg. Pada tahap tekanan darah tinggi ini, dokter kemungkinan akan meresepkan perubahan gaya hidup dan dapat mempertimbangkan untuk menambahkan obat tekanan darah berdasarkan risiko penyakit kardiovaskular aterosklerotik (ASCVD), seperti serangan jantung atau stroke.

 

“Tekanan darah tinggi tidak selalu langsung diberi obat. Dokter akan menilai kondisi pasien dengan seksama. Jika masih dapat dikontrol dengan gaya hidup, misalnya melalui makanan dan olahraga, maka itu dulu yang dilakukan," kata Tunggul.

 

Terkait makanan, Tunggul menyebut penyandang hipertensi disarankan melakukan diet DASH, yang berfokus pada buah-buahan, sayuran, biji-bijian, unggas, ikan, dan makanan olahan susu rendah lemak. Pengobatan dan perubahan gaya hidup menawarkan kombinasi yang kuat untuk mencegah atau mengurangi masalah kesehatan akibat tekanan darah tinggi.

 

Hal lain yang perlu dilakukan untuk mengontrol hipertensi melalui gaya hidup antara lain:

 

Kurangi asupan garam

Usahakan untuk membatasi natrium hingga kurang dari 2.300 miligram (mg) sehari atau kurang. Namun, asupan natrium yang lebih rendah - 1.500 mg sehari atau kurang - ideal untuk kebanyakan orang dewasa.

 

Turunkan berat badan

Riset menunjukkan dengan menurunkan berat badan sedikit saja bagi mereka yang kegemukan dapat membantu menurunkan tekanan darah.

 

Olahraga/aktivitas fisik

Olahraga teratur menurunkan tekanan darah dan membantu stres dan penurunan berat badan. WHO menyarankan olahraga sekira 30 menit sehari atau 150 menit dalam seminggu

 

Kelola stres.

Saat stres, orang cenderung melakukan sejumlah hal yang tidak sehat, misal melampiaskan pada makan tidak terkontrol - yang dapat meningkatkan tekanan darah. Cobalah mengelola stres dengan cara yang sehat, seperti latihan pernapasan dalam dan meditasi.

 

Hindari atau batasi konsumsi

Alasannya alkohol dapat meningkatkan tekanan darah.

 

Berhenti merokok.

Tembakau menyebabkan tekanan darah meningkat dan plak menumpuk dengan cepat di arteri.

 

Jika dokter menyarankan minum obat untuk mengontrol tekanan darah, patuhilah. Perubahan gaya hidup, minum obat, mengukur tekanan darah secara berulang setiap hari perlu dilakukan untuk mengelola hipertensi. Jangan mengubah apa pun  - apalagi menghentikan pengobatan - tanpa berbicara dengan dokter terlebih dahulu.

 

2020 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check