Sulit Diprediksi Berapa Lama Gejala Covid-19 Bertahan

Sulit Diprediksi Berapa Lama Gejala Covid-19 Bertahan

15 Oct 2020

Dokterdigital.com - Orang yang telah terinfeksi virus corona mungkin akan bertanya-tanya berapa lama gejala COVID-19 bertahan atau akan hilang? Jawabnya tergantung. Sebagian besar pasien virus corona memiliki penyakit ringan hingga sedang dan pulih dengan cepat. Pasien yang lebih tua dan sakit parah cenderung membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih. Itu termasuk mereka yang mengalami obesitas, atau memiliki tekanan darah tinggi dan penyakit kronis lainnya, demikian menurut laman WebMD.

 

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan pemulihan biasanya memakan waktu dua hingga enam minggu. Satu penelitian di Amerika Serikat menemukan bahwa sekitar 20% orang yang tidak dirawat di rumah sakit berusia 18 hingga 34 tahun masih memiliki gejala setidaknya dua minggu setelah jatuh sakit. Hal yang sama berlaku untuk hampir setengah dari orang yang berusia 50 tahun ke atas.

 

Di antara mereka yang cukup sakit untuk dirawat di rumah sakit, sebuah penelitian di Italia menemukan 87% masih mengalami gejala dua bulan setelah sakit. Gejala yang menetap termasuk kelelahan dan sesak napas.

 

Khalilah Gates, spesialis paru-paru di Chicago, mengatakan banyak dari pasien COVID-19 yang dirawat di rumah sakit masih mengalami episode batuk, kesulitan bernapas, dan kelelahan tiga hingga empat bulan setelah infeksi. Dia mengatakan sulit untuk memprediksi kapan tepatnya pasien COVID-19 akan kembali merasa sehat.

 

"Bagian yang meresahkan dari semua ini adalah kami tidak memiliki semua jawabannya," kata Gates, asisten profesor di Fakultas Kedokteran Universitas Northwestern. Sulit juga untuk memprediksi pasien mana yang akan mengalami komplikasi setelah penyakit awal mereka mereda.

 

COVID-19 dapat memengaruhi hampir setiap organ, dan komplikasi jangka panjang dapat mencakup peradangan jantung, penurunan fungsi ginjal, brain fog, kecemasan, dan depresi. “Tidak jelas apakah virus itu sendiri atau peradangan yang ditimbulkannya mengarah pada masalah yang berkepanjangan ini,” kata Dr. Jay Varkey, spesialis penyakit menular Universitas Emory. "Begitu sembuh dari penyakit akut, belum tentu masalahnya selesai.”

2020 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check