Amankah Makan Makanan yang Jatuh ke Lantai Belum 5 Detik?

Amankah Makan Makanan yang Jatuh ke Lantai Belum 5 Detik?

12 Oct 2020

Dokterdigital.com - Setelah memasak dengan semangat untuk membuat hidangan bagi keluarga tercinta, saat hendak menuang hasilnya untuk dinikmati malang tak tak dapat ditolak. Makanan itu jatuh ke lantai. Galau antara mengambil kembali dan menyajikan di meja makan atau membuangnya ke tempat sampah. Mungkin banyak yang memutuskan menyelamatkan makanan itu dengan alasan ‘belum 5 detik bersentuhan dengan lantai’.

 

Secara ilmiah, mengonsumsi makanan yang sudah tergeletak di lantai selama beberapa detik mungkin benar-benar menimbulkan risiko- tidak peduli seberapa bersih kondisi lantai atau seberapa ketat Anda menegakkan aturan tidak menggunakan sepatu di dapur. Pertimbangkan ini: Ada lebih banyak jenis kuman yang hidup di rumah daripada di halaman. 

 

Faktanya, keragaman jamur dan bakteri 50 persen lebih tinggi di lingkungan dalam ruangan daripada lingkungan luar ruangan, menurut sebuah penelitian pada September 2015 yang dipublikasikan di jurnal Proceedings of the Royal Society B. Beberapa di antaranya memiliki efek negatif pada kesehatan manusia dan patogen ini bisa tinggal di lantai.

 

"Tidak ada yang mau menyia-nyiakan makanan, tetapi faktanya kita sangat mungkin untuk jatuh sakit karena makan makanan yang jatuh ke lantai," kata Toby Amidor, RD, CDN dan penulis The Best Rotisserie Chicken Cookbook. 

 

Tubuh  memang memiliki sistem pertahanan, tetapi hanya ada tingkat tertentu yang dapat digunakannya untuk menjaga berbagai hal. Misalnya, jika kita menyiapkan ayam mentah untuk makan siang, di lantai dapur mungkin terdapat salmonella - bakteri yang dapat menyebabkan diare, demam, dan kram perut dalam delapan hingga 72 jam, menurut laman Mayoclinic. org.

 

Atau, jika membuat taco dengan daging giling tadi malam, lantai dapur mungkin memiliki jenis bakteri Escherichia coli (E. coli) berbahaya yang disebut E. coli O157: H7, yang dapat menyebabkan diare, kram perut dan nyeri, serta mual dan muntah tiga hingga empat hari setelah terpapar. Dalam waktu kurang dari lima detik, kuman inibisa mengontaminasi makanan yang hatuh di lantai.

 

Dan jika dalam keluarga memiliki hewan peliharaan, mereka dapat membawa kuman ke dapur tergantung pada apa yang bawa. Misalnya, kotoran kucing dapat menyebarkan Toxoplasma gondii, parasit yang menyebabkan penyakit yang dapat memicu masalah kesehatan yang serius pada individu yang berisiko tinggi. Gejalanya menyerupai flu dan termasuk nyeri otot atau nyeri yang berlangsung selama berbulan-bulan, ditambah penglihatan kabur dan mata merah, menurut Academy of Nutrition and Dietetics.

 

“Hewan peliharaan sebenarnya dapat menyebarkan patogen ke manusia melalui lantai,” kata Randy Worobo, PhD, profesor mikrobiologi makanan di Cornell University. "Ada begitu banyak cara yang menyebabkan kontaminasi di lantai. Itulah mengapa ada aturan umum bahwa jika makanan sudah kontak dengan lantai, maka sebaiknya kita tidak mengonsumsinya.”

 

Bahkan berjalan-jalan di sekitar rumah dapat menyebarkan kuman, itulah sebabnya melepas sepatu saat masuk ke dalam rumah tidak menjamin lantai aman. "Jika seseorang mengalami diare karena penyakit bawaan makanan, mungkin ada kontaminasi di lantai kamar mandi," kata Dr. Worobo. “Kita bisa melacak potensi patogen itu di seluruh rumah.” 

 

Amidor dan Dr. Worobo setuju: Makan makanan yang jatuh ke tanah adalah ide yang buruk. "Saya tidak pernah merekomendasikan memakannya," kata Amidor. "Ketika Anda menjatuhkan makanan ke lantai, maka makanan itu harus dibuang demi alasan keamanan dan cobalah lebih berhati-hati saat menyiapkan makanan.”

 

2020 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check