4 Makanan Probiotik yang Bantu Turunkan Berat Badan

4 Makanan Probiotik yang Bantu Turunkan Berat Badan

08 Oct 2020

Dokterdigital.com - Probiotik dan kesehatan usus bekerja sama untuk menciptakan lingkungan cerna yang sehat. Tetapi perut yang sehat mungkin bukan satu-satunya alasan untuk menambahkan makanan kaya probiotik ke dalam pola makan harian. Bagi mereka yang ingin mengatur berat badan (baca mengurangi kelebihan lemak), menambahkan makanan kaya probiotik bisa menjadi pilihan yang menguntungkan.

 

Probiotik adalah mikroorganisme hidup yang secara alami ada di sistem pencernaan manusia dan dapat ditemukan dalam makanan fermentasi tertentu. Ada berbagai jenis probiotik, yang paling umum adalah kelompok Lactobacillus dan Bifidobacterium. Strain berbeda telah dikaitkan dengan manfaat kesehatan yang berbeda pula.

 

Mengenai apakah probiotik dapat membantu menurunkan berat badan, sains belum sepenuhnya jelas. Sebagian besar penelitian yang dilakukan tentang efek probiotik sejauh ini berfokus pada kesehatan kekebalan dan cara memperbaiki kondisi pencernaan. Yang jelas adalah usus yang sehat adalah kunci kesehatan secara keseluruhan. Menjalani gaya hidup sehat tentu saja dapat mendorong penurunan berat badan. 

 

Jadi, probiotik memang tidak akan mengubah tubuh menjadi mesin pembakar lemak. Namun seiring dengan kebiasaan sehat seperti makan dengan baik dan sering berolahraga, hal itu dapat membantu kita menuju pencernaan yang lebih sehat. Nah, tubuh yang lebih sehat dapat membantu mempermudah tujuan penurunan berat badan.

 

Membuat jurnal makanan adalah salah satu cara paling efektif untuk mengatur berat badan. Menggunakan aplikasi- misalnya MyPlate - akan membantu melacak kalori dengan mudah, tetap fokus, dan mencapai tujuan. Bagi yang masih bingung makanan apa saja yang mengandung probiotik, berikut beberapa di antaranya:

 

1. Yogurt

Yogurt - yang dibuat dengan memfermentasi susu dengan asam laktat dan strain Bifidobacteria - merupakan salah satu makanan probiotik yang paling terkenal dan memiliki beragam manfaat kesehatan - mulai dari mengurangi diare yang disebabkan oleh antibiotik pada anak-anak hingga meningkatkan tekanan darah pada orang dewasa. Sebagai protein tanpa lemak, yogurt menjadi pilihan baik untuk membantu penurunan berat badan apa pun. Pastikan untuk memeriksa label nutrisi penting, yaitu yogurt mengandung kultur hidup atau aktif, dan tidak memiliki banyak gula tambahan.

 

Mungkin berlawanan dengan intuisi, tetapi memilih yogurt berlemak penuh daripada yogurt bebas lemak sebenarnya dapat membantu Anda menurunkan lebih banyak berat badan, menurut Harvard Health Publishing. Alasanya, lemak membantu tubuh merasa kenyang, dan kita cenderung tidak makan kalap saat kenyang.

 

2. Kefir

Kefir adalah bentuk susu fermentasi yang dapat diminum yang mungkin merupakan sumber probiotik yang lebih baik daripada yogurt. Itu karena kefir mengandung beberapa strain bakteri dan ragi sehat, sedangkan yogurt hanya mengandung strain bakteri. Kefir juga lebih rendah laktosa daripada yogurt dan dapat dengan aman dimakan oleh orang yang tidak toleran laktosa, menurut ulasan  di Jurnal Mikrobiologi Brazil.

 

Kefir dan produk susu lainnya mungkin sangat bermanfaat bagi wanita lanjut usia: Meningkatkan asupan makanan olahan susu menjadi empat hingga lima porsi sehari membantu wanita pascamenopause menurunkan berat badan dalam ujicoba acak yang diterbitkan di Nutrients, mei 2019.

 

3. Sauerkraut (asinan kubis)

Sauerkraut penuh dengan probiotik dan juga rendah kalori. Faktanya, satu cangkir sauerkraut memiliki lebih sedikit kalori menurut MyFoodDat dibandingkan jumlah yang sama dari apel, wortel atau bayam. Makanan ferementasi ini juga sumber serat yang baik, yang membantu kita merasa kenyang. Sebuah penelitian yang diterbitkan Februari 2015 di Annals of Internal Medicine menemukan bahwa hanya mengonsumsi 30 gram serat setiap hari dapat membantu menurunkan berat badan seefektif diet yang lebih rumit. Dan menurut studi tahun 2015 yang diterbitkan dalam jurnal Obesity, probiotik Lactobacillus (ditemukan dalam kubis yang difermentasi) dapat mencegah penambahan berat badan dan penumpukan lemak. Carilah varietas asinan kubis yang tidak dipasteurisasi, karena proses pasteurisasi membunuh mikroorganisme yang memberikan manfaat probiotik.

 

4. Tempe

Tempe adalah alternatif lauk nabati yang populer. Tempe merupakan produk kedelai fermentasi yang dibentuk menjadi balok atau papan panjang. Tempe merupakan makanan andalan bagi vegetarian yang tidak makan daging. Sementara vitamin B12 sulit didapat tanpa suplemen (karena vitamin ini terutama ditemukan pada daging dan ikan), proses fermentasi kedelai menghasilkan beberapa B12.

 

Menukar daging dengan protein nabati seperti tempe dapat membantu menurunkan berat badan. Dalam sebuah penelitian terhadap lebih dari 9.000 orang, mereka yang paling banyak menjalankan pola makan nabati (alias makan lebih banyak tumbuhan dan lebih sedikit daging) memiliki BMI dan persentase lemak tubuh yang lebih rendah dan pinggang yang lebih kecil, menurut laporan Epidemiology pada Maret 2019.

2020 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check