Masker Diduga Kuat Berikan Sistem Kekebalan Pemakainya

Masker Diduga Kuat Berikan Sistem Kekebalan Pemakainya

27 Sep 2020

Dokterdigital.com - Mungkinkah masker - yang telah terbukti sebagai perisai paling efektif melawan COVID-19 bisa memiliki manfaat lain? Beberapa peneliti sekarang percaya bahwa masker mengekspos pemakainya pada dosis penyakit yang lebih kecil - dan tidak terlalu berbahaya - yang malah memicu respons kekebalan.

 

Teori yang belum terbukti ini menunjukkan bahwa masker dapat membantu ‘menguatkan imun’ saat kita menunggu vaksin. Masker kain non-medis atau masker sekali pakai telah direkomendasikan di seluruh dunia, terutama sebagai cara untuk membantu menghentikan orang yang terinfeksi menyebarkan virus corona penyebab COVID-19.

 

Meskipun tidak menawarkan perlindungan penuh, masker berpotensi mengurangi jumlah virus yang dihirup oleh pemakainya, menurut sebuah makalah baru-baru ini yang diterbitkan bulan ini di New England Journal of Medicine (NEJM).

 

"Kami berhipotesis bahwa semakin tinggi dosis (atau inokulum) virus yang masuk ke tubuh, maka seorang individu bisa makin sakit,” kata kata salah satu penulis Monica Gandhi, spesialis penyakit menular di Universitas California San Francisco. "Kami pikir masker mengurangi dosis virus yang dihirup dan, dengan demikian, meningkatkan tingkat infeksi tanpa gejala."

 

Gandhi, direktur UCSF-Gladstone Center for AIDS Research, mengatakan bahwa infeksi tanpa gejala terkait dengan respons kekebalan yang kuat dari limfosit T — sejenis sel darah putih — yang dapat melawan COVID-19. "Kami pikir masker dapat bertindak sebagai semacam 'jembatan' menuju vaksin dengan memberi kita kekebalan," katanya, seraya menambahkan bahwa para peneliti meluncurkan beberapa studi untuk mencoba dan menguji teori tersebut. Dalam hal ini termasuk melihat apakah kebutuhan masker di kota-kota tertentu telah mengurangi tingkat keparahan penyakit di sana.

 

Mereka juga mempelajari studi antibodi di Taiwan, di mana masker ada di mana-mana tetapi hanya ada sedikit batasan. "Tentu saja, ini masih teori, tetapi ada banyak argumen yang mendukungnya," kata Bruno Hoen, direktur penelitian medis di Institut Pasteur di Paris.

 

“Kita harus melihat secara berbeda penggunaan masker, yang awalnya dianggap tidak perlu oleh otoritas kesehatan karena pasokannya kurang,” ujar Hoen.

 

Saat ini, masker secara luas direkomendasikan untuk memperlambat penyebaran infeksi Covid-19, demikian AFP.

 

2020 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check