Zinc Jadi 'Kunci' dalam Keparahan Covid-19

Zinc Jadi 'Kunci' dalam Keparahan Covid-19

25 Sep 2020

Dokterdigital.com - Jutaan orang di seluruh dunia mengonsumsi suplemen zinc saat gejala flu atau masuk angin. Sekarang, penelitian baru menunjukkan bahwa nutrisi mikro ini mungkin juga berperan dalam hal keparahan pada pasien Covid-19.

 

Para peneliti dari Spanyol yang melaporkan pada konferensi virus corona Eropa menemukan bahwa pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit dengan kadar zinc dalam darah rendah cenderung lebih buruk hasilnya daripada mereka yang memiliki kadar zinc dalam tingkat yang lebih sehat.

 

"Tingkat zinc yang lebih rendah saat masuk rumah sakit berkorelasi dengan peradangan yang lebih tinggi selama infeksi dan hasil yang lebih buruk," kata tim yang dipimpin oleh Dr. Roberto Guerri-Fernandez dari Rumah Sakit Del Mar di Barcelona.

 

Seorang ahli di Amerika Serikat mengatakan temuan itu masuk akal secara intuitif. "Sudah lama diperkirakan bahwa seng meningkatkan sistem kekebalan," kata ahli paru Dr. Len Horovitz, dari Lenox Hill Hospital di New York City. "Penjelasan yang mungkin dalam penelitian ini adalah bahwa zinc mungkin memiliki efek anti-peradangan yang melindungi."

 

Dalam studi baru, tim Guerri-Fernandez melacak hasil medis terhadap hasil tes laboratorium untuk 249 pasien yang dirawat di rumah sakit dengan Covid-19 pada Maret hingga April 2020. Pasien rata-rata berusia 63 tahun dan 21 (8%) meninggal karena penyakit mereka. Semua pasien diuji kadar zinc dalam darahnya pada saat kedatangan - tingkat rata-rata adalah 61 mikrogram per desiliter darah (mcg/dL).

 

Di antara mereka yang meninggal karena Covid-19, kadar zinc dalam darahnya jauh lebih rendah - rata-rata hanya 43 mcg/dL, demikian laporan peneliti. Sebaliknya, tingkat darah di antara mereka yang selamat dari penyakit tersebut rata-rata 63 mcg / dL.

 

Selain itu, tingkat zinc  yang lebih tinggi dalam darah dikaitkan dengan level  protein pro-inflamasi yang lebih rendah ketika pasien terinfeksi, kata para peneliti Spanyol. Studi menemukan - secara keseluruhan, dan setelah menyesuaikan faktor-faktor seperti usia, jenis kelamin, tingkat keparahan penyakit, dan perawatan yang diterima, setiap peningkatan unit zinc dalam darah dikaitkan dengan penurunan 7% kemungkinan pasien meninggal saat berada di rumah sakit.

 

Namun, temuan itu tidak dapat membuktikan sebab dan akibat, serta kelompok studi itu relatif kecil, sehingga studi lebih lanjut diperlukan untuk menilai dampak terapeutik dari hubungan ini, kata Guerri-Fernandez dan rekan-rekannya dalam keterangan pers.

 

Penemuan ini dipresentasikan secara online sebagai bagian dari Konferensi Masyarakat Eropa untuk Mikrobiologi Klinis dan Penyakit Menular (ESCMID) tentang Penyakit Coronavirus. Penelitian yang dipresentasikan pada pertemuan medis harus dianggap pendahuluan sampai diterbitkan dalam jurnal peer-review (yang ditinjau oleh rekan sejawat).

2020 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check