Disfungsi Ereksi Hal Umum, Namun Pria Enggan Membahasnya

Disfungsi Ereksi Hal Umum, Namun Pria Enggan Membahasnya

23 Sep 2020

Dokterdigital.com - Disfungsi ereksi merupakan masalah klasik pada pria, dan banyak yang enggan mengakui hal ini. Survei baru dari European Association of Urology menemukan bahwa kebanyakan pria bahkan tidak menyadari masalah tersebut.

 

"Karena disfungsi ereksi sebenarnya adalah kondisi medis pria yang umum, sangat mengejutkan bahwa mayoritas tidak tahu apa itu disfungsi ereksi,” kata Christopher Chapple, MD, sekretaris jenderal Asosiasi Urologi Eropa.

 

Disfungsi ereksi kurang lebih seperti namanya, yang diartikan sebagai kesulitan mendapatkan atau mempertahankan ereksi untuk hubungan seksual. Disfungsi ereksi  mencakup spektrum yang cukup luas, dari ketidakmampuan untuk mendapatkan ereksi hingga tidak dapat mempertahankan ereksi untuk jangka waktu tertentu.

 

Survei melibatkan lebih dari 3.000 pria dan wanita dari Spanyol, Prancis, Jerman, dan Inggris. Hanya setengah dari mereka yang disurvei tahu apa itu disfungsi ereksi. Sekitar seperempat pria dengan masalah ini tidak pernah membicarakannya dengan orang lain. Untuk pria yang menjalin hubungan, sekitar 70% tidak melaporkan membicarakan disfungsi ereksi dengan pasangannya. Ini bertentangan dengan nasihat Dr. Chapple untuk membicarakan masalah disfungsi ereksi dengan pasangan. “Ini akan memberikan kelegaan dan akan menghilangkan sebagian tekanan. Komunikasi adalah kunci untuk melanggar tabu,” ujarnya.

 

Menurut sebuah artikel dari University of Wisconsin, pada usia 50, sebanyak 10 dari 20 pria akan mengalami disfungsi ereksi. Pada usia 70, sekira 14 dari 20 pria akan mengalami disfungsi ereksi tertentu, dan 3 dari 20 pria akan mengalami disfungsi ereksi lengkap.

 

Sampai batas tertentu, ada perawatan untuk masalah impotensi ini. National Institutes of Health menyarankan modifikasi gaya hidup (seperti berhenti merokok) atau terapi seks bis amnejadi opsi perawatan. Beberapa obat untuk tekanan darah, terapi kanker, dan antidepresan dapat menyebabkan disfungsi ereksi sebagai efek sampingnya. Jadi bagi mereka yang mengonsumsi obat-obatan ini, dengan mengubah resep mungkin akan menghilangkan masalah impotensi. Namun jangan pernah menghentikan pengobatan yang diresepkan tanpa berkonsultasi dengan dokter.

 

Ada juga obat resep yang dapat membantu, seperti Viagra,Cialis, Levitra, Staxyn, dan Stendra. Ada obat yang lebih invasif, serta obat suntik, prostetik, dan bahkan operasi rekonstruktif untuk meningkatkan aliran darah. 

 

NIH memperingatkan pengobatan sendiri dengan suplemen "alami" karena sebenarnya tidak semua obat-obatan atau suplemen yang diklaim alami itu aman. Kombinasi obat resep dan alternatif tertentu dapat menyebabkan masalah kesehatan yang besar, jika dikonsumsi tanpa sepengetahuan dokter.

 

Meskipun diskusi tentang disfungsi ereksi mungkin sulit atau memalukan, hal itu dapat membuka pintu untuk solusi nyata. Seperti halnya semua kondisi kesehatan, pendidikan yang tepat adalah langkah awal untuk mendapatkan pengobatan yang baik.

2020 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check