Plasma Konvalesen Bantu Pasien Covid-19 Lolos dari Maut

Plasma Konvalesen Bantu Pasien Covid-19 Lolos dari Maut

16 Sep 2020

Dokterdigital.com - Sebuah studi baru menemukan beberapa bukti bahwa infus plasma pemulihan (plasma konvalesen) dapat membantu pasien Covid-19 yang sakit parah bertahan lebih baik. Pasien yang diberi perawatan plasma di Rumah Sakit Mount Sinai di New York City sedikit lebih kecil kemungkinannya untuk meninggal dan peluang pemburukan penyakit juga berkurang daripada pasien yang tidak diberi perawatan plasma pemulihan.

 

Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) telah memberikan izin penggunaan darurat untuk penggunaan plasma konvalesen guna mengobati Covid-19. Sebenarnya terapi menggunakan plasma konvalesen adalah pendekatan lama. Idenya adalah bahwa darah orang yang selamat dari penyakit virus - dalam hal ini virus corona - memiliki antibodi dan faktor lain yang dapat memicu respons kekebalan seseorang yang baru saja terinfeksi.

 

Nicole Bouvier dan koleganya di Icahn School of Medicine di Mount Sinai mengamati kasus 39 pasien dengan Covid-19 yang parah atau mengancam nyawa. Sekitar setengahnya mendapat plasma dan sisanya tidak. Sekitar 28% dari mereka yang tidak diobati membutuhkan lebih banyak oksigen seiring berjalannya waktu, dibandingkan dengan 18% mereka yang diobati dengan plasma, demikian seperti dilaporkan di jurnal Nature Medicine.

 

“Kelangsungan hidup juga meningkat pada penerima plasma,” tulis mereka. Sayangnya jumlah pasian tidak cukup pasien dalam ujicoba untuk memberikan angka pasti tentang manfaat kelangsungan hidup. "Plasma konvalesen berpotensi efektif melawan Covid-19, tetapi diperlukan ujicoba terkontrol secara acak yang cukup bertenaga (untuk mengonfirmasi hasil),” tulis tim. “Selain itu, efektivitas transfer antibodi pasif sangat bergantung pada kualitas plasma pemulihan donor.”

 

Perawatan menggunakan plasma konvalesen juga tampaknya cukup aman. “Di antara 39 penerima plasma yang sembuh, tidak ada efek samping serius yang dinilai secara langsung disebabkan oleh transfusi plasma konvalesen.”

2020 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check