Jangan Sepelekan Pingsan Kronis

Jangan Sepelekan Pingsan Kronis

16 Sep 2020

Dokterdigital.com - “Pingsan itu tidak menyenangkan pada siapa saja, dan kadang menakutkan,” ujar Hank Green, seorang tokoh sains, dalam video YouTube. "Saat pingsan, kemungkinan karena ada masalah dengan sistem saraf, sehingga otak tidak mendapatkan cukup oksigen."

 

Bagi sebagian orang, pingsan adalah pengalaman yang jarang terjadi. PIngsan bisa terjadi karena berbagai sebab, bahkan mungkin karena hal sepele, misalnya saat pengambilan darah, melihat darah, mengalami trauma fisik, atau terlalu lelah. 

 

Klinik Cleveland melaporkan bahwa sekitar sepertiga orang pernah pingsan pada suatu saat dalam hidup mereka. Pingsan sesekali belum tentu sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Tapi pingsan kronis bisa sangat menakutkan dan berbahaya. "Jika itu terjadi berulang kali, itu berdampak besar pada kualitas hidup - sama besarnya dengan penyakit kronis," kata Michele Brignole, Ph.D., dalam komentar di European Society of Cardiology virtual baru-baru ini, di mana Dr. Brignole mempresentasikan penelitiannya.

 

Brignole menjelaskan bahwa bagi sebagian orang, pingsan membuat mereka harus dibawa ke ruang gawat darurat. “Ketidakpastian ini menimbulkan risiko jatuh bahkan trauma berat,” ujarnya. Salah satu alasan pingsan adalah detak jantung yang tidak teratur. Untuk pasien ini, para peneliti menggunakan alat pacu jantung untuk mengisi detak yang dilewati. Alat pacu jantung menciptakan impuls listrik, menyebabkan ruang otot jantung berkontraksi. Kontraksi ini memaksa darah melewati bilik jantung.

 

Dalam studi, lebih dari 100 orang dipasangi alat pacu jantung dan diikuti untuk tahun berikutnya. Ternyata mereka yang menggunakan alat pacu jantung 77% lebih kecil kemungkinannya untuk pingsan. Alat pacu jantung itu sendiri tampaknya hanya menyebabkan sedikit komplikasi. Mengingat bahwa intervensi medis sebelumnya tidak dapat melampaui pencegahan, orang yang pingsan kronis sebaiknya  selalu mencukupi asupan cairan, menghindari tempat yang padat, dan berbaring jika merasa akan pingsan.

 

Brignole tampak optimistis tentang alat pacu jantung. “Studi kami menunjukkan bahwa alat ini dapat menjadi pengobatan yang efektif untuk orang-orang tertentu dengan episode pingsan yang tidak dapat diprediksi,” kata Brignole, “Kami berharap pilihan pengobatan baru ini akan memungkinkan pasien untuk melanjutkan kehidupan normal tanpa takut pingsan.”

2020 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check