Ilmuwan Temukan Senjata Baru Lawan Kanker

Ilmuwan Temukan Senjata Baru Lawan Kanker

16 Sep 2020

Dokterdigital.com - Profesor Sophie Lucas  dari Institut Universitas Louvain de Duve dan timnya telah berhasil menetralkan molekul yang menghalangi sistem kekebalan tubuh melawan kanker. Ilmuwan UCLouvain menemukan bahwa imunoterapi baru ini meningkatkan aksi imunoterapi lain yang terkenal tetapi tidak selalu efektif, dan memungkinkan terjadinya regresi tumor. Penemuan yang sangat menjanjikan dalam perang melawan kanker ini dipublikasikan di jurnal Nature Communications.

 

Imunoterapi kanker adalah manipulasi respons imun yang secara alami ada dalam tubuh manusia untuk melawan kanker. Seringkali, respons imun ini diblokir oleh sel atau molekul yang mencegahnya membunuh sel kanker, dan tumor mampu membangun dirinya sendiri dan tumbuh.

 

Pada tahun 2004, Prof Sophie Lucas, peneliti di Universitas Louvain de Duve Institute, mulai mempelajari pemblokiran pertahanan kekebalan pada tumor untuk memahami fungsi sel yang dikatakan imunosupresif (yang memblokir respons kekebalan tubuh). Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi dan membuangnya, sehingga merangsang antibodi untuk melawan tumor. Penyebab yang teridentifikasi adalah limfosit T regulasi (Treg), sel yang sangat imunosupresif pada pasien kanker. Pada tahun 2009, Prof Lucas menemukan GARP, sebuah molekul yang terletak di permukaan Treg.

 

Pada 2018, Prof Lucas akhirnya berhasil memahami peran GARP: molekul tersebut bertindak sebagai pembawa pesan untuk Treg, dengan mengirimkan sinyal yang memblokir respons imun. Dia sedang mengembangkan alat (antibodi anti-GARP) untuk menetralkan dan mencegah pembawa pesan mengirimkan sinyal pemblokirannya. Penemuan penting ini dipublikasikan di jurnal Science.

 

Pada Agustus 2020, Nature Communications mempublikasikan hasil tes pertama yang dilakukan oleh Prof. Lucas dan timnya. Tesnya menjanjikan: Para ilmuwan berhasil menetralkan Treg pada tikus kanker menggunakan antibodi anti-GARP. Jika pembawa pesan dinetralkan, respons kekebalan tidak diblokir dan kembali dapat menghilangkan sel kanker. Tumor mundur dengan cepat jika antibodi anti-GARP digabungkan dengan imunoterapi lain yang telah terbukti (antibodi anti-PD1). Dengan demikian, tim UCLouvain menggabungkan dua pendekatan imunoterapi komplementer, yang bertindak dengan cara berbeda pada sistem kekebalan, untuk meningkatkan efektivitas pengobatan kanker. Dan berhasil.

 

Melakukan tes yang sama pada manusia pada akhirnya dapat memberikan solusi terapeutik yang lebih efektif dalam memerangi kanker.

2020 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check