Deteksi Covid-19 dengan Rapid Multiplex PCR Hanya Butuh 45 Menit

Deteksi Covid-19 dengan Rapid Multiplex PCR Hanya Butuh 45 Menit

14 Sep 2020

Dokterdigital.com - Kasus positif Covid-19 nasional terus naik, hingga Minggu(13/9) jumlahnya mencapai 218.382 orang, dengan 8.723 pasien positif virus corona dilaporkan meninggal dunia. Pelacakan dan tes yang adekuat dipercaya sebagai salah satu cara untuk menekan penyebaran Covid-19. Terkait dengan deteksi Covid-19, menurut Plt Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes Abdul Kadir, Indonesia memiliki 322 laboratorium pemeriksaan Covid-19  terstandarisasi sesuai standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). 

 

Namun, ada berbagai tantangan yang dihadapi, antara lain sumber daya manusia, laboratorium terbatas, teknisi lab khusus, infrastruktur desain lab, mesin RT PCR, ketersediaan reagen, dan bahan habis pakai, serta validitas reagen. Guna memperbaiki kinerja lab, ke depannya pemerintah akan terus menjaga dan meningkatkan kualitas laboratorium, termasuk biosafety dan biosecurity. “Kami juga akan memperkuat jejaring laboratorium, memperbaiki sistem manajemen data laboratorium nasional, dan memperkuat kolaborasi penelitian dan pengembangan Covid-19," ujar Abdul Kadir  dalam webinar Deteksi Covid 19 Melalui Rapid Multiplex PCR, Sabtu (12/9).

 

Terkait dengan hal ini Enseval Medika Prima (EMP) - anak usaha PT Kalbe Farma Tbk yang bergerak di bidang alat kesehatan dan diagnostik, berkomitmen mendukung pemerintah dalam mencegah, mengantisipasi, diagnosis dan penanganan penyebaran Covid 19. Salah satunya dengan melakukan penyediaan alat pemeriksaan laboratorium molekular untuk mendeteksi dan mendiagnosis virus dan pemeriksaan dengan metoda ELISA (The enzyme-linked immunosorbent assay) untuk deteksi antibodi yang dihasilkan tubuh.

 

Business Unit Manager PT Enseval Medika Prima (EMP), Sudirman, mengatakan, pemeriksaan molekular ini dapat dilakukan untuk beberapa jenis patogen secara bersamaan atau kerap disebut syndromic testing - dengan lama pemeriksaan sampai mendapatkan hasil hanya membutuhkan waktu 45 menit.

 

Pada teknologi pemeriksaan yang disebut Rapid Multiplex PCR,  EMP bekerja sama dengan bioMerieux Francis, yang memproduksi dan mengembangkan solusi in-vitro diagnostic syndromic testing, diberi nama Bio-Fire Film Array untuk rumah sakit atau laboratorium pemerintan dan swasta dalam mendiagnosis penyakit menular seperti Covid-19.

 

“Selain diagnosis, manajemen pengobatan penyakit juga menjadi sangat penting karena sebagian besar pasien Covid-19 yang meninggal memiliki penyakit penyerta dan atau terjadi ko-infeksi (infeksi tambahan),” ujar Sudirman. 

 

Ko-infeksi dapat memperburuk keadaan penderita dan dapat menyebabkan kematian jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat. Ko-infeksi yang sering terjadi adalah munculnya infeksi bakteri selain virus yang menyebabkan kondisi penderita menjadi sangat buruk. Guna mengatasi infeksi bakteri, pemberian antibiotik yang rasional dan tepat menjadi sangat penting. Untuk itu perlu dilakukan pemeriksaan kultur untuk mengetahui bakteri patogen yang menginfeksi termasuk anti-mikroba yang tepat untuk mengatasi infeksi.

 

JIka dibandingkan PCR sebelumnya yang memilki keterbatasan yang hanya fokus pada pendeteksian satu virus saja, Rapid Multiplex PCR dinilai memiliki kelebihan. "Jika dilakukan satu persatu dibutuhkan waktu yang lama, lebih efesien diperiksa dan mengetahui penyebab sekaligus. Rapid Multiplex PCR dapat mendeteksi banyak penyakit," kata dokter spesialis patologi klinik RS Medistra Jakarta Tonny Loho di kesempatan sama.

2020 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check