Daycare Jadi Tempat Penularan Potensial Covid-19

Daycare Jadi Tempat Penularan Potensial Covid-19

14 Sep 2020

Dokterdigital.com - Anak-anak yang tertular virus corona di daycare (tempat penitipan anak) bisa menyebarkannya ke kerabat mereka, menurut sebuah laporan baru yang menggarisbawahi bahwa anak-anak dapat membawa pulang kuman dan menginfeksi orang lain.

 

Sejauh ini ilmuwan sudah tahu bahwa anak-anak bisa menyebarkan virus. Tetapi penelitian sebelumnya yang dilakukan di Amerika, Cina, dan Eropa telah menemukan bahwa anak-anak lebih kecil kemungkinannya untuk terinfeksi oleh virus dan cenderung tidak menjadi sakit parah ketika mereka terinfeksi dan menjadi sakit - dibandingkan orang dewasa.

 

Ada juga data yang menunjukkan bahwa anak-anak kecil tidak terlalu sering menyebarkan virus, meskipun anak-anak yang lebih besar diyakini menyebarkannya sama mudahnya dengan orang dewasa.

 

Dalam studi baru, para peneliti dari Utah dan Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) fokus pada tiga wabah di fasilitas penitipan anak Salt Lake City antara April hingga Juli 2020. Dua adalah program pengasuhan anak untuk balita, dan yang lainnya adalah camp untuk anak yang lebih besar. Usia rata-rata anak-anak di ketiga program tersebut adalah sekitar 7 tahun.

 

Di dua fasilitas, para penyelidik dapat memastikan bahwa pekerja dewasa yang terinfeksi tanpa sadar menyebarkan virus ke anak-anak. Studi tersebut menyimpulkan 12 anak tertular virus corona di fasilitas tersebut, dan menyebarkannya ke setidaknya 12 dari 46 orang tua atau saudara kandung di rumah. Tiga dari anak yang terinfeksi tidak memiliki gejala, dan salah satunya menularkannya ke orang tua yang kemudian dirawat di rumah sakit karena Covid-19, sebut peneliti.

 

Tingkat penyebaran seperti itu — sekitar 25% — setara dengan studi tentang penyebaran di rumah tangga yang melibatkan anak-anak dan orang dewasa. Ini juga menunjukkan bahwa anak-anak tanpa gejala - atau gejala yang sangat ringan - dapat menyebarkan infeksi, seperti orang dewasa.

 

Peneliti mengingatkan bahwa tidak jelas apakah temuan di ketiga program tersebut dapat diterapkan secara luas. Selain itu, penelitian tersebut tidak melibatkan analisis genetik dari infeksi individu yang mungkin memberikan gambaran yang lebih jelas tentang bagaimana penyakit menyebar. Tetapi banyak anak yang terinfeksi mengalami penyakit ringan dan pengujian terhadap anak-anak sangat terbatas, jadi kemungkinan lebih dari 25% kontak luar terinfeksi.

 

Epidemi bisa menjadi lebih buruk dan lebih rumit pada musim gugur ini, kata Dr. David Kimberlin, spesialis penyakit menular anak di University of Alabama di Birmingham.

"Ini harus menjadi tanda peringatan untuk kita semua bahwa tiap orang harus melakukan tugasnya,” ujar Kimberlin seperti dilaporkan MedicalXpress.

2020 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check