Hati-hati Rotavirus Intai Anak, Perhatikan Tanda dan Gejalanya

Hati-hati Rotavirus Intai Anak, Perhatikan Tanda dan Gejalanya

12 Sep 2020

Dokterdigital.com - Rotavirus adalah virus yang sangat menular yang menyebabkan diare. Ini adalah penyebab paling umum diare pada bayi dan anak-anak di seluruh dunia, yang mengakibatkan lebih dari 215.000 kematian setiap tahunnya. Diare merupakan gejala yang paling umum dialami anak yang terinfeksi rotavirus. Namun, implikasi infeksi rotavirus tidak hanya sekadar diare.

 

Penularan rotavirus melalui jalur fecal-oral, atau dari feses penderita yang tidak sengaja masuk ke mulut orang yang sehat. Penularan rotavirus sangat mudah dan seringnya terjadi tanpa disadari, misalnya melalui kontaminasi air, makanan, minuman, dan benda-benda yang terkontaminasi di sekitar lingkungan.

 

Data menyebut, sekitar 95% anak di seluruh dunia biasanya telah terinfeksi Rotavirus ketika mereka mencapai usia 5 tahun, dan sebagian besar infeksi pertama terjadi sebelum anak berusia setahun.

 

Infeksi rotavirus biasanya dimulai dalam dua hari setelah terpapar virus. Gejala awal dari infeksi rotavirus adalah demam (40⁰C atau lebih tinggi) dan muntah, diikuti oleh diare cair selama tiga hingga delapan hari. Selain demam, diare cair dan muntah, gejala-gejala infeksi rotavirus lainnya dapat berupa lesu, rewel, badan terasa nyeri serta tanda-tanda dehidrasi (mulut kering, frekuensi buang air kecilnya sedikit atau tidak ada sama sekali, menangis tanpa air mata).

 

Anak yang terinfeksi Rotavirus berat dapat mengalami muntah dan diare hingga 20 kali sehari, sehingga berpotensi menyebabkan dehidrasi berat. Untuk beberapa

bayi, gejalanya sangat berat sehingga  harus dirawat di rumah sakit.  Dehidrasi menyebabkan lebih dari 90% kematian akibat diare. Dengan kondisi ini, jelas infeksi rotavirus bukan sekadar diare biasa, sehingga lebih baik bersiaga dan melakukan tindakan pencegahan, bukan?

 

Pemberian ASI eksklusif, mencuci tangan, akses air bersih, sanitasi, dan kebersihan dapat membantu mencegah penyakit rotavirus, tetapi mungkin tidak cukup.  Virus ini dapat bertahan hingga 2 bulan di luar tubuh manusia dan menyebar dari orang ke orang atau melalui permukaan yang terkontaminasi, termasuk mainan.

 

Disinfeksi kimia mungkin bisa menghambat penyebaran rotavirus. Namun, perhatikan jenis atau kandungan disinfektan yang digunakan, dan permukaan apa saja yang bisa diberi disinfektan. 

 

Cara lain untuk mencegah infeksi rotavirus adalah dengan melakukan vaksinasi untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh anak. Sebuah survei menunjukkan bahwa 92% bayi yang dirawat di rumah sakit karena infeksi rotavirus belum pernah divaksinasi dan kebanyakan orang tua tidak mengetahui tentang vaksinasi rotavirus. 

 

Vaksin rotavirus diberikan secara oral, 16 tidak disuntikkan, sehingga anak-anak tidak perlu takut menghadapi jarum suntik. Seperti pemberian vaksin lain, orangtua disarankan untuk berkonsultasi langsung dengan tenaga kesehatan profesional untuk mengetahui lebih lanjut mengenai kapan waktu yang tepat untuk memberikan vaksin rotavirus, jenis vaksin, dosis, dan tata cara pemberian vaksin, serta informasi lainnya mengenai vaksin ini.

 

2020 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check