Menandai Hepatitis A pada Anak

Menandai Hepatitis A pada Anak

11 Sep 2020

 

Dokterdigital.com - Hepatitis A bukan hanya menyerang orang dewasa, namun juga anak-anak. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), hepatitis A dapat menginfeksi anak-anak, terutama yang tinggal di area dengan sanitasi rendah. 

 

Ada sekitar 1,4 juta kasus hepatitis A setiap tahunnya di dunia. Angka kematian dari penyakit ini cenderung meningkat sejak tahun 1990 hingga 2005.  Pada akhir 2019, Kota Depok menetapkan KLB (Kejadian Luar Biasa) karena banyaknya kasus hepatitis A yang menyerang masyarakatnya. Bukan hanya dewasa saja, kasus hepatitis A yang ditemukan berjumlah 262 kasus ini sebagian besar menginfeksi siswa usia sekolah menengah pertama dan masyarakat di sekitarnya. 

 

Hepatitis A adalah infeksi pada organ hati yang bisa menyebabkan penyakit ringan sampai berat, disebabkan oleh virus hepatitis A.  Meskipun jarang terjadi, penyakit hepatitis A juga dapat menyebabkan kematian.  

 

Virus hepatitis A umumnya menyebar secara fecal-oral, artinya anak dapat tertular virus ketika memegang benda, mengonsumsi makanan atau minuman yang telah terkontaminasi kotoran orang yang terinfeksi virus ini.  Orangtua yang terinfeksi --atau melakukan kontak dengan orang yang terinfeksi kemudian  menyiapkan/memasak makanan untuk anak tanpa mencuci tangan, atau tidak mencuci bahan makanan/minuman yang telah terkontaminasi virus hepatitis A terlebih dahulu bisa menyebabkan penularan.

 

Infeksi hepatitis A biasanya memang tidak menyebabkan penyakit hati jangka panjang (kronis) dan jarang berakibat fatal. Tapi, penyakit ini berpotensi menyebabkan gagal hati, terutama pada lansia dan orang yang sudah menderita penyakit hati kronis sebelumnya. 

 

Ada beberapa gejala yang bisa menunjukkan seseorang telah tertular virus hepatitis A, seperti demam, kelelahan, kehilangan selera makan, mual, muntah, sakit perut, urin berwarna gelap, diare, kotoran berwarna tanah liat, nyeri sendi, dan penyakit kuning (kulit dan mata menguning) 

 

Sayangnya, sekitar 70% anak-anak di bawah usia 6 tahun tidak menunjukkan gejala-gejala ini ketika mereka menderita hepatitis A. Selain itu, anak yang terinfeksi hepatitis A tanpa terdeteksi gejalanya juga dapat menjadi sumber penularan virus ini kepada orang lain, apalagi virus hepatitis A mampu bertahan hidup di luar tubuh selama berbulan-bulan. 

 

Pencegahan merupakan cara terbaik. Cara efektif untuk mengatasi penyakit hepatitis A, antara lain:

 

1. Memperbaiki sanitasi, yaitu penyediaan air bersih dan pembuangan limbah (dalam hal ini tinja).

 

2. Biasakan untuk mempraktikkan kebersihan dasar yang baik --termasuk mencuci tangan setelah menggunakan kamar mandi, mengganti popok, dan sebelum menyiapkan atau makan makanan-- untuk mencegah penyebaran virus hepatitis A.

 

3. Vaksinasi, terutama saat akan bepergian ke daerah dengan risiko penularan yang tinggi jika berasal dari daerah/negara dengan tingkat endemis rendah dan sedang. 

 

Pentingnya pemberian vaksin Hepatitis A terutama ditekankan oleh yang merekomendasikan masuknya vaksin hepatitis A ke dalam program wajib imunisasi nasional bagi anak yang berusia 1 tahun ke atas, yang tinggal di daerah dengan perubahan endemis hepatitis A tinggi ke sedang. 

 

Vaksin hepatitis A biasanya diberikan dalam 2 kali suntikan dengan selang waktu 6 bulan. Kedua suntikan vaksin ini dibutuhkan untuk dapat memberikan perlindungan jangka panjang. Vaksin tak hanya untuk Si Kecil, tapi juga untuk orang dewasa dan anggota keluarga lainnya.

 

2020 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check