Tertundanya Respons Imun Dorong Keparahan Covid-19 pada Pria dan Manula

Tertundanya Respons Imun Dorong Keparahan Covid-19 pada Pria dan Manula

09 Sep 2020

Dokterdigital.com - Infeksi Covid-19 (SARS-CoV-2) cenderung lebih parah di antara orang dewasa dan pria berusia tua, namun mekanisme yang mendasari peningkatan mortalitas (kematian) pada kedua demografi ini tidak diketahui. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal PLOS Biology pada 8 September 2020 oleh Nicole Lieberman dan Alexander Greninger di University of Washington dan rekannya menunjukkan bahwa berbagai tanggapan kekebalan terhadap SARS-CoV-2 karena usia dan jenis kelamin mungkin bergantung pada viral load dan perjalanan waktu infeksi.

 

Manifestasi klinis Covid-19 sangat bervariasi di berbagai populasi pasien, meskipun keanekaragaman genetik virus terbatas. Untuk lebih memahami mekanisme yang mendorong beragam respons dari individu yang terinfeksi (host) di antara demografi pasien yang berbeda, para peneliti mengekstraksi dan mengurutkan RNA virus dari swab (usapan) yang dikumpulkan dari 430 kasus positif Covid-19 dan 54 kontrol negatif. Para ilmuwan kemudian menganalisis tanggapan antiviral dan kekebalan tubuh pada status infeksi, viral load, usia dan jenis kelamin.

 

Para peneliti menemukan bahwa tanggapan sel kekebalan tidak diaktifkan sampai tiga hari setelah permulaan infeksi, dan bahwa komposisi dan fungsi sel kekebalan berfluktuasi dengan viral load, dengan cara yang menunjukkan tanggapan antivirus yang tidak berfungsi pada pria dan orang yang lebih tua. 

 

Sementara temuan ini memiliki implikasi penting untuk pengembangan perawatan imunomodulator untuk SARS-CoV-2, penelitian tambahan diperlukan karena penyeka diambil dari nasofaring, yang bukan merupakan lokasi anatomi yang sensitif untuk memeriksa penanda peradangan sistemik secara akurat.

 

Orang lanjut usia serta laki-laki memiliki tingkat kematian yang lebih tinggi sejak permulaan pandemi SARS-CoV-2 dan mungkin menunjukkan respons kekebalan yang lebih lemah yang mendasari hasil klinis yang buruk. Menurut penulis, secara kolektif, data riset itu menunjukkan bahwa tanggapan inang terhadap SARS-CoV-2 bergantung pada viral load dan waktu infeksi dengan perbedaan yang diamati karena usia dan jenis kelamin yang dapat berkontribusi pada keparahan penyakit, seperti dilaporkan MedicalXpress.

2020 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check