Face Shield Tak Melindungi Sebaik Masker

Face Shield Tak Melindungi Sebaik Masker

04 Sep 2020

Dokterdigital.com - Bagi orang yang berharap menukar masker wajah dengan pelindung plastik, ada kabar yang tidak sedap berdasarkan temuan studi baru: Pelindung wajah (face shield) bukanlah alternatif yang baik.

 

Dalam eksperimen yang memvisualisasikan pola perjalanan yang mungkin terjadi dari tetesan pernapasan alias droplet, para peneliti menemukan bahwa pelindung wajah plastik adalah penghalang yang lebih buruk daripada masker standar. Pelindung, yang berada jauh dari wajah dan memiliki celah di bagian bawah dan samping, akan memungkinkan lebih banyak tetesan air keluar jika pemakainya batuk atau bersin. Hal yang sama juga terjadi ketika para peneliti menjalankan eksperimen menggunakan masker dengan katup pernapasan.

 

Para ahli mengatakan temuan itu tidak mengejutkan. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC). sudah menyarankan orang untuk tidak bergantung pada pelindung wajah atau masker dengan katup, kata Dr. Ravina Kullar, juru bicara Infectious Diseases Society of America.

 

"Mereka tidak cukup protektif," kata Kullar, yang juga merupakan staf pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas California, Los Angeles. Itu mungkin mengecewakan bagi orang yang sudah lelah mengenakan masker dan mencari alternatif pelindung lain.

 

Jika orang ingin memakai pelindung wajah di atas masker, Kullar menilai itu pilihan yang tepat. "Ini memberi kita perlindungan tambahan untuk mata dan membuat kita tidak tergoda untuk menyentuh wajah,” imbuhnya.

 

Untuk studi baru ini, para peneliti di Florida Atlantic University (FAU), di Boca Raton, membuat simulasi tentang apa yang akan terjadi jika seseorang bersin atau batuk saat memakai penutup wajah yang berbeda: masker non-medis; pelindung wajah; atau masker dengan katup pernapasan.

 

Para peneliti melengkapi kepala manekin berongga dengan pompa manual yang mensimulasikan bersin atau batuk - mengeluarkan air suling dan gliserin melalui mulut. "Lembaran" laser memungkinkan tim untuk memvisualisasikan jalur perjalanan dari setiap tetesan kecil yang menggagalkan pelindung wajah.

 

Para peneliti menemukan bahwa pelindung wajah, dapat diduga, memblokir momentum awal bersin ke depan. Tapi tetesan halus dengan mudah mengitari batas perisai dan menyebar ke udara. Masker dengan katup bekerja seperti yang diharapkan - mengirimkan tetesan tanpa filter ke udara sekitarnya.

 

"Seiring waktu, tetesan ini dapat menyebar ke area yang luas baik dalam arah lateral dan longitudinal, meskipun dengan penurunan konsentrasi tetesan," kata peneliti Manhar Dhanak, seorang profesor di FAU.

 

Masker standar, di sisi lain, melakukan pekerjaan yang jauh lebih baik dalam menahan tetesan - lebih sedikit tetesan pernapasan untuk dikeluarkan dan membatasi penyebarannya. Tes tersebut melibatkan masker bedah yang dipasarkan ke publik dan tidak direkomendasikan untuk penggunaan medis.

 

Studi yang diterbitkan 1 September di jurnal Physics of Fluids, tidak menguji kemampuan pelindun  wajah untuk mencegah penularan SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan Covid-19.

 

Di dunia nyata, itu akan bergantung pada banyak faktor, kata Dr. Gregory Poland, spesialis penyakit menular di Mayo Clinic, di Rochester, Minn. Tetesan yang lolos dari pelindung wajah harus mengandung virus menular - dan membuat orang lain terkena muatan partikel yang cukup besar - untuk menularkan penyakit.

 

Meski begitu, kelemahan pelindung wajah sudah jelas - termasuk bagi pemakainya, menurut Poland. "Udara ditarik masuk dan ke bawah," katanya. "Anda meningkatkan kemungkinan menghirup apa pun yang ada di ambien udara.”

 

Seperti Kullar, Poland mendukung kombinasi perisai masker. Tapi sebagai alat yang berdiri sendiri, katanya, pelindung wajah adalah pilihan yang paling tidak berhasil. Tentu saja, masker kain hanya berfungsi jika dipakai dengan benar.

 

"Jangan memakainya di bawah hidungmu," Poland menekankan. Membiarkan hidung terbuka di tempat umum adalah hal paling berisiko karena virus bisa masuk melalui lubang hidung.

Dan meski memakai masker penting, tandas Kullar, itu saja tidak cukup: Menjaga jarak fisik dari orang lain tetap penting - termasuk di luar ruangan, demikian dilaporkan WebMD.

2020 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check