Wanita Hamil dengan Covid-19 Cenderung Tanpa Gejala

Wanita Hamil dengan Covid-19 Cenderung Tanpa Gejala

02 Sep 2020

Dokterdigital.com - Wanita hamil yang dirawat di rumah sakit dengan Covid-19  cenderung tidak menunjukkan gejala, dan tampaknya berisiko lebih tinggi untuk dirawat di unit perawatan intensif (ICU) daripada wanita tidak hamil dengan usia yang sama, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan oleh British Medical Journal. Mereka juga lebih mungkin mengalami kelahiran prematur dan bayi mereka yang baru lahir lebih cenderung dirawat di unit neonatal (NICU).

 

Usia tua, kelebihan berat badan, dan memiliki kondisi medis yang sudah ada sebelumnya (penyakit penyerta), seperti hipertensi dan diabetes juga tampaknya meningkatkan risiko Covid-19 yang parah pada wanita-wanita ini, demikian temuan studi baru.

 

Wanita hamil dianggap sebagai kelompok berisiko tinggi untuk infeksi Covid-19, dan ada kekhawatiran tentang potensi efek samping virus pada ibu dan bayi. Tetapi ulasan yang dipublikasikan tentang Covid-19 pada kehamilan dengan cepat menjadi usang karena bukti baru muncul.

 

Jadi, tim peneliti internasional memulai tinjauan sistematis langsung untuk membandingkan fitur klinis, faktor risiko, dan hasil Covid-19 pada wanita hamil dengan wanita tidak hamil pada usia yang sama. Tinjauan sistematis yang hidup berguna dalam bidang penelitian yang bergerak cepat seperti Covid-19 karena dapat diperbarui secara teratur saat informasi baru tersedia.

 

Temuan baru ini didasarkan pada 77 studi yang melaporkan tingkat, fitur klinis (gejala, laboratorium dan temuan sinar-X), faktor risiko, dan hasil untuk 11.432 wanita hamil dan baru hamil yang dirawat di rumah sakit dan didiagnosis sebagai terduga atau dikonfirmasi Covid-19. Studi-studi itu dirancang secara berbeda, dan memiliki kualitas yang berbeda-beda, tetapi para peneliti dapat memasukannya dalam analisis mereka.

 

Dibandingkan dengan wanita usia subur yang tidak hamil, peneliti menemukan bahwa wanita hamil dan wanita yang baru saja hamil yang terpapar Covid-19 cenderung tidak melaporkan gejala demam dan nyeri otot (mialgia), tetapi lebih cenderung membutuhkan rawat inap di ICU dan butuh ventilator.

 

Faktor risiko wanita terkait dengan Covid-19 parah adalah bertambahnya usia, indeks massa tubuh tinggi, tekanan darah tinggi kronis, dan diabetes yang sudah ada sebelumnya. Peluang melahirkan secara prematur juga lebih tinggi pada wanita hamil dan wanita hamil baru dengan Covid-19 dibandingkan dengan mereka yang tidak menderita penyakit tersebut.

 

Seperempat dari semua bayi yang lahir dari ibu dengan Covid-19 dirawat di unit neonatal dan berisiko lebih tinggi untuk dirawat di rumah sakit dibandingkan bayi yang lahir dari ibu tanpa penyakit tersebut. Namun, angka kematian bayi lahir mati dan bayi baru lahir rendah.

 

Para peneliti menunjukkan beberapa keterbatasan studi yang mungkin mempengaruhi hasil mereka, termasuk perbedaan dalam ukuran studi, desain, dan definisi gejala, tes, dan hasil. Namun, kekuatannya mencakup ukuran sampel yang besar dan metode penelusuran yang canggih untuk meminimalkan risiko studi yang hilang dan data ganda.

 

Karena itu, mereka mengatakan profesional perawatan kesehatan harus menyadari bahwa wanita hamil dengan Covid-19 mungkin memerlukan akses ke perawatan intensif dan fasilitas perawatan bayi secara khusus. Terlebih lagi, ibu dengan penyakit penyerta yang sudah ada sebelumnya perlu dianggap sebagai kelompok berisiko tinggi untuk Covid-19, bersama dengan mereka yang mengalami obesitas dan usia lebih tua, kata peneliti.

 

Tinjauan sistematis hidup ini akan menghasilkan basis bukti yang kuat untuk pedoman hidup terkait Covid-19 dan kehamilan, dan akan memungkinkan pembaruan cepat ketika data baru muncul.

 

2020 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check