Kenali Ragam Nutrisi Penting yang Terkandung dalam ASI

Kenali Ragam Nutrisi Penting yang Terkandung dalam ASI

01 Sep 2020

 

Dokterdigital.com - ASI memiliki komposisi ideal bagi bayi, termasuk komponen bioaktif yang melindungi pertumbuhan dan perkembangannya.  ASI merupakan cairan hidup yang dinamis, mengandung nutrisi dan faktor bioaktif yang dibutuhkan Si Kecil tumbuh sehat. Komposisi ASI bervariasi menurut tahapan menyusui, bahkan disesuaikan bagi bayi yang lahir cukup bulan atau terlahir prematur.  

 

Riset membuktikan ASI mengandung semua nutrisi penting, antibodi dan faktor-faktor lain yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi  - dan  ini  tidak bisa ditiru.

Banyak penelitian dan investigasi yang telah dilakukan untuk mencari tahu komposisi ASI yang menopang pemahaman kita tentang pentingnya cairan dinamis ini. Yang perlu Bunda tahu, ada berbagai jenis ASI tergantung pada tahap laktasi. ASI terus berubah, bahkan selama satu kali pemberian. Si Kecil dapat memiliki beragam tingkatan nafsu makan dan rasa haus, karenanya ASI  juga menyesuaikan guna memenuhi kebutuhan nutrisi bayi

 

3 Tahapan Laktasi

 

Ada 3 tahapan laktasi yang berbeda - yang juga menghasilkan komposisi ASI yang berlainan.  Pertama adaah kolostrum, cairan kental yang diproduksi selama beberapa hari pertama (1-7 hari) setelah bayi lahir dan berbeda dari susu transisi. Kolostrum  mengandung jumlah protein yang lebih tinggi, lebih sedikit lemak, dan sejumlah faktor imunitas untuk bayi baru lahir. Kolostrum banyak mengandung faktor pelindung kekebalan tubuh (misalnya IgA sekretori, laktoferin, sel darah putih) dan faktor perkembangan (misalnya faktor pertumbuhan epidermal).

 

Kedua adalah susu transisi, disebut demikian karena merupakan transisi dari kolostrum ke ASI, di mana laktasi terbentuk dan produksi ASI dimulai pada jaringan payudara. Susu transisi diproduksi mulai dari hari ke 8 hingga 20. 

 

Ketiga adalah susu matang, yang diproduksimulai 20 hari setelah kelahiran, dan seterusnya.  Susu matang ini dapat bervariasi, dengan kisaran energi antara 270 dan 315 kJ per 100 mL. Sebagian besar variasi lam kandungan lemak, karena lemak susu yang diterima oleh bayi meningkat saat pemberian makanan berlangsung. Susu matang terus memberikan faktor imun dan komponen non-nutrisi penting lainnya kepada bayi.

 

Berikut ini kandungan gizi dalam ASI:

 

1. Air

 

ASI hampir 90% terdiri dari air. Karena alasan inilah bayi usia 0-6 bulan tidak membutuhkan tambahan apapun di luar ASI.

 

Protein

 

Nutrisi makro ini  menyumbang 75% dari senyawa yang mengandung nitrogen dan zat nitrogen non-protein termasuk urea, nukleotida, peptida, asam amino bebas dan DNA. Protein yang paling melimpah dalam ASI adalah kasein, α-laktalbumin, laktoferin, sekresi imunoglobulin IgA, lisozim dan albumin serum.

 

2. Lemak

 

Terdiri dari lemak esensial dan asam lemak tak jenuh ganda rantai panjang. Asam lemak ASI bervariasi terkait dengan pola makan busui. Jika busui mengonsumsi lebih banyak asam lemak tak jenuh ganda rantai panjang (misa asam lemak omega-3 dalam makanannya), ASInya akan mengandung proporsi lemak yang lebih tinggi.

 

Lemak adalah gizi makro dalam ASI yang sangat bervariasi. Susu pertama yang mengalir setiap kali menyusui umumnya rendah lemak, sedangka konsentrasi lemak lebih tinggi pada susu yang tersisa.

 

3. Karbohidrat 

 

Kandungan karbohidrat utama dalam ASI yaitu laktosa. Karbohidrat penting lainnya dalam ASI adalah oligosakarida,.

 

4. Gizi mikro 

 

ASI mengandung gizi mikro seperti mineral, vitamin (vitamin B12, vitamin D, vitamin A, vitamin E, vitamin K dan vitamin larut air), dan trace element

 

Komponen Non-Nutrisi pada ASI

 

ASI juga mengandung komponen non-nutrisi penting, seperti faktor antimikroba, enzim pencernaan, hormon dan faktor pertumbuhan yang penting untuk perlindungan pasif terhadap infeksi dan penyakit yang diperantarai kekebalan tubuh dan memodulasi perkembangan imunologis. Komponen terkait imun dan faktor pertumbuhan antara lain:

 

- IgA sekretori, merupakan iImunoglobulin dominan dalam ASI.

 

- Sitokin bioaktif, dalam ini termasuk mentransformasikan faktor pertumbuhan-b (TGF-b) 1 dan 2 dan interleukin-10 (IL-10)].

 

- Komponen lainnya seperti leukosit, oligosakarida, lisozim, laktoferin, adiponektin, interferon-g, faktor pertumbuhan epidermal (EGF) dan faktor pertumbuhan mirip insulin (insulinlike growth factor atau IGF).

 

Mungkin Bunda belum familiar dengan kandungan bioaktif pada ASI. Faktanya, ASI mengandung berbagai faktor bioaktif (misalnya sel hidup, antibodi, sitokin, faktor pertumbuhan, oligosakarida, dan hormon). Faktor bioaktif adalah elemen yang memiliki efek pada proses biologis dan dengan demikian berdampak pada fungsi atau kondisi tubuh dan kesehatan.

 

Terkait dengan faktor anti-infeksi, ASI membantu melindungi terhadap infeksi dan peradangan. Faktor spesifik dalam ASI yang membantu melindungi bayi dari infeksi dan peradangan sangat luas dan sains baru mulai mengungkap beberapa fungsi kompleksnya. ASI mengandung banyak sel hidup yang berbeda (misalnya sel darah putih, sel punca). Pada awal menyusui, bayi yang disusui dapat mengkonsumsi hingga 1012 sel darah putih ibu setiap hari.

 

IgA sekretori adalah kelas antibodi paling berlimpah dalam ASI. Antibodi IgA sekretori secara khusus melindungi permukaan mukosa. Pada ASI juga terdapat protein anti-infeksi lain, seperti lisozim dan laktoferin.

 

Oligosakarida dalam ASI berbeda dalam komposisi dari mamalia lain. Oligosakarida dalam ASI merupakan prebiotik yang secara selektif mendorong pertumbuhan bakteri menguntungkan (probiotik). Selain itu, oligosakarida bertindak sebagai 'umpan' untuk patogen (bakteri merugikan). Patogen dapat berikatan dengan oligosakarida di usus bayi dan terbuang bersama kotorannya. Dengan mekanisme ini patogen tidak dapat melewati dinding usus bayi dan menyebabkan penyakit.

 

Yang perlu kita tahu: ASI tidak steril. Cairan hidup ini mengandung komunitas mikroba tersendiri - yang diduga kuat membantu membentuk perkembangan mikrobioma usus bayi yang mendapatkan ASI. 

2020 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check