Kolostrum, Susu Pertama dengan Manfaat Luar Biasa

Kolostrum, Susu Pertama dengan Manfaat Luar Biasa

01 Sep 2020

Dokterdigital.com - Beberapa hari pertama setelah kelahiran, payudara akan menghasilkan "susu pertama" yang ideal - tak lain adalah kolostrum yang memiliki tekstur tebal, kekuningan, dan jumlahnya sedikit namun krusial untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi baru lahir. Kolostrum membantu saluran cerna bayi baru lahir berkembang dan mempersiapkan diri untuk mencerna ASI.

 

Dalam beberapa menit setelah bayi dilahirkan, menyusui dapat dimulai, melalui proses Inisiasi Menyusu Dini (IMD). Nah, makanan pertama yang dihasilkan payudara adalah kolostrum. Cairan lengket berwarna kekuningan ini mengandung zat gizi yang amat penting bagi bayi. Meskipun semua bayi mendapat manfaat dari kolostrum, namun bayi prematur yang mengonsumsi kolostrum dari payudara ibu memiliki hasil  yang jauh lebih baik daripada yang tidak mendapat kolostrum, dilaporkan Healthline.

 

ASI sarat dengan antibodi yang membantu Si Kecil melawan virus dan bakteri - khususnya berlaku untuk kolostrum, yang mengandung imunoglobulin A (IgA) dalam jumlah tinggi, serta beberapa antibodi lainnya. Ketika Bunda terkena virus atau bakteri, tubuhnya. Antibodi ini kemudian disekresikan ke dalam ASI dan diberikan kepada bayi selama menyusui.

 

Tubuh ibu akan memproduksi kolostrum secara eksklusif selama sekitar 2-5 hari setelah kelahiran. Setelah periode ini maka susu transisi mengambil alih. Susu transisi ini merupakan campuran kolostrum dan susu (ASI) yang lebih matang. Pada saat susu transisi ini diekspresikan, perut Si Kecil yang baru lahir telah mulai meregang sehingga siap untuk menampung lebih banyak ASI.

 

Kolostrum. merupakan cairan berharga yang sarat protein, rendah gula dan banyak mengndung senyawa bermanfaat. Susu pertama ini ideal dan membantu menjaga saluran cerna bayi yang belum matang berkembang dengan baik. 

 

Kolostrum memiliki beragam manfaat bagi bayi yang tidak bisa dianggap remeh, di antaranya:

 

1. Membantu Si Kecil membangun sistem kekebalan tubuh yang kuat berkat kandungan antibodi dan sel darah putih.

 

2. Membuat lapisan keras pada perut dan usus bayi untuk mencegah kuman memicu munculnya penyakit.

 

3 .Bertindak sebagai pencahar untuk membantu bayi melewati meconium (kotoran pertama  pada bayi berwarna gelap).

 

4. Mencegah penyakit kuning dan menghilangkan produk limbah berbahaya. 

 

5. Memberkan nutrisi bagii otak, mata, dan hati bayi untuk berkembang dengan baik

 

6, Mengandung nutrisi lengkap yang mudah dicerna oleh perut bayi, sehingga dianggap sebagai makanan yang sempurna untuk bayi baru lahir.

 

Mungkin Bunda bertanya-tanya, berapa jumlah kolostrum yang dianggap cukup bagi kebutuhan bayi? 1-4 sendok teh kolostrum per hari dianggap sebagai kisaran normal, menurut laman American Pregnancy. Perut bayi saat lahir diperkirakan hanya sebesar kelereng - meskipun ukurannya bertambah setiap hari - sehingga kolostrum cukup sebagai makanan utama bayi sebelum ASI diproduksi.

 

Jadi meskipun mungkin jumlahnya tidak banyak, namun kolostrum yang dihasilkan akan cukup untuk memenuhi kebutuhan Si Kecil dalam beberapa hari setelah ia dilahirkan. Pastikan Bunda memberikan ASI sesuai kebutuhan bayi setelahnya. Strategi ini juga akan membantu produksi ASI melimpah sehingga Bunda mampu memberikan ASi Eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan bayi.

 

 

2020 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check