Selain Imunitas, Faktor Ini Tentukan Tingkat Keparahan Covid-19

Selain Imunitas, Faktor Ini Tentukan Tingkat Keparahan Covid-19

22 Aug 2020

Dokterdigital.com - Jumlah kasus positif Covid-19 menunjukkan tren naik menyusul dibukanya sejumlah wilayah untuk bisnis. Tren ini menguat secara global, termasuk Indonesia. Kasus positif Covid-19 global menembus angka 23 juta dengan korban meninggal mencapai tak kurang 800 ribu jiwa hingga saat ini. Di Indonesia, menurut data resmi yang dirilis pemerintah, kasus infeksi corona mencapai 149.408 orang, dengan korban meninggal 6.500 jiwa, Jumat (21/8).

 

Karena belum tersedia vaksin untuk menanganl Covid-19, ada sejumlah cara yang dilakukan, yaitu menerapkan protokol kesehatan secara ketat, antara lain memakai masker, menjaga jarak aman, dan mencuci tangan. “Menjaga protokol kesehatan secara ketat dengan menjalankan langkah-langkah preventif, seperti penggunaan masker dan menjaga jarak adalah cara termudah untuk melindungi diri dan keluarga di masa pandemi,” kata  Nikolas Wanahita, dokter spesialis jantung dari Mount Elizabeth Novena Hospital Singapura  dalam webinar terkait hubungan penyakit jantung dan Covid-19 yang yang dihelat PT Intiland Development Tbk, Jumat (22/8).

 

Nikolas menekankan, penerapan protokol kesehatan serta menjaga daya tahan tubuh dengan menjalankan pola hidup sehat, asupan gizi yang baik, rutin berolahraga, menghindari stres, serta istirahat yang cukup adalah kunci dalam mencegah diri terinfeksi Covid-19. Faktor penting lainnya yang juga perlu diperhatikan adalah memahami secara benar pola-pola penularan di masa pandemi dan risiko-risiko utama khususnya bagi kelompok masyarakat berisiko tinggi, seperti penderita penyakit jantung, darah tinggi, dan penyakit degeneratif lainnya.

 

Selain itu, faktor lainnya yang tidak kalah penting adalah tempat tinggal dan lingkungan. Tinggal di lingkungan yang baik serta menempati hunian sehat dan nyaman sangat membantu sebagai tempat berlindung dalam menghadapi masa pandemi seperti saat ini. Menurut Nikolas, langkah tersebut menjadi penting dijalankan mengingat hingga kini belum ada obat-obatan yang secara empiris terbukti mampu menyembuhkan pasien Covid-19. Penyembuhan pasien Covid-19 lebih disebabkan faktor imunitas dan daya tahan tubuh yang lebih kuat sehingga mampu melawan dan memberantas virus SARS-CoV-2,” beber Nikolas.

 

Faktor penting lain dalam menghadapi wabah Covid-19 adalah mengenali secara benar aspek ‘viral load’ yang menyebabkan seseorang terpapar Covid-19, tetapi tidak menunjukan gejala sakit serta yang terpapar parah hingga mengakibatkan meninggal dunia. Singkatnya, aspek viral load menjelaskan hubungan antara jumlah kualitatif partikel virus yang masuk ke tubuh dan dampaknya bagi orang yang terpapar. “Semakin banyak jumlah virus yang masuk ke dalam tubuh, imunitas tubuh dapat kalah dan penderita berisiko mengalami cytokine storm (badai sitokin), di mana imunitas berkembang secara tidak beraturan sehingga justru berbalik menyerang badan dan organ-organ sendiri,” urai Nikolas.

 

Sejatinya, faktor viral load bukan hal baru di dunia medis. “Sudah diperkenalkan sejak tahun 1930-an, faktor ini bisa menjelaskan mengapa terdapat dokter atau tenaga medis yang masih muda dan sehat meninggal dunia karena terpapar Covid-19 di rumah sakit,” jelas Nikolas.

 

Nikolas menyebut ditemukannya sejumlah kasus berupa pasien terinfeksi, tetapi tidak timbul gejala dan dapat sembuh dengan sendirinya. Di sisi lain, terdapat pula pasien tanpa gejala yang kemudian meninggal dunia tanpa sempat ditangani dengan cepat. Kelompok lain yang berisiko tinggi adalah golongan pasien dengan imunitas rendah atau pasien dengan kondisi penyakit penyerta, misalnya, penderita penyakit jantung, hipertensi/darah tinggi, diabetes, pasien yang sudah pernah melakukan transplantasi organ, atau penyakit kronis lainnya. 

 

Meski demikian, terdapat pula kasus-kasus penderita berusia muda dan sehat yang akhirnya meninggal dunia karena Covid-19. Menurut Nikolas, hal tersebut terjadi karena selain faktor imunitas, faktor viral load sangat penting dalam menentukan infeksi ringan atau berat. “Semakin banyak penderita Covid-19 yang tidak menjaga jarak saat berinteraksi dengan orang lain, viral load akan semakin tinggi,” tandas Nikolas. Dia menekankan pentingnya masyarakat menerapkan protokol kesehatan secara ketat untuk mencegah penularan Covid-19 yang bisa berakibat fatal.

 

2021 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check