Brokoli dan Kol Efektif Turunkan Risiko Penyakit Pembuluh Darah

Brokoli dan Kol Efektif Turunkan Risiko Penyakit Pembuluh Darah

21 Aug 2020

Dokterdigital.com - Penelitian menunjukkan sejumlah sayuran yang tidak begitu disukai bisa menjadi yang paling bermanfaat dalam hal mencegah penyakit pembuluh darah lanjut. Diterbitkan di British Journal of Nutrition, riset telah menemukan konsumsi yang lebih tinggi dari sayuran seperti brokoli dan kol dikaitkan dengan penurunan penyakit pembuluh darah pada wanita yang lebih tua.

 

Menggunakan data kohort dari 684 wanita paruh baya Australia Barat yang direkrut pada 1998, para peneliti dari Sekolah Kedokteran dan Ilmu Kesehatan ECU dan The University of Western Australia menemukan mereka yang pola makannya terdiri dari lebih banyak sayuran jenis kol dan brokoli memiliki peluang lebih rendah untuk mengalami penumpukan ekstensif kalsium di aortanya, penanda utama penyakit pembuluh darah struktural.

 

Penyakit pembuluh darah adalah suatu kondisi yang mempengaruhi pembuluh darah kita (arteri dan vena) dan dapat mengurangi aliran darah yang beredar ke seluruh tubuh. Penurunan aliran darah ini bisa disebabkan oleh penumpukan lemak, timbunan kalsium di dinding bagian dalam pembuluh darah, seperti aorta. Penumpukan lemak, timbunan kalsium ini adalah penyebab utama serangan jantung atau stroke.

 

Peneliti utama Dr. Lauren Blekkenhorst mengatakan ada sesuatu yang menarik tentang sayuran seperti kol dan brokoli yang telah dijelaskan dalam penelitian ini.

"Dalam studi sebelumnya, kami mengidentifikasi mereka yang memiliki asupan sayuran yang lebih tinggi memiliki risiko yang lebih rendah untuk mengalami kejadian penyakit kardiovaskular klinis, seperti serangan jantung atau stroke, tetapi kami tidak yakin mengapa," katanya. "Temuan kami dari studi baru ini memberikan wawasan tentang mekanisme potensial yang terlibat."

 

"Kami menemukan bahwa wanita paruh baya yang mengonsumsi sayuran jenis kubis dan brokoli dalam jumlah yang lebih tinggi setiap hari memiliki kemungkinan lebih rendah mengalami kalsifikasi ekstensif pada aorta,” bebernya. "Salah satu unsur tertentu yang ditemukan berlimpah dalam sayuran silangan adalah vitamin K yang mungkin terlibat dalam menghambat proses pengapuran yang terjadi di pembuluh darah kita."

 

Dr. Blekkenhorst mengatakan wanita dalam penelitian ini - yang mengonsumsi lebih dari 45g sayuran jenis krucifera - setiap hari (misalnya ¼ cangkir brokoli kukus atau ½ cangkir kubis mentah) 46 persen lebih kecil kemungkinannya untuk memiliki penumpukan kalsium yang ekstensif di aorta mereka dibandingkan kepada mereka yang mengonsumsi sedikit atau tanpa sayuran jenis ini setiap hari.

 

“Namun itu tidak berarti bahwa satu-satunya sayuran yang harus kita makan adalah brokoli, kubis atau sejenisnya. Kita harus makan berbagai macam sayuran setiap hari untuk kesehatan dan kesejahteraan yang baik secara keseluruhan,” imbuhnya.

 

Dr. Blekkenhorst mengatakan penting untuk dicatat bahwa tim peneliti sangat berterima kasih kepada para wanita Australia Barat ini, karena tanpanya temuan penting ini tidak akan tersedia. Meskipun bersifat observasional, desain penelitian ini sangat penting untuk memajukan kesehatan manusia.

 

Penyakit jantung adalah satu-satunya penyebab utama kematian di Australia dan pola makan yang buruk bertanggung jawab atas proporsi terbesar dari beban penyakit jantung, terhitung 65,5 persen dari total beban penyakit jantung.

 

"The Heart Foundation merekomendasikan agar warga Australia mencoba memasukkan setidaknya lima porsi sayuran dalam makanan harian mereka, bersama dengan buah-buahan, makanan laut, daging tanpa lemak, produk susu dan minyak sehat yang ditemukan dalam kacang-kacangan dan biji-bijian. Sayangnya, lebih dari 90 persen orang dewasa Australia tidak mengonsumsi sayuran harian yang direkomendasikan ini,” kata Manajer Food and Nutrition Heart Foundation, Beth Meertens, yang tidak terlibat dalam penelitian.

 

2020 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check