AS Akan Tingkatkan Produksi Plasma Konvalesen untuk Obati Covid-19

AS Akan Tingkatkan Produksi Plasma Konvalesen untuk Obati Covid-19

18 Aug 2020

Dokterdigital.com - Plasma Technologies, LLC telah menandatangani kontrak senilai US$750.000 untuk mengembangkan teknologi plasma pemulihan Covid-19  - disebut plasma konvalesen - dalam jumlah lebih banyak, demikian menurut pengumuman Departemen Pertahanan di laman resminya, Senin (17/8).

 

Kontrak dengan Satuan Tugas Akuisisi Bersama Departemen Pertahanan ditujukan untuk mengembangkan lebih banyak proses plasma darah konvalesen yang baru untuk dibuat produk turunan serum, dan dipercepat.

 

Plasma konvalesen -  plasma darah berisi antibodi dari pasien yang sembuh dari penyakit - adalah pengobatan medis yang sudah ada sejak era Victoria. Studi menunjukkan pengobatan tersebut telah berhasil melawan flu parah, MERS, dan SARS. Dan kini dokter sedang menguji untuk melihat apakah plasma konvalesen ini berhasil pada pasien Covid-19.

 

Sejauh ini, lebih dari 66.000 pasien Covid-19 telah dirawat dengan pendekatan ini melalui program akses yang diperluas dari Administrasi Obat dan Makanan AS (FDA), menurut UScovidplamsa.org, sebuah program yang dijalankan oleh Mayo Clinic. Tapi, seperti darah, plasma penyembuhan terbatas dan harus berasal dari donor.

 

Plasma Technologies, sebuah perusahaan yang berbasis di Carolina Selatan, mengembangkan proses pemisahan plasma baru yang dapat menghasilkan imunoglobulin dan protein plasma lainnya dalam jumlah yang lebih besar. Kontrak tersebut akan membantu perusahaan mencoba teknik ini dalam skala yang lebih besar dan menetapkan bukti dari konsep ini, menurut Departemen Pertahanan.

 

“Memerangi virus baru membutuhkan solusi baru,” ujar Douglas Bryce, pejabat eksekutif program gabungan untuk Pertahanan Kimia, Biologi, Radiologi dan Nuklir, seperti dikutip di situs web Departemen Pertahanan. "Kami sangat ingin menentukan apakah plasma konvalesen dan proses pemisahan inovatif ini akan menjadi alat berharga yang dapat digunakan untuk meningkatkan respons Covid-19 bangsa, melalui perjanjian kerja sama ini."

 

Setidaknya ada 12 perawatan plasma konvalesen yang sedang diselidiki menurut BIO, asosiasi yang mewakili perusahaan bioteknologi besar, demikian dilaporkan CNN.

2020 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check