Kiat Sukses Menyusui: Pastikan Perlekatan Benar

Kiat Sukses Menyusui: Pastikan Perlekatan Benar

10 Aug 2020

Dokterdigital.com - Salah satu periode penting dalam perjalanan seorang ibu adalah pemberian ASI, yaitu cairan hidup yang menjadi makanan terbaik untuk bayi dan diberikan secara eksklusif selama 0-6 bulan. Meskipun menyusui adalah proses alami, tetapi prosesnya tidak selalu mudah. Survei yang dilakukan Teman Bumil menunjukkan, memberikan ASI menjadi hal yang menantang bagi para ibu, terutama yang baru pertama kali melakukannya.

 

Dalam survei bertajuk Kebiasaan Menyusui Ibu Milenial yang diadakan Teman Bumil pada 24 Juli hingga 4 Agustus 2020, ada 2.211 responden yang berpartisipasi. Sebanyak 52,9% mengaku mengalami tekanan mental saat memberikan ASI. Lebih banyak daripada yang mengalami tekanan fisik seperti kelelahan karena harus begadang merawat bayi baru lahir. Tekanan mental yang dimaksud di antaranya, khawatir ASI kurang, tekanan dari orang sekitar, dan tidak percaya diri bisa memberikan ASI. Adapun masalah menyusui yang paling sering dialami adalah puting lecet (65%) dan produksi ASI berkurang (47,4%).

 

Karena semua masalah ini, hampir semua ibu milenial dalam survei (98,7%) mengakui membutuhkan dukungan dari orang terdekat, yakni suami, keluarga, dan lingkungan kerja. Tanpa dukungan, mustahil mereka bisa sukses memberikan ASI.

 

Menurut pakat laktasi Ameetha Drupadi, untuk sukses memberikan ASI, para ibu harus mulai mencari informasi dan pengetahuan mengenai ASI sejak usia kehamilan 28 minggu. “Dengan mencari informasi, setidaknya para ibu tahu pentingnya ASI dan menyusui, manfaat menyusui bagi ibu dan bayi, cara dan teknik menyusui yang benar, hingga cara melakukan IMD (inisiasi Menyusu Dini) saat persalinan,” kata Ameetha dalam diskusi daring mengenai menyusui yang dihelat Teman Bumil, Senin (10/8).

 

Ameetha menambahkan, informasi seputar menyusui bisa diperoleh melalui konsultasi ke klinik laktasi dan dokter laktasi, atau mencari informasi seputar menyusui di aplikasi  online.

 

Pastikan Perlekatan Benar

 

Bagian terpenting dari keberhasilan menyusui adalah memposisikan dan melekatkan bayi dengan benar. Jika bayi tidak menempel dengan benar pada payudara, menyusui bisa terasa menyakitkan. Hal inilah yang antara lain berkontribusi pada kegagalan menyusui. “Jika posisinya salah, menyusui dapat menyebabkan puting terasa sakit.,” kata Ameetha. Namun apabila posisi ini diperbaiki, proses menyusui akan terasa jauh lebih mudah dan menyenangkan.

 

Bagaimana cara agar bayi melekat dengan benar saat menyusu?  Posisikan ia menghadap ibu sehingga bayi merasa nyaman dan tidak perlu ‘memelintir’ lehernya untuk menyusu. Dengan satu tangan, dekatkan payudara ke mulut bayi dan usap lembut bibir bawahnya dengan puting. Refleks naluriah bayi adalah membuka mulut lebar-lebar. Selanjutnya posisikan tangan ibu menopang menopang leher bayi, dan dekatkan mulutnya  ke puting payudara. Ibu akan tahu apakah mulut bayi melekat dengan benar ketika kedua bibirnya terangkat di sekeliling  puting payudara. 

 

Sejumlah tanda bisa terlihat jika bayi sudah melekat dengan benar saat menyusu, antara lain dagu menempel ke payudara, mulut terbuka lebar, sebagian besar areola (terutama yang berada di bawah) masuk ke dalam mulut bayi, bibir bayi terlipat keluar, pipinya tidak boleh kempot, juga tidak boleh terdengar bunyi decak (hanya boleh terdengar bunyi menelan), ibu tidak kesakitan dan bayi tenang selama menyusu.

 

Begitu ibu sudah terbiasa memposisikan si Kecil dengan benar dan membantunya melekat dengan pas saat menyusu, maka proses menyusui akan menjadi pengalaman luar biasa dan menjalin ikatan kuat antara ibu dan bayi, dan tentu saja bebas rasa sakit.

  

Tema dari Pekan ASI Dunia 2020 adalah “Support breastfeeding for a healthier planet”. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), menyusui adalah awal terbaik bagi setiap anak dalam memulai kehidupannya. ASI tidak hanya memberikan manfaat kesehatan, nutrisi dan emosional untuk anak-anak dan ibu, tetapi menjadi bagian dari sistem pangan berkelanjutan.

 

Dengan memberikan ASI, artinya membantu menyelamatkan bumi dari kerusakan lingkungan yang lebih berat. “Dengan menyusui, ibu dapat menekan jumlah limbah kemasan yang mencemari bumi. Jadi teruslah semangat menyusui,” pungkas Ameetha.

 

2020 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check