Covid-9 Bisa Merusak Jantung, Masyarakat Disarankan Tak Olahraga Berat

Covid-9 Bisa Merusak Jantung, Masyarakat Disarankan Tak Olahraga Berat

10 Aug 2020

Dokterdigital.com - Dengan banyaknya bukti yang menunjukkan bahwa Covid-19 dapat merusak jantung, para ahli mendesak masyarakat untuk berhati-hati saat melakukan olahraga berat. Hingga 30% pasien yang dirawat di rumah sakit karena infeksi virus corona memiliki tanda-tanda cedera jantung, menurut Dr. Sunal Makadia, Direktur Kesehatan Kardiologi Olahraga di LifeBridge Health di Baltimore.

 

Prevalensi kerusakan jantung pada kasus Covid-19 yang lebih ringan tidak diketahui. Namun, para ahli khawatir tentang potensi komplikasi jantung yang serius karena melakukan olahraga berat saat terinfeksi virus. American College of Cardiology's Sports and Exercise Council merekomendasikan agar orang-orang mendapatkan tes Covid-19 dan pemeriksaan jantung sebelum berolahraga atau aktivitas fisik.

 

Meski tidak menunjukkan gejala, mereka yang dites positif Covid-19 harus menghindari olahraga setidaknya selama dua minggu, saran Makadia. "Setelahnya, Anda bisa kembali beraktivitas setelah dievaluasi oleh profesional medis atau ahli jantung," imbuhnya.

 

Gejala seperti sesak napas, nyeri dada, jantung berdebar-debar atau detak jantung cepat, kepala terasa pusing, kaki bengkak, nyeri otot, dan kelelahan yang tidak dapat dijelaskan dapat mengindikasikan masalah jantung yang parah.

 

"Kami masih belajar lebih banyak, tetapi mereka yang memiliki tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, obesitas, diabetes, dan masalah jantung sebelumnya seperti penyakit arteri koroner, pemasangan stent, atau operasi bypass koroner dan gagal jantung rentan terhadap komplikasi paling parah dari Covid-19,” beber Makadia.

 

Para ahli menyarankan untuk berolahraga di luar ruangan daripada di dalam ruangan. Meskipun berlatih sendiri sangat ideal, Makadia mengatakan orang yang memilih untuk berolahraga dengan kelompok harus menggandakan pedoman jarak sosial standar dari 2 meter menjadi 4 meter.

 

Saat berlari dalam kelompok, jangan menempatkan diri di belakang pelari lain untuk menghindari tetesan aerosol yang dapat menyebarkan virus corona. "Kenakan masker kecuali Anda benar-benar sendirian," tambah Makadia.

 

Saat gym dan fasilitas pelatihan umum dibuka kembali, ingatlah untuk mempraktikkan kebersihan yang baik. Cuci tangan dan bersihkan peralatan apa pun yang digunakan, bawa handuk sendiri, dan hindari air mancur dan area yang ramai, demikian Healthday.

 

2020 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check