Kehilangan Penglihatan Hingga Meninggal Akibat Tenggak Hand Sanitizer

Kehilangan Penglihatan Hingga Meninggal Akibat Tenggak Hand Sanitizer

07 Aug 2020

Dokterdigital.com - Apa jadinya jika menelan hand sanitizer dengan harapan agar tubuh terbebas dari virus corona? Setelah sejumlah orang dilaporkan menelan disinfektan untuk ‘membunuh’ coronavirus, kabar terbaru menyebut beberapa kasus orang jatuh sakit setelah menelan pembersih tangan, demikian menurut data yang telah dilaporkan ke Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) dalam beberapa bulan terakhir. Beberapa orang mengalami gangguan penglihatan. Yang lainnya mengalami kejang. Empat orang bahkan tewas.

 

Sebuah makalah baru, yang diterbitkan dalam Laporan Mingguan Morbiditas dan Mortalitas CDC, Rabu (5/8), menggambarkan kasus 15 orang dewasa di Arizona dan New Mexico yang dirawat di rumah sakit karena keracunan metanol setelah mengonsumsi pembersih tangan berbasis alkohol pada Mei dan Juni 2020.

 

Sementara pembersih tangan berbasis alkohol yang mengandung etanol atau isopropanol dapat digunakan untuk mendisinfeksi tangan, CDC memperingatkan agar tidak menelan pembersih tangan yang mengandung metanol dan pembersih tangan apa pun. Dalam laporan baru mereka, peneliti CDC menekankan: bahwa produk pembersih tangan berbasis alkohol tidak boleh tertelan.

 

Seorang juru bicara CDC mengatakan bahwa Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) mengumumkan bahwa metanol ditemukan di beberapa pembersih tangan yang didistribusikan di Amerika Serikat - dan laporan CDC baru mengikuti pengumuman itu. "Kami ingin secara khusus melihat efek samping yang terkait dengan metanol karena diketahui beracun dan berpotensi mengancam nyawa saat tertelan," kata juru bicara CDC.

 

Pada akhir Juni, CDC menerima pemberitahuan dari pejabat kesehatan masyarakat dan mitra di Arizona dan New Mexico tentang keracunan metanol yang terkait dengan konsumsi pembersih tangan, menurut laporan terbaru. Metanol, zat yang dapat menjadi racun saat diserap melalui kulit atau tertelan, dapat ditemukan di pembersih tangan tertentu.

 

Peneliti CDC dan kolega mereka di Arizona dan New Mexico meninjau 62 catatan panggilan ke pusat-pusat racun dari Mei hingga Juni 2020 untuk mengkarakterisasi kasus-kasus yang dapat menjadi keracunan metanol dari pembersih tangan berbasis alkohol. Para peneliti juga memperoleh catatan medis untuk rincian tambahan. Tetapi laporan itu tidak memberikan informasi tentang mengapa orang-orang itu menelan pembersih tangan. 

 

Para peneliti menemukan bahwa, antara bulan Mei dan Juni, 15 orang dewasa memenuhi definisi kasus keracunan metanol yang terkait dengan pembersih tangan. Semua orang dewasa itu, usia 21 hingga 65 tahun, dirawat di rumah sakit setelah menelan pembersih tangan berbasis alkohol.

 

Enam dari orang dewasa mengalami kejang saat berada di rumah sakit dan tiga dipulangkan dengan gangguan penglihatan, menurut peneliti. Seorang pasien, pria berusia 44 tahun, mengatakan bahwa dia minum pembersih tangan dalam jumlah yang tidak diketahui dalam beberapa hari sebelum mencari perawatan medis. Pria itu dirawat di rumah sakit selama enam hari karena keracunan metanol akut, dan ketika diizinkan pulang ke rumah, penglihatannya hampir hilang secara total.

 

Secara keseluruhan, empat orang dewasa meninggal akibat menenggak hand sanitizer.

2020 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check